Saturday, February 18, 2017

SAP BAHAYA MEROKOK

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan       :  Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat ( PHBS )
Hari / Tanggal         :  Kamis, 3 Desember 2015
Pukul                      :  08.0008.30 WIB
Sasaran                   :  Audien
Tempat                   :  Puskesmas Mandiangin, Koto Selayan Bukittinggi
                                                                                                                                                      
A.    Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Harapan tersebut dapat terwujud apabila masyarakat diberdayakan sepenuhnya dengan sumber daya dimilikinya untuk dapat menerapkan PHBS dalam kehidupannya sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang harus dilakukan oleh setiap individu/keluarga/kelompok sangat banyak, dimulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/keluarga/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu pilar kesehatan yang menjadi salah satu program dari puskesmas.

B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan audien di puskesmas mandiangin dapat memahami tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat.

2.      Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan audien dapat :
a.       Memahami tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)
b.      Memahami Ciri-Ciri Rumah Sehat
c.       Memahami Indikator Dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
d.      Memahami Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat
e.       Memahami Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

C.    Pelaksanaan Kegiatan.
a.    Topik.
Penyuluhan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat ( PHBS ).

b.    Sasaran
Audien di Puskesmas Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi.

c.    Materi (Terlampir)

d.   Metode
1. Ceramah.
2. Tanya jawab.
3. Diskusi.

e.    Media dan alat.
1. Banner
2. Leaflet


f.     Waktu dan Tempat.
Hari/tanggal            : Kamis, 26 November 2015
Jam                         : 08.00 – 08.30 WIB.
Tempat                    : Puskesmas Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi

g.    Pengorganisasian.
1.      Moderator                     : Pipi Maya Kartika
2.      Presenter                       : Ayu Amelia Parsya
3.      Observer                       : Fuadil Ulum
4.      Fasilitator                      :  1. M. Rahmadani
                                                               2. Nining Arnita G.N
                                                               3. Fika Agnofia

h.    Uraian Tugas
1.    Moderator , berperan sebagai :
·      Membuka acara
·      Memperkenalkan diri dan anggota, pembimbing klinik dan akademik
·      Menyampaikan tujuan dari penyuluhan
·      Menutup acara
2.    Penyaji, berperan sebagai :
·      Membaca isi penyuluhan
·      Memberikan dan menjawab pertanyaan
·      Menyimpulkan hasil penyuluhan
·      Melaksanakan evaluasi
3.    Observer, berperan sebagai :
·      Mengamati jalannya proses kegiatan
·      Membuat laporan hasil penyuluhan
4.    Fasilitator, berperan sebagai :
·      Memotivasi audien agar berperan aktif
·      Mempersiapkan alat dan media yang dibutuhkan

i.      Setting Tempat.
 










           

   Keterangan :
                                    : Pembimbing                         
                                    : Presenter      
                                    : Moderator
: Observer
: Fasilitator     
: audien          

Kegiatan Penyuluhan.
No.

Waktu

Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Audien
1.
5 menit
Pembukaan



-  Mengucapkan salam
-  Memperkenalkan mahasiswa
    dan pembimbing
-  Menjelaskan tujuan
-  Menjelaskan kontrak waktu

- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan
2.
15 menit
Materi



-     Menggali pengetahuan audien tentang pengertian Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)
-     Memberi reinforcement positif atas jawaban audien.
-     Meluruskan konsep tentang pengertian Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)
-     Menggali pengetahuan audien tentang Ciri-Ciri Rumah Sehat
-     Memberi reinforcement positif atas jawaban audien.
-     Meluruskan konsep tentang Ciri-Ciri Rumah Sehat
-     Menggali pengetahuan audien tentang Indikator Dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
-     Memberi reinforcement positif atas jawaban audien.
-     Meluruskan konsep tentang Indikator Dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
-     Menggali pengetahuan audien Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat
-     Memberi reinforcement positif terhadap jawaban audien.
-     Meluruskan konsep tentang Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat
-     Menggali pengetahuan audien Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
-     Memberi reinforcement positif terhadap jawaban audien.
-     Meluruskan pengetahuan tentang Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
-   Mengemukakan pendapat.

-  Memperhatikan

-  Memperhatikan

-  Mengemukakan pendapat
-  Memperhatikan

-  Memperhatikan.


-   Mengemukakan pendapat
- Memperhatikan

-   Memperhatikan
-    Mengemukakan pendapat

-    Memperhatikan

-    Memperhatikan
-    Mengemukakan pendapat
-    Memperhatikan

-    Memperhatikan

3.
5 Menit
Evaluasi



o   Menanyakan sejauh mana audien memahami tentang materi yang telah diberikan
o   Memberi kesempatan kepada audien untuk bertanya
o   Menyimpulkan inti dari penyuluhan


-          Mengemukakan pendapat
-          Bertanya


-          Memperhatikan
3.
5 menit
Penutup



o  Menyampaikan terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan kepada audien
o  Mengucapkan salam

-    Menjawab salam

D.    Kriteria Evaluasi.
                     1.         Evaluasi Struktur
a.       Audien diharapkan menghadap ke arah mahasiswa.
b.      Audien turut serta dalam kegiatan.
c.       Tempat dan media serta alat penyuluhan sesuai rencana.

                     2.         Evaluasi Proses
a.       Audien antusiasi terhadap materi penyuluhan
b.      Audien tidak meninggalkan tempat penyuluhan.
c.       Audien mengajukan dan menjawab pertanyaan secara benar.

E.     Evaluasi Hasil.
Setelah penyuluhan diharapkan :
a.    75% audien mampu menyebutkan tentang pengertian Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)
b.    75% audien mampu menyebutkan Ciri-Ciri Rumah Sehat
c.    75% audien mampu menyebutkan Indikator Dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
d.   75% audien mampu menyebutkan Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat
e.    75% audien mampu menyebutkan Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Lampiran Materi
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS )

A.    Definisi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)
Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat (Depkes, 2008).
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat (Depkes, 2008).
Perilaku Hidup Berih Dan Sehat (PBHS) adalah sebagai wujud operasional promosi kesehatan merupakan dalam upaya mengajak, mendorong kemandirian masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (Ekasari, 2008).
Berdasarkan beberapa defenisi PHBS adalah upaya untuk mewujudkan kesehatan anggota keluarga agar tahu, mau dan mampu melaksakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah:
1.      Diare
2.      Demam berdarah
3.      Disentri
4.      Hepatitis A
5.      Kolera
6.      Tiphus
7.      Cacingan
8.      Malaria

B.     Ciri-Ciri Rumah Sehat
Ada 5 ciri-ciri rumah sehat menurut Notoadmodjo (2007) sebagai berikut:
1.      Bahan bangunan
Bahan bangunan terbuat dari lantai ubin atau semen, dinding terbuat dari tembok, atap rumah terbuat dari genteng atau seng.

2.      Ventilasi
Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi yaitu untuk menjaga agar aliran udara dalam rumah tersebut tetap segar, untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap dalam kelembaban yang optimum.
3.      Cahaya
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak  terlalu banyak.
4.      Luas bangunan rumah
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya.
5.      Fasilitas-fasilitas dalam rumah sehat
Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas yaitu penyediaan air bersih yang cukup, pembuangan tinja, pembuangan air limbah, pembuangan sampah, fasilitas dapur, ruang berkumpul keluarga.

C.    Indikator Dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
1.      Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Pertolongan persalinan pada ibu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan, paramedis lainnya) sebagai penolong pertama dalam proses lahirnya janin bayi, pemotongan tali pusat dan keluarnya plasenta.
2.      Bayi diberi ASI Sejak Lahir sampai berusia 6 bulan
Bayi yang berumur 0-6 bulan yang mendapat ASI sejak lahir sampai umur 6 bulan tanpa makanan tambahan.
3.      Mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Setiap pendudukmempunyai jenis pembiayaan pra-upaya seperti Askes, Jamsostek/Astek, Asuransi Perusahaan/Kantor, dan Dana Sehat.
4.      Ketersediaan Air Bersih
Sumber air minum rumah tangga yang berasal dari sumber air dalam kemasan, leding, pompa, sumur terlindung, serta mata air terlindung minimal berjarak 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah.


5.      Ketersediaaan Jamban
Rumah tangga menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan sebagai pembuangan akhir.
6.      Kesesuaian Luas Lantai Dengan Jumlah Penghuni
Luas lantai rumah yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari- hari dibagi dengan jumlah penghuni minimal 9 m².
7.      Lantai Rumah Bukan Dari Tanah
Lantai rumah yang digunakan dari permanen atau lantai papan (rumah panggung).
8.      Makan Buah Dan Sayur Setiap Hari
Anggota keluarga yangberumur 15 tahun keatas mengkonsumsi sayur dan buah dengan perimbangan minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya 3 porsi sayur dan 2 porsi buah selama 7 hari dalam seminggu.
9.      Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
Anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas yang melakukan aktivitas seperti olah raga selama 10 menit, setiap hari minimal 5 hari dalam satu minggu.
10.  Tidak Merokok di Dalam Rumah
Anggota keluarga yangberumur 15 tahun ke atas tidak ada yang merokok didalam rumah setiap hari/kadang-kadang.

D.    Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat
Menurut Ekasari, dkk (2008) Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat sebagai berikut:
1.      Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat
2.      Masyarakat mampu mencegah dan mangatasi masalah-masalah kesehatan yang    dihadapinya
3.      Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya.
4.      Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat untuk pencapaian PHBS di rumah tangga, seperti penyelenggaraan posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan ibu bersalin dan sosial ibu bersalin, ambulan desa, kelompok
5.      Pemakaian air dan pembersihan jamban.


E.     Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Menurut Ekasari, dkk (2008) Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai berikut:
1.      Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
2.      Anak tumbuh sehat dan cerdas.
3.      Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat.
4.      Pengeluaran biaya rumah tangga dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi keluarga, biaya pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.

KESIMPULAN

PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
Kesehatan lingkungan adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang berakibat atau mempengaruhi derajat kesehatan manusia.
PHBS kesehatan lingkungan adalah perilaku kesehatan yang menciptakan hubungan antara manusia dan lingkungannya yang berakibat mempengaruhi derajat kesehatan manusia.
Indikator kesehatan lingkungan :
1. Perumahan bersih dan sehat
2. Penyediaan air bersih
3. Penanganan air limbah
4. Penanganan sampah
5. Pembuangan kotoran manusia (Tinja)
PHBS Kesehatan Lingkungan di Indonesia masih diirasakan belum memenuhi kebutuhan sanitasi dasar, yaitu sanitasi minimal yang diperlukan agar dapat memenuhi criteria kesehatan pemukiman.






DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum Tim Pembina, Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi oleh Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.
http://abahjack.com/rmah-sehat-dalam-lingkungan-yang-sehat.html#more-13
http://www.asho-aceh.org/artikel/Training%20module-HEALTH%20PLAN/PHBS.ppt.
Mukono.2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya
Soemirat, Juli.2004. Kesehatan Lingkungan.Yogyakarta : Gajah Mada University Pres
Sumijatun, et al.2005. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Jakarta : EGC.



No comments:

Post a Comment