SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Gizi Anak Usia Sekolah
Sub Pokok Bahasan : Pentingnya
Asupan Gizi Dalam Pertumbuhan dan
Perkembangan Pada Anak Usia Sekolah
Tempat/Sasaran : Poli Anrem RSJ. H.B Saanin Padang
Hari/tanggal : Senin/ 5 Januari
2017
I.
Latar Belakang
Gizi adalah suatu proses organisme
menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolism
dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan
kehidupan ,pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ,serta menghasilkan
energy.
Tak satu pun jenis makanan yang
mengandung semua zat gizi,yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,tumbuh
kembang dan produktif. Oleh karena itu,setiap orang
perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan.
Makanan yang beraneka ragam sangat
bermanfaat bagi kesehatan.apalagi untuk anak dalam masa sekolah,makanan
merupakan sumber untuk membuat anak cerdas.
Kesehatan yang paling diperhatikan
oleh WHO (World Healt Organization) adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Untuk
itu keduanya diperhatikan detile untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan
sehari-harinya.inilah yang mendorong kami untuk member makalah tentang gizi
anak sekolah.(istiqomah,2008)
II. Tujuan
a. Tujuan Instruksional
Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, sasaran mampu memahami pentingnya asupan gizi
dalam pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia sekolah
b.
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, sasaran
mampu menyebutkan tentang:
1. Mengetahui apa pengertian gizi dan anak usia sekolah.
2. Mengetahui fungsi gizi untuk anak usia
sekolah.
3. Mengetahui apa saja asupan makanan untuk
anak usia sekolah.
4. Mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Gizi
Pada Anak Sekolah.
5. Mengetahui Gangguan Gizi Pada Anak
Sekolah.
6. Mengetahui bagaimana Upaya Peningkatan
Gizi Pada Anak Sekolah.
III.
Materi
Terlampir
IV.
Sasaran
Poli Anrem RSJ. H.B
Saanin Padang.
V.
Metoda
1.
Ceramah
2.
Diskusi
VI.
Mekanisme
Kegiatan
1.
Pembukaan
2.
Penyampaian materi
3.
Diskusi
4.
Penutup
VII.
Waktu
dan Tempat
1.
Tanggal/ Waktu : 08.00 – 08.30 WIB
2.
Tempat : Poli Anrem
RSJ. H.B Saanin Padang
VIII.
Media
dan Alat
1.
Power Point
2.
Leaflet
IX.
Kegiatan
Penyuluhan
No
|
Waktu
|
Kegiatan Penyuluhan
|
Kegiatan
Peserta
|
1.
|
5 menit
|
Pembukaan :
· Memberi salam
· Memperkenalkan diri
· Menjelaskan kontrak waktu, topik dan tujuan penyuluhan
|
·
Menjawab salam
·
Mendengar dan memperhatikan
·
Mendengar dan memperhatikan
|
2.
|
20 menit
|
Pelaksanaan :
Ø Menanyakan pengertian Gizi
Ø Menjelaskan pengertian gizi anak usia sekolah.
Ø Menjelaskan fungsi gizi untuk anak usia
sekolah.
Ø Menjelaskan apa saja asupan makanan untuk
anak usia sekolah.
Ø Menjelaskan Faktor Yang Mempengaruhi Gizi
Pada Anak Sekolah.
Ø Menjelaskan Gangguan Gizi Pada Anak Sekolah.
Ø Menjelaskan bagaimana Upaya Peningkatan Gizi
Pada Anak Sekolah.
|
Ø Audien menjawab sesuai kemampuan
Ø Mendengarkan
Ø Mendengarkan
Ø Mendengarkan
Ø Mendengarkan
Ø Mendengarkan
Ø Mendengarkan
|
Ø Memberikan kesempatan pada audien untuk bertanya
Ø Menjawab pertanyaan yang diajukan audien
|
Ø Beberapa audien mengajukan pertanyaan
Ø Mendengarkan dan memperhatikan
|
||
3.
|
5 menit
|
Penutup :
-
Menyimpulkan materi
penyuluhan
-
Menutup penyuluhan dan
memberi salam
|
Mendengarkan dan memperhatikan
Menjawab Salam
|
X. Pembimbing
1.
Akademik : Ns. Yuli Permata Sari, M.Kep
XI.
Evaluasi hasil
1.
Evaluasi struktur
a.
Sasaran yang hadir di ruang
penyuluhan menghadap ke arah presentator
b.
Tersedianya media penyuluhan sebelum penyuluhan
dimulai
2.
Evaluasi Proses
a.
Sasaran memperhatikan penyuluhan yang disampaikan oleh presentator
b.
Sasaran berpartisipasi aktif dalam mengikuti penyuluhan
c.
Sasaran mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal sampai akhir
d.
Peran dan tugas mahasiswa
sesuai perencanaan
3.
Evaluasi Hasil
a.
Seluruh materi penyuluhan dapat
dipresentasikan sesuai waktu yang disediakan
b.
Seluruh sasaran mendapatkan leaflet
tentang materi yang diberikan
\
Lampiran Materi Penyuluhan
- PENGERTIAN
GIZI DAN USIA ANAK SEKOLAH
a. Pengertian Gizi
Gizi merupakan ilmu terapan yang mempergunakan berbagai
disiplin ilmu dasar, seperti Biokimia, Biologi, Ilmu hayat (fisiologi), ilmu penyakit
(pathologi), dan beberapa lagi. Sedangkan definisi gizi sekarang menjadi ilmu
yang mempelajari hal ihwal makanan,
dikaitkan dengan kesehatan tubuh.
b. Pengertian Usia Anak Sekolah
Berikut adalah beberapa tentang
pengertian usia anak sekolah:
1. UU no 20 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan
WHO yang dikatakan masuk usia anak adalah sebelum usia 18 tahun dan yang belum
menikah
2. American Academic of Pediatric tahun 1998
memberikan rekomendasi yang lain tentang batasan usia anak yaitu mulai dari
fetus (janin) hingga usia 21 tahun.
3. Batas usia anak tersebut ditentukan berdasarkan
pertumbuhan fisik dan psikososial, perkembangan anak, dan karakteristik
kesehatannya.
4. Pembagian golongannya:
a) Taman kanak-kanak (pra sekolah usia 4-6 tahun)
b) Sekolah dasar 7-12 tahun
c) Remaja 13-18 tahun
- FUNGSI
GIZI UNTUK ANAK SEKOLAH
a.
Supaya
pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal
b.
Memperbaiki
gizi anak
c.
Menentukan
perkembangan anak untuk usia selanjutnya
- ASUPAN
MAKANAN UNTUK ANAK USIA SEKOLAH
a. Kebutuhan Gizi Berkaitan dengan Proses Tubuh
Makanan sehari-hari yang dipilih
dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal
tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan baik, tubuh akan mengalami
kekurangan zat-zat gizi esensial tertentu. Zat gizi esensial adalah zat gizi
yang harus didatangkan dari makanan. Bila dikelompokkan, ada tiga fungsi zat
gizi dalam tubuh, yaitu :
1. Memberi Energi
Zat-zat gizi yang dapat memberikan
energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Oksidasi zat-zat gizi ini
menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas.
2. Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh
Protein, mineral, dan air adalah
bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan unutk membentuk sel-se
baru, memelihara, dan mengganti sels-sel yang rusak. Dalam fungsi ketiga ini
zat gizi dinamakan zat pembangun.
3. Mengatur Proses Tubuh
Protein, mineral, air, dan vitamin
deiperlukan untuk mengatur prose tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di
dalam sel. Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam peroses-proses
oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak peroses lain yang terjadi
di dalam tubuh termasuk proses penuaan.
b. Angka Kecukupan Gizi dan Angka Kebutuhan Gizi
Angka kecukupan gizi adalah nilai yang
menunjukan jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh unutk hidup sehat setiap hari
bagi semua populasi menurut kelompok umur, jenis kelamin dan kondisi fisiologi
tertentu. Angka kecukupan gizi berbeda dengan angka kebutuhan gizi (dietary
requirements). Angka kebutuhan gizi adalah jumlah zat-zat gizi minimal yang
dibutuhkan seseorang untuk mempertajankan status gizi adekuat.
AKG yang dianjurkan didasarkan pada
patokan berat badan untuk masing-masing kelompok umur, gender, dan aktivitas
fisik. Dalam penggunaannya, bila kelompok penduduk yang dihadapi mempunyai
rata-rata berat badan yang berbeda dengan patokan yang digunakan, maka
diperlukan penyesuaian. AKG tidak dipergunakan untuk individu. Dalam menentukan AKG, perlu
dipertimbangkan setiap faktor yang berpengaruh terhadap absorpsi zat-zat gizi
atau efisiensi penggunaannya di dalam tubuh. Untuk sebagian zat gizi, sebagian
dari kebutuhan mungkin dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi suatu zat yang di
dalam tubuh kemudian dapat diubah menjadi zat gizi esensial. Pada kebanyakan
zat gizi, pencernaan dan atau absorpsinya tidak komplit, sehingga AKG yang
dianjurkan harus sudah memperhitungkan bagian zat gizi yang tidak di absrorpsi.
Dalam memenuhi kebutuhan AKG seriap
harinya, perlu dilakukan memberi variasi makanan yagn berbeda setiap harinya
yang nantinya diharapkan cukup dapat memenuhi semua kebutuhan gizi. Di
Indonesia pola menu seimbang tergambar dalam menu 4 Sehat 5 Sempurna dan
Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Saat ini dikenal juga menu pelangi, yaitu
menu makanan yang berwarna-warni seperti pelangi untuk memenuhi kebutuhan
vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh seperti sayur-sayuran. Perlu
pendidikan khusus bagi anak usia sekolah atau sekolah dasar dalam memilih
makanan yang berwarna-warni. Peran orang tua sangat diperlukan, jangan sampai anak
memilih makanan yang berwarna-warni yang menggunakan zat pewarna. Dalam
menyusun menu, selain AKG perlu pula dipertimbangkan aspek akseptibilitas makan
yang disajikan, karena selain sebagai sumber zat-zat gizi, makanan juga
mempunyai nilai sosial dan emosional. Untuk itu dalam memenuhi AKG harus sesuai
dengan prinsip-prinsip gizi seimbang, yaitu :
1. Variasi makanan
2. Pola hidup bersih
3. Menghindari rokok, alkohol dan narkoba
4. Aktivitas fisik
5. Pantau BB
Gizi yang diperoleh seorang anak
melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupan anak
tersebut. Untuk dapat memenuhi dengan baik dan cukup, ternyata ada beberapa
masalah yang berkaitan dengan konsumsi zat gizi untuk anak. Contoh masalah gizi
masyarakat mencakup berbagai defisiensi zat gizi atau zat makanan. Seorang anak
juga dapat mengalami defisiensi gizi atau makanan. Seorang anak juga dapat
mengalami defisiensi zat gizi tersebut yang berakibat pada berbagai aspek fisik
maupun mental. Masalah ini dapat ditanggulangi secara cepat, jangka pendek, dan
jangka panjang serta dapat dicegah oleh masyarakat sendiri sesuai dengan
klasifikasi dampak defisiensi zat gizi antara lain melalui pengaturan makan
yang benar.
Makanan merupakan kebutuhan mendasar
bagi hidup manusia. Makan yang dikonsumsi beragam jenis dengan berbagai cara
pengolahannya. Di masyarakat dikenal pola makan atau kebiasaan makan dan selera
makan, yang terbentuk dari kebiasaan alam masyarakatnya. Jika menyusun hidangan
untuk anak, hal ini perlu diperhatikan di samping kebutuhan zat gizi untuk
hidup sehat dan bertumbuh kembang. Kecukupan zat gizi ini berpengaruh pada
kesehatan dan kecerdasan anak, maka pengetahuan dan kemampuan mengelola makanan
sehat untuk anak adalah suatu hal yang sangat amat penting.
c. Faktor yang Berperan dan Permasalahan pada Tumbuh
Kembang
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi
proses tumbuh kembang optimal seorang anak, yaitu faktor dalam dan faktor luar.
Faktor dalam merupakan faktor-faktor yang ada dalam diri anak itu sendiri, baik
faktor bawaan maupun faktor yang diperoleh. Faktor luar yaitu faktor-faktor
yang ada di luar atau berasal dari luar diri anak, mencakup lingkungan fisik
dan sosial serta kebutuhan fisik anak.
Selain kedua faktor tersebut, faktor
yang berperan dalam proses tumbuh kembang anak dapat ditentukan oleh keluarga,
status gizi, budaya, dan teman bermain. Keluarga hendaknya menunjang proses
pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Status gizi anak dapat ditentukan
oleh tingkat konsumsi atau kualitas makanan. Kualitas makanan ditentukan oleh
zat-zat bergizi yang dibutuhkan oleh anak. Permasalahan tumbuh kembang anak ada
dua macam, yaitu gizi lebih dan gizi kurang.
Akibat dari status gizi yang buruk,
maka dapat menimbulkan penyakit. Lingkungan masyarakat dalam hal ini asuhan dan
kebiasaan suatu masyarakat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
anak. Tata cara dan kebiasaan yang diberlakukan masyarakat tidak selalu sesuai
dengan syarat-syarat kebersihan dan kesehatan. Teman bermain dan sekolah juga
berperan dalam mempengaruhi makanan yang dikonsumsi oleh anak. Ketika mereka
berinteraksi dengan teman bermain atau teman sekolahnya, makanan atau jajanan
yang dipilih biasanya sejenis dengan yang dipilih oleh teman dekat atau
lingkungan sekitarnya. Makhluk hidup memerlukan makanan untuk melangsungkan
kehidupannya. Makanan itu terdiri atas bagian-bagian yang berbentuk
iktan-ikatan kimia atau unsur-unsur anorganik yang disebut zat-zat makanan atau
zat gizi.Manusia mendapatkan zat makanannya dalam bentuk bahan makanan. Yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan. Satu macam saja bahan makanan tidak
dapat memenuhi semua keperluan tubuh akan berbagai zat makanan, karena
masing-masing bahan makanan mengandung zat makanan yang berlainan macam maupun
banyaknya
- FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI GIZI PADA USIA SEKOLAH
Kesehatan yang paling diperhatikan
oleh WHO (World Healt Organization) adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Untuk
itu keduanya diperhatikan detil untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan
sehari-harinya.
Kali ini penulis akan coba share dengan pembaca
mengenai kebutuhan energi dan zat gizi anak usia sekolah. Kembali lagi ke WHO,
mengapa perlunya memperhatikan kebutuhan gizi anak usia sekolah, ada beberapa
alasan mengapa kebutuhan gizi anak sekolah sangat diperhatikan, berikut
point-pointnya :
Faktor yang mempengaruhi gizi pada usia anak
sekolah
- Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.
Anak Sd yang berusia sekitar 7-13
tahun merupakan masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita.
Dimana kesehatan yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula.
Perhatian terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga digalakan
untuk perkembangan mental yang mengacu pada skil anak.
Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya
yaitu : fisik dan mental anak. Karena tentunya fisik dan mental merupakan
sesuatu yang berbeda namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi
sangat mempengaruhi tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan
anak untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah
pihak pertama yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan
keluarga akan gizi sangat berpengaruh disini.
2.
Selalu Aktif.
Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka
Nutrisi dan energi juga akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia
sekolah merupakan usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya untuk
belajar mengetahui lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi dan asupan
energi yang banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya.
Sulitnya untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah
tantangan yang perlu dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai
gizi anak sangat disarankan untuk mempelajarinya.
3.
Perubahan Sikap Terhadap Makanan.
Anak Usia SD tidak dapat di tebak, apa selera
makan yang saat ini sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan
dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada
masa-masa inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan
sepertinya harus digalakan.
4.
Tidak suka makanan-makanan yang bergizi.
Ya telah terbukti, anak usia sekolah sangat sulit
untuk dapat mengkonsumsi makanan-makanan yang sedang ia perlukan untuk masa
pertumbuhan. Kriteria makanan yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah
makanan yang banyak mengandung gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga
menarik anak untuk mengkonsumsinya.
Beberapa tips diatas penulis rasa, dapat anda
manfaatkan pada saat anda membeli makanan dimanapun, tidak hanya disupermarket
namun di tempat penjualan produk makanan yang sering anda kunjungi. Ingin sehat
tidak asal pilih dan beli.
E.
GANGGUAN GIZI PADA ANAK SEKOLAH
Nutrisi merupakan komponen penting bagi kesehatan
anak. Pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak membuat mereka
membutuhkan nutrisi yang baik dalam hal protein, energi dan komponen nutrien
lainnya. Hal tersebut juga membuat mereka rentan terhadap kekurangan nutrisi
dan gangguan pertumbuhan. Pola makan yang dimulai sejak masa kanak kanak dapat
mempengaruhi kesehatan mereka selanjutnya. Pada masa kanak-kanak, pemberian
nutrisi yang kurang baik dapat mengakibatkan gagal tumbuh, obesitas, dan
penyakit-penyakit terkait defisiensi nutrisi. Akibat jangka panjang yang dapat
ditimbulkan adalah meningkatnya risiko penyakit degeneratif kelak saat usia
lanjut.
Masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak pada
usia sekolah dasar antara lain: obesitas, gagal tumbuh, anemia karena
kekurangan zat besi, dan karies pada gigi geligi serta infeksi kecacingan.
Obesitas biasanya disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhannya
per hari. Sebaliknya, gagal tumbuh biasanya disebabkan karena kurangnya asupan
nutrisi. Selain gagal tumbuh, kurangnya asupan nutrisi juga dapat menyebabkan
terjadinya anemia dan membuat anak rentan terhadap infeksi. Karies disebabkan
karena konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan disertai dengan
kebersihan gigi yang kurang terjaga. Infeksi kecacingan disebabkan karena
kurangnya kebiasaan cuci tangan saat makan dan seringnya tidak menggunakan alas
kaki saat beraktifitas.
Masalah gizi pada anak sekolah dasar masih cukup
memprihatinkan. Hal ini dapat terlihat dari beberapa penelitian yang dilakukan
terhadap anak usia sekolah dasar di Indonesia. Anak usia sekolah dasar dalam
hal ini adalah anak dengan kisaran usia 7-12 tahun. Pada penelitian yang
dilakukan oleh dr. Saptawati Bardosono, ahli gizi dari Universitas Indonesia,
di 5 sekolah dasar di jakarta, didapatkan sebanyak 94,5% anak mendapatkan
asupan gizi di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Hal senada
diungkapkan oleh Endang Dewi Lestari dengan penelitiannya pada 10 sekolah dasar
di Solo. Didapatkan semuanya menderita defisiensi zat seng. Rendahnya kecukupan
gizi pada kelompok anak usia sekolah dasar berpengaruh terhadap pertumbuhan
fisik, konsentrasi dan prestasi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Satoto,
ditemukan sebanyak 30-35% anak sekolah dasar tumbuh di bawah baku yang ada.
Infeksi yang lama dan berat juga berhubungan erat
dengan masalah gizi berupa malnutrisi. Infeksi dapat menyebabkan terjadinya
malnutrisi. Seorang anak yang mengalami infeksi membutuhkan asupan nutrisi yang
lebih banyak dari biasanya. Sementara beberapa gejala yang dialami saat infeksi
seperti diare dan tidak nafsu makan membuat asupan nutrisi menjadi sulit.
Sebaliknya, malnutrisi juga dapat menyebabkan individu rentan terhadap
terjadinya infeksi. Daya tahan tubuh kita didukung oleh protein, zat besi,
vitamin dan beberapa mikronutrien lainnya. Jika asupan zat gizi tersebut
kurang, kerja daya tahan tubuh menjadi tidak optimal.
Untuk mengatasi masalah gizi diperlukan beberapa
upaya, terutama dari pihak orang tua dan pihak sekolah. Makanan anak-anak pada
usia sekolah dasar perlu diperhatikan, terutama karena pada usia ini anak-anak
tersebut masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga keseimbangan
gizi perlu dijaga.
Anak dengan usia sekolah dasar sudah dapat
menentukan makanan yang disukainya. Makanan yang diberikan pada anak usia
sekolah dasar ditentukan berdasarkan berat badan, usia dan aktivitas anak. Anak
laki-laki umumnya lebih banyak melakukan aktivitas fisik dibandingkan anak
perempuan, sehingga asupan makanan yang mengandung lebih banyak energi perlu
ditingkatkan. Sedangkan anak perempuan pada usia sekolah dasar mulai memasuki
usia haid, sehingga memerlukan lebih banyak protein dan zat besi.
Sarapan pagi bagi anak-anak usia sekolah dasar
sangat penting mengingat aktivitas di sekolah yang melibatkan fisik dan
konsentrasi belajar. Lingkungan sekolah dasar umumnya memiliki banyak jajanan.
Banyak anak menyukai makanan jajanan yang hanya mengandung karbohidrat dan
garam. Makanan tersebut hanya akan membuat seorang anak cepat kenyang dan
mengurangi nafsu makan anak.
Asupan gizi pada anak usia sekolah mulai
dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena anak-anak usia ini sudah mulai
mengenal lingkungannya. Oleh karena itu, perhatian orang tua dan pihak sekolah
perlu ditingkatkan untuk mencegah gangguan nutrisi berupa malnutrisi atau pun
obesitas. Peran serta dari berbagai pihak dalam hal asupan gizi diperlukan
untuk memperbaiki status gizi anak-anak di Indonesia pada umumnya dan anak-anak
usia sekolah dasar pada khususnya.
F. UPAYA
PENINGKATAN GIZI ANAK SEKOLAH
WHO telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau
Health Promoting School, melalui upaya promotif danpreventif didukung oleh
upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas adalah :
a)
Promotif dan Pencegahan
1.
Pemberian nutrisi yang baik dan benar (PMT, Sarapan dll)
2.
Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
3.
Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular
4.
Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada anak sekolah
5.
Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia sekolah
6.
Deteksi dini gangguan perilaku dan gangguan belajar
7.
Imunisasi anak sekolah
b)
Kuratif dan rehabilitasi.
1.
Penganan pertama kegawat daruratan di sekolah
2.
Pengananan pertama kecelakaan di sekolah
3.
Keterlibatan guru dalam penanganan anak dengan gangguan perilaku dan
gangguan belajar
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete