Saturday, February 18, 2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


SATUAN ACARA PENYULUHAN
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
                                                                 

A.    Latar Belakang

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak dua sampai tujuh hari tanpa penyebab yang jelas, lemah atau lesu, gelisah, nyeri ulu hati, disertai dengan tanda-tanda perdarahan di kulit berupa bintik perdarahan (petechia), ruam (purpura). Kadangkadang mimisan, berak darah, muntah darah, kesadaran menurun. Hal yang dianggap serius pada demam berdarah dengue adalah jika muncul perdarahan dan tanda-tanda syok/ renjatan (Mubin, 2009: 19).
Demam Berdarah Dengue (DBD/Dengue Hemmoragic Fever) merupakan masalah kesehatan yang ditemukan di daerah tropis dan subtropis, terutama di daerah perkotaan. DBD merupakan penyakit dengan potensi fatalitas yang cukup tinggi, yang ditemukan pertama kali pada tahun 1950an di Filipina dan Thailand, saat ini dapat ditemukan di sebagian besar negara di Asia. Jumlah negara yang mengalami wabah DBD telah meningkat empat kali lipat setelah tahun 1995. Sebagian besar kasus DBD menyerang anak-anak. Angka fatalitas kasus DBD dapat mencapai lebih dari 20%, namun dengan penanganan yang baik dapat menurun hingga kurang dari 1 % (WHO, 2008).
Di Indonesia, DBD telah menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 30 tahun terakhir. Jumlah kasus DBD pada tahun 2007 telah mencapai 139.695 kasus, dengan angka kasus baru (insidensi rate) 64 kasus per 100,000 penduduk. Total kasus meninggal adalah 1.395 kasus /Case Fatality Rate sebesar 1% (Depkes RI, 2008a). Pada saat ini kasus DBD dapat ditemukan di seluruh propinsi di Indonesia dan 200 kota telah melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD (Depkes RI, 2008)
Pemberantasan DBD yang dilakukan selama ini dengan sasaran nyamuk dewasa melalui pengasapan, kemudian diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penanpungan air. Hal ini sampai sekarang belum menampakkan hasil yang memuaskan dimana terbukti setiap tahun selalu datang penyakit DBD tersebut.
Cara yang efektif untuk mencegah penularan virus demam berdarah ialah memberantas sarang nyamuk(aedes aegypti). Untuk itu kami membuat SAP sebagai landasan teori dari PenKes, dengan maksud mampu membantu memberantas perkembangan penyakit DBD di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar.

B.     Tujuan

                     1.       Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit tentang Demam   Berdarah Dengue diharapkan lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar mengetahui tentang Demam Berdarah Dengue dan   cara pencegahannya.

                     2.       Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar dapat :
                                 a.     Menjelaskan pengertian DBD
                                b.     Menjelaskan  penyebab DBD
                                 c.     Menjelaskan tanda dan gejala DBD
                                d.     Menjelaskan perawatan dan pengobatan DBD
                                 e.     Menjelaskan pencegahan DBD

  1. Pelaksanaan Kegiatan.
                     1.       Topik.
Penyuluhan kesehatan tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue dan cara pencegahannya.
                     2.       Sasaran
Semua lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar
                     3.       Materi
(Terlampir)
                     4.       Metode
a. Ceramah.
b. Tanya jawab.
c. Diskusi.
                     5.       Media dan alat.
a. Power Point
b. Leaflet

                     6.       Waktu dan Tempat.
Hari/tanggal            : Kamis, 12 Januari 2017
Jam                         : 08.0008.30 WIB.
Tempat                    : Masjid An-Nur PSTW Kasih Sayang Ibu
  Batusangkar

                     7.       Pengorganisasian.
a.       Moderator                     : Eni Gusnita
b.      Presenter                       : Fuadil Ulum
c.       Notulen                         :
-          
d.      Observer                       :
-          
e.       Fasilitator                      : 
-          






                     8.       Uraian Tugas
                                 a.     Moderator , berperan sebagai :
1.    Membuka acara
2.    Memperkenalkan diri dan anggota, pembimbing klinik dan akademik
3.    Menyampaikan tujuan dari penyuluhan
4.    Menutup acara
b.    Presenter, berperan sebagai :
1.    Membaca isi penyuluhan
2.    Memberikan dan menjawab pertanyaan
3.    Menyimpulkan hasil penyuluhan
4.    Melaksanakan evaluasi
c.    Notulen, berperan sebagai :
1.    Mencatat setiap pertanyaan peserta
2.    Membantu presenter menjawab pertanyaan
d.   Observer, berperan sebagai :
1.    Mengamati jalannya proses kegiatan
2.    Membuat laporan hasil penyuluhan
e.    Fasilitator, berperan sebagai :
1.      Memotivasi audien agar berperan aktif
2.      Mempersiapkan alat dan media yang dibutuhkan










                     9.       Setting Tempat
 








           


   Keterangan :
                                    : Pembimbing                         
                                    : Presenter      
                                    : Moderator
: Observer
: Fasilitator     
: Peserta
: Notulen
: Media











Kegiatan Penyuluhan.
No.

Waktu

Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1.
5 menit
Pembukaan



-  Mengucapkan salam
-  Memperkenalkan mahasiswa
    dan pembimbing
-  Menjelaskan tujuan
-  Menjelaskan kontrak waktu

- Memperhatikan
- Memperhatikan

- Memperhatikan
- Memperhatikan
2.
20 menit
Materi



-     Menggali pengetahuan peserta tentang demam berdarah
-     Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta.
-     Meluruskan konsep tentang pengertian demam berdarah
-     Menggali pengetahuan peserta tentang penyebab demam berdarah
-     Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta.
-     Meluruskan konsep tentang penyebab demam berdarah
-     Menggali pengetahuan peserta apa saja tanda dan gejala demam berdarah
-     Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta.
-     Meluruskan konsep tentang tanda dan gejala demam berdarah

-     Menggali pengetahuan peserta tentang cara perawatan dan pengobatan demam berdarah
-     Memberi reinforcement positif terhadap jawaban peserta.
-     Meluruskan konsep tentang cara perawatan dan pengobatan demam berdarah
-     Menggali pengetahuan peserta tentang cara pencegahan demam berdarah
-     Memberi reinforcement positif terhadap jawaban peserta.
-     Meluruskan pengetahuan tentang cara pencegahan demam berdarah

- Mengemukakan pendapat.

-  Memperhatikan

-  Memperhatikan

-  Mengemukakan pendapat


-  Memperhatikan

-  Memperhatikan.

- Mengemukakan pendapat


- Memperhatikan

- Memperhatikan


-    Mengemukakan pendapat


-    Memperhatikan

-    Memperhatikan


-    Mengemukakan pendapat


-    Memperhatikan

-    Memperhatikan


3.
5 menit
Penutup



-          Bersama peserta menyimpulkan materi
-          Mengucapkan salam

-    Berpartisipasi

-    Menjawab salam










D.    Kriteria Evaluasi.
                          1.       Evaluasi Struktur
a.      Peserta menghadap ke arah mahasiswa.
b.      Peserta turut serta dalam kegiatan.
c.       Tempat dan media serta alat penyuluhan sesuai rencana.

                          2.       Evaluasi Proses
a.      Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan.
b.      Peserta dapat berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan
c.       Peserta tidak meninggalkan tempat selama penyuluhan.

                          3.       Evaluasi Hasil.
75% peserta dapat :
                                     a.     Menjelaskan apa pengertian Demam berdarah
                                     b.     Menjelaskan apa saja penyebab Demam berdarah
                                     c.     Menjelaskan apa saja tanda dan gejala Demam berdarah
                                    d.     Menjelaskan bagaimana cara perawatan dan pengobatan DBD
                                     e.     Menjelaskan bagaimana cara mencegahan Demam berdarah






















Lampiran Materi

DEMAM BERDARAH

  1. Pengertian    
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virusdengue yang dapat menyerang pada anak dan dewasa dengan gejala utamademam,   nyeri   otot   dan   sendi   yang   biasanya   memburuk   setelah   dua   haripertama.

  1. Penyebab     
Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh gigitannyamuk Aedes Aegypti pada pembuluh darah.

  1. Tanda dan Gejala
1.      Demam tinggi 2 – 7 hari disertai menggigil.
2.      Mual dan muntah
3.      Pegal – pegal pada seluruh badan
4.      Pendarahan dibawah kulit
5.      Pendarahan lain seperti : batuk darah, muntah darah, buang air besar berdarah dan buang air kecil berdarah.

  1. Perawatan dan Pengobatan
Di Rumah :
1.      Beri penderita minum air yang banyak (air masak, teh, susu atau minuman lainnya)
2.      Cepat bawa kedokter, puskesmas atau langsung ke rumah sakit apabila penderita tampak gelisah, lemah, kaki dan tangan dingin, bibir pucat dan denyut nadi lemah.
     
Di Rumah Sakit :
1.      Penderita harus tirah baring atau istirahat total ditempat tidur
2.      Penderita diberi diit makanan lunak.
3.      Penderita harus banyak minum (2 – 2,5 liter / jam). Pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita demam berdarah.
4.      Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium (setiap hari darah penderita diambil untuk pemeriksaan).
5.      Transfusi darah.
6.      Pemberian terapi obat.

  1. Cara Pencegahan
1.      Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari.
2.      Melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara :
a.       Menutup dan menguras tempat penampungan air setiap minggu agar bebas dari jentik nyamuk.
b.      Mengubur, membakar dan membuang kaleng, botol bekas dan sampah lainnya   sehingga   tidak   menjadi   tempat   perindukan   nyamuk   aedesaegypti.
c.       Rapikan halaman dan jangan biarkan semak – semak dihalaman tidak terurus.
d.      Bersihkan selokan agar air dapat mengalir dengan lancar.
e.       Tidak membiarkan kain / baju bergantungan.







































DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 1.Jakarta: Media Aesculapius.

Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 2.Jakarta: Media Aesculapius.

Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC


No comments:

Post a Comment