Saturday, February 18, 2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENYAKIT FILARIASIS

SATUAN ACARA PENYULUHAN
TENTANG
 PENYAKIT FILARIASIS

A.    Latar Belakang
Filariasis adalah penyakit menular (Penyakit Kaki Gajah) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan Negara.

B.     Tujuan
-          Tujuan Umum
Dengan diadakannya penyuluhan tentang penyakit Filariasis/Kaki Gajah diharapkan semua kalangan masyarakat dapat mengerti apa itu Filariasis, penyebab filariasis dan akibat yang ditimbulkannya.
-          Tujuan Khusus
a)         Semua kalangan masyarakat dapat mengetahui bagaimana siklus penyakit Filariasis/kaki gajah ?
b)         Semua kalangan masyarakat dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit Filariasis/kaki gajah.
c)         Semua kalangan masyarakat dapat memutuskan mata rantai penyebab penyakit Filariasis/kaki gajah.

C.    Pelaksanaan Kegiatan
-          Pokok Bahasan
o   Filariasis (Penyakit Kaki Gajah)

-          Sasaran Dan Target
o   Masyarakat

-          Metode
o   Ceramah / Diskusi

-          Media Dan Alat
o   Power Point Dan Poster

-          Waktu Dan Tempat
o   Ruangan 208 STIKes PERINTIS – SUMBAR Kampus II Jam 11.00 WIB
-          Pengorganisasian Dan Fungsinya / Uraian Tugas
o   Moderator : Amelia Miftah Ulrahma  
§  Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta, mengatur proses dan lama penyuluhan dan menutup acara penyuluhan.

o   Penyaji : Fuadil Ulum
§  Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan mudah dipahami.

o   Fasilitator : Fikha Agnofia
§  Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.

o   Observer : Doni Setia Budi
§  Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan

o   Notulen : Ayu Amelia Parsya
§  Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.

o   Peserta
§  Masyarakat (Mahasiswa DIII Keperawatan Tingkat II)

-         
INFOKUS
 
Setting Tempat


Rounded Rectangle: PAPAN TULIS
DAN
POSTER
 




                                                                                            
Hexagon: Meja Penyaji Dan ModeratorOval: Notulen                                                                                                                  
Oval: Fasilitator
 



Oval: Observer                  
Bangku Sasaran Penyuluhan
 
                           
Bangku Sasaran Penyuluhan
 
 


                                                                                                                          
-          Rencana Kegiatan Penyuluhan
Proses
Tindakan
Waktu
Kegiatan Pemateri
Kegiatan Peserta
Pendahuluan
1.      Memberikan salam, memperkenalkan diri, dan membuka penyuluhan.
2.      Menjelaskan gambaran umum tentang materi yang akan diajarkan beserta manfaatnya.
Memperhatikan dan menjawab salam

Memperhatikan



5 menit
Penyajian
1.    Menjelaskan Pengertian Filariasis
Ø  Menanyakan kepada peserta apabila ada yang kurang jelas
Ø  Menerima dan menjawab pertanyaan yang diajukan peserta
  2.    Menjelaskan penyebab, gejala, beserta pencegahan
Ø  Menanyakan kepada peserta apabila ada yang kurang jelas
Ø  Menerima dan menjawab pertanyaan yang diajukan peserta
   3.   Menjelaskan cara pengobatan kaki gajah
Memperhatikan


Memberikan pertanyaan

Memperhatikan


Memperhatikan

Memberikan pertanyaan

Memperhatikan


Memperhatikan

15 menit
Penutup
1.      Menutup pertemuan dengan membacakan kesimpulan materi yang telah dibahas.
2.      memberi salam penutup.
Memperhatikan


Memperhatikan dan menjawab salam.
10 menit
MATERI PENYULUHAN FILARIASIS PADA MASYARAKAT

A.    Pengertian Filariasis
            Penyakit kaki gajah / filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filarial yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.
Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan akan mengakibatkan cacat menetap berupa pembesaran kaki,alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

B.     Tanda dan gejala klinis Filariasis/kaki gajah.
a.      Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat  dan  muncul kembali setelah bekerja berat.
b.      Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha     (lymphadenitis) yang tampak kemerahanKetiak (Lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
c.       Panas dan sakit radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki / pangkal lengan kearah ujung (Retrograde lymphangitis)
d.      Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
e.       Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)

C.    Penyebab Filariasis/kaki gajah
            Penyebab penyakit filariasis adalah cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
              Siklus hidup cacing filaria dapat terjadi dalam tubuh nyamuk apabila nyamuk tersebut menggit dan menghisap darah orang yang terserang filariasis, sehingga mikrofilaria yang terdapat ditubuh penderita ikut terhisap kedalam  tubuh nyamuk. Mikrofilaria tersebut masuk kedalam tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung dan bersarang diantara otot – otot dada (Toraksi).
              Bentuk mikrofilaria menyerupai sosis yang disebut larva stadium I. Dalam waktu kurang lebih satu minggu larva ini berganti kulit, tumbuh menjadi lebih gemuk dan panjang yang disebut larva stadiun II. Pada hari kesepuluh dan seterusnya larva berganti kulit untuk kedua kalinya, sehingga menjadi lebih panjang dan kurus, ini adalah larva stadium III. Gerak larva stadium III ini sangat aktif, sehingga larva mulai bermigrasi mula – mula ke rongga perut (Abdomen) kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk nyamuk.
              Apabila nyamuk mikrofilaria ini menggigit manuisa maka mikrofilaria yang sudah berbentuk larva infektif (Larva stadium III) secara aktif ikut masuk kedalam tubuh manusia (Hospes),bersama – sama dengan aliran darah dalam tubuh manusia.Larva keluar dari pembuluh darah dan masuk  ke pembuluh limfe. Didalam pembuluh limfe larva mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi dewasa yang sering disebut larva stadium IV dan larva  stadium V. Cacing filaria yang sudah dewasa bertempat di pembuluh limfe, sehingga akan menyumbat pembuluh limfe dan akan terjadi pembengkakan. Cacing filaria sendiri memiliki ciri sebagai berikut :
  1. Cacing dewasa (makrofilaria) berbentuk seperti benang berwarna putih kekuningan. Sedangkan larva cacing filaria (kirofilaria berbentuk seperti benang berwarna putih susu..
  2. Makrofilaria yang betina memiliki panjang kurang lebih 65-100mm dan ekornya lurus berujung tumpul. Untuk makro filaria yang jantan memiliki panjang kurang lebih 40mm dan ekor melingkar.Sedangkan mikrofilaria memilki panjang kurang labih 250 mikron, bersarung pucat
  3. Tempat hidup makrofilaria jantan dan betina di saluran limfe. Tetapi pada malam hari mikrofilaria terdapat didalam darah tepi sedangkan pada siang hari mikrofilaria terdapat di kapiler alat- alat dalam seperti paru- paru, jantung, dan hati.

D.    Cara penularan filariasis/kaki gajah.
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit dan menghipas darah orang tersebut. Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
            Penyakit kaki gajah / filariasis ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya.Darah yang terinfeksi yang mengandung larva dan di tularkan ke orang lain. pada nyamuk yang terinfeksi, kemudian menggigit / menghisap darah orang tersebut.
E.     Tindakan Pencegahan
Pencegahan terhadap penyakit filariasis / kaki gajah dapat dilakukan dengan jalan :
a.      Berusaha menghindari diri dari gigitan nyamuk.
b.      Membersihkan air pada rawa-rawa yang merupakan tempat   perindukan    nyamuk
c.       Mengeringkan / genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk.
d.      Membakar sisa-sisa sampah (berupa kertas dan plastik).
e.       Minimal melakukan penyemprotan sebulan sekali.

F.     Penanganan dan pencegahan penyakit filariasis/kaki gajah.
Pada kasus yang masih bersifat subklinis (hematuria, proteinuria, serta abnormalitas limfosintigrafi) sebaiknya diberikan antibiotik profilaksis dengan terapi suportif misalnya dengan antipiretik dan analgesik. Sedangkan jika sudah mikrofilaremia negatif, yakni ketika manifestasi cacing dewasa sudah terlihat, barulah DEC menjadi acuan obat utama.
Yang penting selain pengobatan klinis filariasis ialah edukasi dan promosi pada masyarakat sekitar untuk memberantas nyamuk dengan gerakan 3M, sama seperti pemberantasan demam berdarah. Selain itu, di beberapa tempat perlu juga dilakukan pemberian DEC profilaksis yang ditambahkan ke dalam garam dapur khusus untuk masyarakat di daerah tersebut. Namun yang belakangan tidak terlalu populer di Indonesia.













DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, A, 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1. Edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius.
Pohan, T. H. 1999. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1. Edisi 3, Jakarta: Balai Penerbit FKUI.



























-          Krikteria Evaluasi
o   Evaluasi Struktur
§  Peserta hadir ditempat penyuluhan
§  Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruangan 208 STIKes Perintis Sumbar Kampus II Jam 11.00 WIB
§  Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya

o   Evaluasi Proses
§  Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
§  Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
§  Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

o   Evaluasi Hasil
·         Masyarakat mengetahui tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
·         Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 19 orang.










-          Penutup

Demikianlah SAP ini penulis buat, semoga dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Bukittinggi, 3 Desember 2014


                                                                                                ( Fuadil Ulum )
Disetujui Oleh :
Koordinator Mata Kuliah



                    ( Asrul Fahmi, SKM )

No comments:

Post a Comment