SATUAN ACARA PENYULUHAN
DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
A. Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah
suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak dua sampai tujuh hari
tanpa penyebab yang jelas, lemah atau lesu, gelisah, nyeri ulu hati, disertai
dengan tanda-tanda perdarahan di kulit berupa bintik perdarahan (petechia), ruam
(purpura). Kadangkadang mimisan, berak darah, muntah darah, kesadaran menurun.
Hal yang dianggap serius pada demam berdarah dengue adalah jika muncul
perdarahan dan tanda-tanda syok/ renjatan (Mubin, 2009: 19).
Demam Berdarah Dengue (DBD/Dengue
Hemmoragic Fever) merupakan masalah kesehatan yang ditemukan di daerah tropis
dan subtropis, terutama di daerah perkotaan. DBD merupakan penyakit dengan
potensi fatalitas yang cukup tinggi, yang ditemukan pertama kali pada tahun
1950an di Filipina dan Thailand, saat ini dapat ditemukan di sebagian besar
negara di Asia. Jumlah negara yang mengalami wabah DBD telah meningkat empat
kali lipat setelah tahun 1995. Sebagian besar kasus DBD menyerang anak-anak.
Angka fatalitas kasus DBD dapat mencapai lebih dari 20%, namun dengan
penanganan yang baik dapat menurun hingga kurang dari 1 % (WHO, 2008).
Di Indonesia, DBD telah menjadi
masalah kesehatan masyarakat selama 30 tahun terakhir. Jumlah kasus DBD pada
tahun 2007 telah mencapai 139.695 kasus, dengan angka kasus baru (insidensi rate) 64
kasus per 100,000 penduduk. Total kasus meninggal adalah 1.395 kasus /Case
Fatality Rate sebesar 1% (Depkes RI, 2008a). Pada saat ini kasus DBD dapat
ditemukan di seluruh propinsi di Indonesia dan 200 kota telah melaporkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD (Depkes RI, 2008)
Pemberantasan DBD
yang dilakukan selama ini dengan sasaran nyamuk dewasa melalui pengasapan,
kemudian diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat
penanpungan air. Hal ini sampai sekarang belum menampakkan hasil yang memuaskan dimana terbukti setiap tahun
selalu datang penyakit DBD tersebut.
Cara yang efektif
untuk mencegah penularan virus demam berdarah ialah memberantas sarang
nyamuk(aedes aegypti). Untuk itu kami membuat SAP sebagai landasan teori dari
PenKes, dengan maksud mampu membantu memberantas perkembangan penyakit DBD di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih
Sayang Ibu Batusangkar.
B. Tujuan
1.
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit tentang
Demam Berdarah Dengue diharapkan lansia
di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar mengetahui tentang Demam Berdarah Dengue
dan cara pencegahannya.
2.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti
penyuluhan, lansia di PSTW Kasih
Sayang Ibu Batusangkar dapat :
a. Menjelaskan pengertian DBD
b. Menjelaskan
penyebab DBD
c. Menjelaskan tanda dan gejala DBD
d. Menjelaskan perawatan dan pengobatan DBD
e. Menjelaskan pencegahan DBD
- Pelaksanaan Kegiatan.
1.
Topik.
Penyuluhan kesehatan
tentang Penyakit Demam Berdarah
Dengue dan cara pencegahannya.
2.
Sasaran
Semua lansia
di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar
3.
Materi
(Terlampir)
4.
Metode
a. Ceramah.
b. Tanya jawab.
c. Diskusi.
5.
Media dan alat.
a. Power Point
b. Leaflet
6.
Waktu dan Tempat.
Hari/tanggal : Kamis, 12
Januari 2017
Jam :
08.00 – 08.30 WIB.
Tempat : Masjid
An-Nur PSTW Kasih Sayang Ibu
Batusangkar
7.
Pengorganisasian.
a.
Moderator : Eni Gusnita
b.
Presenter : Fuadil Ulum
c.
Notulen :
-
d.
Observer :
-
e.
Fasilitator :
-
8.
Uraian Tugas
a. Moderator , berperan sebagai :
1.
Membuka acara
2.
Memperkenalkan diri dan
anggota, pembimbing klinik dan akademik
3.
Menyampaikan tujuan dari
penyuluhan
4.
Menutup acara
b.
Presenter, berperan sebagai :
1.
Membaca isi penyuluhan
2.
Memberikan dan menjawab
pertanyaan
3.
Menyimpulkan hasil penyuluhan
4.
Melaksanakan evaluasi
c.
Notulen,
berperan sebagai :
1.
Mencatat setiap
pertanyaan peserta
2.
Membantu
presenter menjawab pertanyaan
d.
Observer, berperan sebagai :
1.
Mengamati jalannya proses
kegiatan
2.
Membuat laporan hasil
penyuluhan
e.
Fasilitator, berperan sebagai :
1.
Memotivasi audien agar berperan
aktif
2.
Mempersiapkan alat dan media
yang dibutuhkan
9.
Setting Tempat
: Notulen
Kegiatan Penyuluhan.
|
No.
|
Waktu |
Kegiatan Penyuluhan
|
Kegiatan Peserta
|
|
1.
|
5 menit
|
Pembukaan
|
|
|
|
|
- Mengucapkan salam
- Memperkenalkan mahasiswa
dan
pembimbing
- Menjelaskan tujuan
- Menjelaskan kontrak waktu
|
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan
|
|
2.
|
20 menit
|
Materi
|
|
|
|
|
-
Menggali pengetahuan peserta tentang demam berdarah
-
Memberi reinforcement positif
atas jawaban peserta.
-
Meluruskan konsep tentang pengertian demam berdarah
- Menggali pengetahuan peserta tentang penyebab demam berdarah
-
Memberi reinforcement positif
atas jawaban peserta.
-
Meluruskan konsep tentang penyebab demam berdarah
-
Menggali pengetahuan peserta apa saja tanda dan gejala demam berdarah
-
Memberi reinforcement positif
atas jawaban peserta.
-
Meluruskan konsep tentang tanda dan gejala demam berdarah
-
Menggali pengetahuan peserta
tentang cara perawatan dan
pengobatan demam berdarah
-
Memberi reinforcement positif
terhadap jawaban peserta.
-
Meluruskan konsep tentang cara perawatan dan pengobatan demam berdarah
-
Menggali pengetahuan peserta
tentang cara pencegahan demam berdarah
-
Memberi reinforcement positif
terhadap jawaban peserta.
- Meluruskan pengetahuan tentang cara pencegahan demam berdarah
|
- Mengemukakan pendapat.
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Mengemukakan pendapat
- Memperhatikan
- Memperhatikan.
- Mengemukakan pendapat
- Memperhatikan
- Memperhatikan
-
Mengemukakan pendapat
-
Memperhatikan
-
Memperhatikan
-
Mengemukakan pendapat
-
Memperhatikan
-
Memperhatikan
|
|
3.
|
5 menit
|
Penutup
|
|
|
|
|
-
Bersama peserta
menyimpulkan materi
-
Mengucapkan salam
|
-
Berpartisipasi
-
Menjawab salam
|
D.
Kriteria Evaluasi.
1.
Evaluasi Struktur
a.
Peserta menghadap ke arah
mahasiswa.
b.
Peserta turut serta dalam
kegiatan.
c.
Tempat
dan media serta alat penyuluhan sesuai rencana.
2.
Evaluasi Proses
a.
Waktu
yang direncanakan sesuai pelaksanaan.
b.
Peserta
dapat berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan
c.
Peserta
tidak meninggalkan tempat selama penyuluhan.
3.
Evaluasi Hasil.
75% peserta dapat :
a. Menjelaskan apa pengertian Demam berdarah
b. Menjelaskan apa saja penyebab Demam berdarah
c. Menjelaskan apa saja tanda dan gejala Demam
berdarah
d. Menjelaskan bagaimana cara perawatan dan
pengobatan DBD
e. Menjelaskan bagaimana cara mencegahan Demam
berdarah
Lampiran Materi
DEMAM BERDARAH
- Pengertian
Demam Berdarah Dengue merupakan
penyakit yang disebabkan oleh virusdengue yang dapat menyerang pada anak dan
dewasa dengan gejala utamademam,
nyeri otot dan
sendi yang biasanya
memburuk setelah dua
haripertama.
- Penyebab
Penyakit DBD disebabkan oleh virus
dengue dan ditularkan oleh gigitannyamuk Aedes Aegypti pada pembuluh darah.
- Tanda
dan Gejala
1.
Demam tinggi
2 – 7 hari disertai menggigil.
2.
Mual dan
muntah
3.
Pegal – pegal
pada seluruh badan
4.
Pendarahan
dibawah kulit
5.
Pendarahan
lain seperti : batuk darah, muntah darah, buang air besar berdarah dan buang
air kecil berdarah.
- Perawatan
dan Pengobatan
Di Rumah :
1.
Beri
penderita minum air yang banyak (air masak, teh, susu atau minuman lainnya)
2.
Cepat bawa
kedokter, puskesmas atau langsung ke rumah sakit apabila penderita tampak
gelisah, lemah, kaki dan tangan dingin, bibir pucat dan denyut nadi lemah.
Di Rumah Sakit :
1.
Penderita
harus tirah baring atau istirahat total ditempat tidur
2.
Penderita
diberi diit makanan lunak.
3.
Penderita
harus banyak minum (2 – 2,5 liter / jam). Pemberian cairan merupakan hal yang
paling penting bagi penderita demam berdarah.
4.
Pengambilan
sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium (setiap hari darah penderita
diambil untuk pemeriksaan).
5.
Transfusi
darah.
6.
Pemberian
terapi obat.
- Cara
Pencegahan
1.
Memelihara
lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari.
2.
Melakukan
pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara :
a.
Menutup dan
menguras tempat penampungan air setiap minggu agar bebas dari jentik nyamuk.
b.
Mengubur,
membakar dan membuang kaleng, botol bekas dan sampah lainnya sehingga
tidak menjadi tempat
perindukan nyamuk aedesaegypti.
c.
Rapikan
halaman dan jangan biarkan semak – semak dihalaman tidak terurus.
d.
Bersihkan
selokan agar air dapat mengalir dengan lancar.
e.
Tidak
membiarkan kain / baju bergantungan.
DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita
Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 1.Jakarta: Media Aesculapius.
Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita
Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 2.Jakarta: Media Aesculapius.
Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC
No comments:
Post a Comment