SATUAN ACARA PENYULUHAN
TENTANG
PENYAKIT FILARIASIS
A.
Latar
Belakang
Filariasis
adalah penyakit menular (Penyakit Kaki Gajah) yang disebabkan oleh cacing
Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat
menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan
cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan
maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan
hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga,
masyarakat dan Negara.
B.
Tujuan
-
Tujuan
Umum
Dengan
diadakannya penyuluhan tentang penyakit Filariasis/Kaki Gajah diharapkan semua
kalangan masyarakat dapat mengerti apa itu Filariasis, penyebab filariasis dan
akibat yang ditimbulkannya.
-
Tujuan
Khusus
a) Semua kalangan
masyarakat dapat mengetahui bagaimana siklus penyakit Filariasis/kaki gajah ?
b) Semua kalangan
masyarakat dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit Filariasis/kaki gajah.
c) Semua kalangan
masyarakat dapat memutuskan mata rantai penyebab penyakit Filariasis/kaki
gajah.
C.
Pelaksanaan
Kegiatan
-
Pokok
Bahasan
o
Filariasis (Penyakit Kaki Gajah)
-
Sasaran
Dan Target
o
Masyarakat
-
Metode
o
Ceramah / Diskusi
-
Media Dan
Alat
o
Power Point Dan Poster
-
Waktu Dan
Tempat
o
Ruangan 208 STIKes PERINTIS – SUMBAR Kampus II
Jam 11.00 WIB
-
Pengorganisasian
Dan Fungsinya / Uraian Tugas
o
Moderator
: Amelia Miftah Ulrahma
§
Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri
dan tim kepada peserta, mengatur proses dan lama penyuluhan dan menutup acara
penyuluhan.
o
Penyaji :
Fuadil Ulum
§
Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan
mudah dipahami.
o
Fasilitator
: Fikha Agnofia
§
Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi
penyuluhan.
o
Observer
: Doni Setia Budi
§
Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana
penyuluhan
o
Notulen :
Ayu Amelia Parsya
§
Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
o
Peserta
§
Masyarakat (Mahasiswa DIII Keperawatan Tingkat
II)
-
|
Setting Tempat
![]() |

|
|
-
Rencana Kegiatan
Penyuluhan
|
Proses
|
Tindakan
|
Waktu
|
|
|
Kegiatan Pemateri
|
Kegiatan Peserta
|
||
|
Pendahuluan
|
1.
Memberikan salam, memperkenalkan diri, dan
membuka penyuluhan.
2.
Menjelaskan gambaran umum tentang materi yang
akan diajarkan beserta manfaatnya.
|
Memperhatikan dan menjawab salam
Memperhatikan
|
5 menit
|
|
Penyajian
|
1. Menjelaskan Pengertian Filariasis
Ø Menanyakan kepada peserta apabila ada yang kurang jelas
Ø Menerima dan menjawab pertanyaan yang
diajukan peserta
2. Menjelaskan penyebab, gejala, beserta
pencegahan
Ø Menanyakan kepada peserta apabila ada yang kurang jelas
Ø Menerima dan menjawab pertanyaan yang
diajukan peserta
3. Menjelaskan cara pengobatan kaki gajah
|
Memperhatikan
Memberikan pertanyaan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memberikan pertanyaan
Memperhatikan
Memperhatikan
|
15 menit
|
|
Penutup
|
1.
Menutup pertemuan dengan membacakan kesimpulan
materi yang telah dibahas.
2.
memberi salam penutup.
|
Memperhatikan
Memperhatikan dan menjawab salam.
|
10 menit
|
MATERI PENYULUHAN FILARIASIS PADA
MASYARAKAT
A.
Pengertian
Filariasis
Penyakit kaki gajah / filariasis
adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filarial yang ditularkan
melalui berbagai jenis nyamuk.
Penyakit
ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan akan
mengakibatkan cacat menetap berupa pembesaran kaki,alat kelamin baik perempuan
maupun laki-laki.
B.
Tanda
dan gejala klinis Filariasis/kaki gajah.
a.
Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam
dapat hilang bila istirahat dan muncul kembali setelah bekerja berat.
b.
Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa
ada luka) didaerah lipatan paha
(lymphadenitis) yang tampak kemerahanKetiak (Lymphadenitis) yang tampak
kemerahan, panas dan sakit
c.
Panas dan sakit radang saluran kelenjar
getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki /
pangkal lengan kearah ujung (Retrograde lymphangitis)
d.
Filarial abses akibat seringnya menderita
pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta
darah
e.
Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah
zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)
C.
Penyebab
Filariasis/kaki gajah
Penyebab penyakit filariasis adalah
cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Siklus hidup cacing filaria dapat terjadi
dalam tubuh nyamuk apabila nyamuk tersebut menggit dan menghisap darah orang
yang terserang filariasis, sehingga mikrofilaria yang terdapat ditubuh
penderita ikut terhisap kedalam tubuh
nyamuk. Mikrofilaria tersebut
masuk kedalam tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung dan bersarang
diantara otot – otot dada (Toraksi).
Bentuk mikrofilaria menyerupai sosis yang
disebut larva stadium I. Dalam waktu kurang lebih satu minggu larva ini
berganti kulit, tumbuh menjadi lebih gemuk dan panjang yang disebut larva
stadiun II. Pada hari kesepuluh dan seterusnya larva berganti kulit untuk kedua
kalinya, sehingga menjadi lebih panjang dan kurus, ini adalah larva stadium
III. Gerak larva stadium III ini sangat aktif, sehingga larva mulai bermigrasi
mula – mula ke rongga perut (Abdomen) kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk
nyamuk.
Apabila nyamuk mikrofilaria ini menggigit
manuisa maka mikrofilaria yang sudah berbentuk larva infektif (Larva stadium
III) secara aktif ikut masuk kedalam tubuh manusia (Hospes),bersama – sama
dengan aliran darah dalam tubuh manusia.Larva keluar dari pembuluh darah dan
masuk ke pembuluh limfe. Didalam
pembuluh limfe larva mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi
dewasa yang sering disebut larva stadium IV dan larva stadium V. Cacing filaria yang sudah dewasa
bertempat di pembuluh limfe, sehingga akan menyumbat pembuluh limfe dan akan
terjadi pembengkakan. Cacing filaria sendiri memiliki ciri sebagai berikut :
- Cacing dewasa
(makrofilaria) berbentuk seperti benang berwarna putih kekuningan. Sedangkan
larva cacing filaria (kirofilaria berbentuk seperti benang berwarna putih
susu..
- Makrofilaria
yang betina memiliki panjang kurang lebih 65-100mm dan ekornya lurus
berujung tumpul. Untuk makro filaria yang jantan memiliki panjang kurang
lebih 40mm dan ekor melingkar.Sedangkan mikrofilaria memilki panjang
kurang labih 250 mikron, bersarung pucat
- Tempat hidup makrofilaria jantan dan betina di saluran limfe. Tetapi pada malam hari mikrofilaria terdapat didalam darah tepi sedangkan pada siang hari mikrofilaria terdapat di kapiler alat- alat dalam seperti paru- paru, jantung, dan hati.
D.
Cara
penularan filariasis/kaki gajah.
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk
yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang
terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat
nyamuk yang terinfeksi menggigit dan menghipas darah orang tersebut. Tidak seperti Malaria dan Demam
berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus
Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis
dapat menular dengan sangat cepat.
Penyakit
kaki gajah / filariasis ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah
seseorang yang telah tertular sebelumnya.Darah yang terinfeksi yang mengandung
larva dan di tularkan ke orang lain. pada nyamuk yang terinfeksi, kemudian
menggigit / menghisap darah orang tersebut.
E.
Tindakan
Pencegahan
Pencegahan terhadap penyakit filariasis / kaki
gajah dapat dilakukan dengan jalan :
a.
Berusaha
menghindari diri dari gigitan nyamuk.
b.
Membersihkan
air pada rawa-rawa yang merupakan tempat
perindukan nyamuk
c.
Mengeringkan
/ genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk.
d.
Membakar
sisa-sisa sampah (berupa kertas dan plastik).
e.
Minimal
melakukan penyemprotan sebulan sekali.
F.
Penanganan
dan pencegahan penyakit filariasis/kaki gajah.
Pada kasus yang masih bersifat subklinis (hematuria, proteinuria, serta
abnormalitas limfosintigrafi) sebaiknya diberikan antibiotik profilaksis dengan
terapi suportif misalnya dengan antipiretik dan analgesik. Sedangkan jika sudah
mikrofilaremia negatif, yakni ketika manifestasi cacing dewasa sudah terlihat,
barulah DEC menjadi acuan obat utama.
Yang penting selain pengobatan klinis
filariasis ialah edukasi dan promosi pada masyarakat sekitar untuk memberantas
nyamuk dengan gerakan 3M, sama seperti pemberantasan demam berdarah. Selain
itu, di beberapa tempat perlu juga dilakukan pemberian DEC profilaksis yang
ditambahkan ke dalam garam dapur khusus untuk masyarakat di daerah tersebut.
Namun yang belakangan tidak terlalu populer di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, A, 2001. Kapita Selekta
Kedokteran. Jilid 1. Edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius.
Pohan, T. H. 1999. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Jilid 1. Edisi 3, Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
-
Krikteria
Evaluasi
o Evaluasi Struktur
§ Peserta
hadir ditempat penyuluhan
§ Penyelenggaraan
penyuluhan dilaksanakan di Ruangan 208 STIKes Perintis Sumbar Kampus II Jam
11.00 WIB
§ Pengorganisasian
penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
o Evaluasi Proses
§ Peserta
antusias terhadap materi penyuluhan
§ Tidak
ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
§ Peserta
mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
o Evaluasi Hasil
·
Masyarakat mengetahui tentang Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat
·
Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 19 orang.
-
Penutup
Demikianlah SAP ini penulis buat,
semoga dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Bukittinggi, 3 Desember 2014
( Fuadil Ulum )
Disetujui Oleh :
Koordinator Mata Kuliah
( Asrul Fahmi, SKM )

No comments:
Post a Comment