MAKALAH TERAPI KOMPLEMENTER
TENTANG
KONSEP TERAPI KOMPLEMENTER
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A.
Pengertian
Konsep Complementary dan Alternatif Terapi
Terapi non-konvensional merupakan salah satu dari terapi medis alternatif
atau komplementer. Terapi komplementer (complementary therapies) adalah semua
terapi yang digunakan sebagai tambahan untuk terapi konvensional yang
direkomendasikan oleh penyelenggaraan pelayanan kesehatan individu (Perry,
Potter, 2009). Definisi CAM yang disepakati adalah suatu bentuk penyembuhan
yang bersumber pada berbagai sistim, modalitas dan praktek kesehatan, yang
didukung oleh teori dan kepercayaan. Termasuk didalamnya latihan atau usaha
untuk menyembuhkan diri sendiri. CAM digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan
penyakit atau juga untuk meningkatkan taraf kesehatan.
Walaupun demikian ada perbedaan antara alternatif dan komplementer.Terapi
alternatif adalah terapi di luar terapi konvensional. Sementara komplementer
berarti pelengkap bagi terapi konvensional yang ada dan telah terbukti
bermanfaat. Terapi alternatif (alternative therapies) meliputi intervensi yang
sama dengan terapi komplementer, tetapi sering kali menjadi pengobatan primer
yang mengganti pelayanan medis alopatik. Kedua terapi alternatif dan
komplementer bervariasi derajatnya di mana mereka cocok dengan pengobatan
alopatik.
B.
Tipe
Terapi Alternatif dan Komplementer
1.
Sistem medis alternatif-Dibangun di antara
sistem teori dan praktik yang lengkap
a.
Akupuntur :
suatu metode tradisional china yang menghasilkan analgesia atau
perubahan fungsi sistem tubuh dengan cara memasukan jarum tipis di sepanjang
rangkaian garis atau jalur yang disebut meridian. Manipulasi jarum langsung
pada meridian energi akan mempengaruhi organ internal dalam dengan pengalihan
qi (shi).
b.
Ayurveda : sistem pengobatan tradisional
hindu yang digunakan di India sejak abad pertama AD. Suatu kombinasi obat
seperti herbal, obat pencahar, dan minyak gosok untuk mengobati penyakit.
c.
Pengobatan Homeopatik : sistem pengobatan
medis didasari pada teori bahwa penyakit tertentu dapat diobati dengan
memberikan dosis kecil substansi yang pada individu sehat akan menghasilkan
gejala seperti penyakit. Substansi yang dianjurkan tersebut adalah obat yang
dibuat dari tumbuh-tumbuhan alami, hewan, atau substansi mineral.
d.
Praktik Amerika Latin : sistem medis curanderismo, di mana memasukan
suatu model humonal untuk mengklasifikasikan makanan, aktifitas, obat-obatan,
dan penyakit serta rangkaian penyakit masyarakat.
e.
Praktik Amerika Asli : terapi termasuk
keringat dan pembersihan, obat-obatan herbal, dukun sihir (dukun membuat
hubungan dengan roh untuk menanyakan petunjuk dalam memberikan pengobatan
kepada individu).
f.
Pengobatan Naturopatik : sistem terapeutik
didasarkan pada makanan alami, cahaya, kehangatan, pijatan, air segar, olahraga
teratur, dan menghindari pengobatan. Mengenali kemampuan penyembuhan alami
tubuh. Pengobatan menggabungkan terapi tradisional alami dengan ilmu
pengetahuan diagnostik terkini termasuk pengobatan botanikal (tumbuh-tumbuhan).
g.
Pengobatan tradisional China (Asian) :
kumpulan teknik dan metode sitematik termasuk akupuntur, pengobatan herbal,
pijatan, akupresur, muxibistion (menggunakan panas dari herbal yang dibakar).
2.
Terapi secara Biologis-Menggunakan Substansi
dari Alam, seperti Herbal, Makanan, dan Vitamin
a.
Zona : program diet yang memerlukan makanan
berprotein, karbohidrat, dan lemak dalam perbandingan 30:40:30% kalori dari
protein, 40% dari karbohidrat, dan 30% dari lemak. Digunakan untuk
menyeimbangkan insulin dan hormon lain untuki kesehatan yang optimal.
b.
Diet Makribiotik : diutamakan diet
vegetarian (tidak ada produk hewan kecuali ikan ). Awalnya digunakan dalam
manajemen berbagai kanker. Penekanan pada semua biji-bijian padi,
sayur-sayuran, dan makanan yang tidak diawetkan.
c.
Pengobatan ortomelekular (megavitamin) :
meningkatkan masukan nutrisi seperti vitamin C dan beta karoten. Diet mengobati
kanker, skizofrenia, penyakit autis, dan penyakit kronis tertentu seperti
hiperkolesterolemia dan penyakit arteri koroner.
d.
European phytomedicines : produk yang dikembangkan di bawah kontrol
kualitas yang ketat pada pabrik farmasi yang berpengalaman, dibungkus secara
profesional dalam tablet atau kapsul. Contoh obat-obatan herbal yang telah
diteliti dengan baik adalah gingko biloba, susu dari tanaman liar, dan
bilberry.
e.
Obat-obatan tradisional herbal China : lebih
dari 50.000 jenis tabaman obat, banyak yang telah diteliti secara luas. Herbal
dipertimbangkan sebagai tulang belakang pengobatan.
f.
Herbal Ayuveda : sistem herbal tradisional
Hindu yang telah digunakan lebih dari 2000 tahun.
3.
Manipulasi dan Metode Didasari
Tubuh-Didasari pada Manipulasi dan/ atau Pergerakan dari Satu atau lebih Bagian
Tubuh
a.
Akupresur : teknik terapeitik mempergunakanj
tekanan digital dalam cara tertentu pada titik yang dibuat pada tubuh untuk
mengurangi rasa nyeri, menghasilkan analgesia, atau mengatur fungsi tubuh.
b.
Pengobatan kiropraktik : sistem terapi yang
melibatkan manipulasi kolumna spinalis dan memasukan fisioterapi dan terapi
diet.
c.
Metode Feldenkrais : terapi alternatif yang
didasarkan pada citra tubuh yang baik melalui perbaikan pergerakan tubuh.
Teknik ini mengintegrasikan pemahaman fisika tentang pola pergerakan tubuh
dengan kewaspadaan seseorang dalam mempelajari gerak, sikap, dan interaksi.
d.
Tai Chi : teknik yang menggabungkan
pernapasan, gerakan, dan meditasi untuk membersihkan, memperkuat, dan sirkulasi
energi dan darah kehidupan yang penting. Terapi merangsang sistem imun dan
mempertahankan keseimbangan internal dan eksternal.
e.
Terapi pijat : manipulasi jaringan ikat
melalui pukulan, gosokan, atau meremes untuik meningkatkan sirkulasi,
memperbaiki sifat otot, dan relaksasi.
f.
Sentuhan ringan : sentuhan pada klien dengan
cara yang tepat dan halus untuk membuat hubungan, menunjukan penerimaan, dan memberikan
penghargaan.
4.
Intervensi Tubuh dan Pikiran-Menggunakan
Berbagai Teknik yang Dibuat untuk Meningkatkan Kapasitas Pikiran untuk
Memengaruhi Tubuh
a.
Terapi Seni : penggunaan seni untuk
mendamaikan konflik emosional, meningkatkan kewaspadaan diri, dan mengungkapkan
masalah yang tidak dikatakan dan disadari klien tentang penyakit mereka.
b.
Umpan balik biologis : suatu proses yang
memberikan individu dengan informasi visual dan suara tentang fungsi fisiologis
otonom tubuh, seperti tegangan otot, suhun tubuh, dan aktivitas gelombang otak,
melalui penggunaan alat-alat.
5.
Intervensi Tubuh-Pikiran-Menggunakan
Berbagai Teknik yang Dibuat untuk Meningkatkan Kapasitas Pikiran guna
Memengaruhi Fungsi dan Gejala Tubuh
a.
Terapi dansa : sarana memperdalam dan
memperkuat terapi karena merupakan ekspresi langsung dari pikiran dan tubuh.
Terapi ini mampu mengobati individu dengan masalah sosial, emosional, kognitif,
atau fisik.
b.
Terapi pernapasan : menggunakan segala jenis
pola pernapasan untuk merelaksasi, memperkuat, atau membuka jalur emosional.
c.
Imajinasi terbimbing : teknik terapeutik
untuk mengobati kondisi patologis dengan berkonsentrasi pada imajinasi atau
serangkaian gambar.
d.
Meditasi : praktik yang ditujukan pada diri
untuk merelaksasi tubuh dan menenangkan pikiran menggunakan ritme pernapasan
yang berfokus.
e.
Terapi musik : menggunakan musik untuk
menunjukan kebutuhan fisik, psikologis, kognitif, dan sosial individu yang
menderita cacat dan penyakit. Terapi memperbaiki gerakan dan atau komunikasi
fisik, mengembangkan ekspresi emosional, memperbaiki ingatan, dan mengalihkan
rasa nyeri.
f.
Usaha pemulihan (doa) : berbagai teknik yang
digunakan dalam budaya menggabungkan pelayanan, kesabaran, cinta, atau empati
dengan target doa.
g.
Psikoterapi : pengobatan kelainan mental dan
emosional dengan teknik psikologi.
h.
Yoga : teknik yang berfokus pada susunan
otot, postur, mekanisme pernapasan, dan kesadaran tubuh. Tujuan yoga adalah
memperoleh kesejahteraan mental dan fisik melalui pencapaian kesempurnaan tubuh
dengan olahraga, mempertahankan postur tubuh, pernapasan yang benar, dan
meditasi.
6.
Terapi Energi-Melibatkan Penggunaan Medan
Energi
a.
Terapi Reiki : terapi yang berasal dari
praktik Buddha kuno di mana praktisi menempatkan tangannya pada atau di atas
bagian tubuh dan memindahkan “energi kehidupan semesta” kepada klien. Energi
ini memberikan kekuatan.
b.
Sentuhan terapeutik : pengobatan melibatkan
pedoman keseimbangan energi praktisi dalam suatu cara yang disengaja terhadap
semua klien. Termasuk peletakan tangan praktisi pada atau dekat tubuh klien (Perry,
Potter,2009).
C.
Jenis-jenis
Terapi yang Dapat Diakses Keperawatan
Beberapa terapi dan teknis medis alternatif dan komplementer bersifat
umum dan menggunakan proses alami (pernapasan, pikiran dan konsentrasi,
sentuhan ringan, pergerakan, dan lain-lain) untuk membanti individu merasa
lebih baik dan beradaptasi dengan kondisi akut dan akut. Berikut jenis-jenis
terapi yang dapat diakses keperawatan, yaitu :
a.
Terapi Relaksasi
Respon relaksasi
merupakan bagian dari penurunan umum kognitif, fisiologis, dan stimulasi
perilaku. Relaksasi juga melibatkan penurunan stimulasi. Proses relaksasi
memperpanjuang serat otot, mengurangi pengiriman impuls neural ke otak, dan
selanjutnya mengurangi aktivitas otak juga sistem tubuh lainnya. Relaksasi
membantu individu membangun keterampilan kognitif untuk mengurangi cara yang
negatif dalam merespon situasi dalam lingkungan mereka. Keterampilan kognitif
adalah seperti sebagai berikut :
1.
Fokus (kemampuan untuk mengidentifikasi,
membedakan, mempertahankan perhatian pada, dan mengembalikan perhatian pada
rangsangan ringan untuk periode yang lama).
2.
Pasif (kemampuan untuk menghentikan
aktivitas analisis dan tujuan yang tidak berguna).
3.
Kesediaan (kemampuan untuk menoleransi dan
menerima pengalaman yang tidak pasti, tidak dikenal, atau berlawanan).
Tujuan dari relaksasi jangka
panjang adalah agar individu memonitor dirinya secara terus-menerus terhadap
indikator ketegangan, serta untuk membiarkan dan melepaskan dengan sadar
ketegangan yang terdapat di berbagai bagian tubuh.
b.
Meditasi dan Pernapasan
Meditasi adalah segala
kegiatan yang membatasi masukan rangsangan dengan perhatian langsung pada suatu
rangsangan yang berulang atau tetap (Rakel dan Faas, 2006). Ini merupakan
terminasi umum untuk jangkauan luas dari praktik yang melibatkan relaksasi
tubuh dan ketegangan pikiran. Menurut Benson, komponen relaksasi sangat
sederhana, yaitu : (1) ruangan yang tenang, (2) posisi yang nyaman, (3) sikap
mau menerima, dan (4) fokus perhatian. Praktik meditasi tidak membutuhkan seorang
pengajar, banyak individu mempelajari prosesnya dari buku atau kaset, dan mudah
untuk diajarkan (Fontaine, 2005). Sebagian besar teknik meditasi melibatkan
pernapasan, biasanya pernapasan perut yang dalam, relaks, dan perlahan.
Meditasi menimbulkan keadaan santai, menurunkan konsumsi oksigen, mengurangi
frekuensi pernapasan dan denyut jantung, serta menghasilkan laporan penurunan
kecemasan.
Ada banyak indikasi
untuk meditasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Kecemasan atau suasana yang menegangkan
2.
Rasa kehilangan yang kronis
3.
Sindroma kelelahan kronis
4.
Rasa nyeri kronis
5.
Penyalahgunaan obat (alkohol atau tembakau)
6.
Hipertensi
7.
Kegelisahan
8.
Harga diri rendah atau menyalahkan diri
9.
Depresi ringan
10.
Gangguan tidur
Meskipun meditasi telah menunjukan
perbaikan dalam bebragai penyakit psikologis, meditasi merupakan kontraindikasi
bagi beberapa individu. Sebagai contoh, individu yang memiliki ketakutan akan
kehilangan kontrol dapat menerima meditasi sebagai bentuk pengontrolan pikiran
dan mungkin menolak untuk mempelajari teknik tersebut.
c.
Imajinasi
Imajinasi atau teknik
visualisasi yang menggunakan kesadaran pikiran untuk menciptakan gambaran
mental agar menstimulasi perubahan fisik dalam tubuh, memperbaiki
kesejahteraan, dan meningkatkan kesadaran diri. Biasanya imajinasi dikombinasi
dengan beberapa bentuk latihan relaksasi yang memfasilitasi efek dari teknik
relaksasi. Imajinasi bersifat ditujukan pada diri, di mana individu menciptakan
gambaran mental dirinya sendiri, atau bersifat terbimbing, dimana selama seorang
praktisi memimpin individu melalui skenario tertentu.
Imajinasikan sering
menimbulkan respons psikofisiologis yang kuat seperti perubahan dalam fungsi
imun (Fontaine, 2005). Banyak teknik imajinasi melibatkan imajinasi visual,
tapi mereka juga melibatkan indera pendengaran, proprioseptif, pengecap, dan
penciuman. Visualisasi kreatif adalah satu bentuk imajinasi yang ditujukan pada
diri yang didasari pada prinsip hubungan tubuh-pikiran. Imajinasi memiliki
aplikasi pada sejumlah populasi klien. Imajinasi telah digunakan untuk
visualisasi sel kanker yang telah dihancurkan oleh sel sistem imun, untuk
mengontrol atau mengurangi rasa nyeri, dan untuk mencapai ketenangan dan
ketentraman. Imajinasi juga membantu dalam pengobatan kondisi kronis seperti
asma, hipertensi, gangguan fungsi berkemih, sindrom prementasi dan menstruasi,
gangguan gastrointestinal ulceratif colotis, dan rheumatoid arthritis.
D.
Terapi
Latihan Spesifik
Terapi latihan spesifik merupakan pengobatan medis alternatif atau
komplementer di mana perawat yang boleh melakukannya hanya perawat yang telah
menyelesaikan suatu pelatihan atau kursus pelajaran khusus. Perawat harus
memiliki sertifikat, gelar, atau ijazah di luar izin perawat RN untuk dapat
memberikan sebagian besar terapi tersebut. Beberapa terapi latihan spesifik
(misalnya umpan balik biologis dan sentuhan terapeutik) sangat efektif dan
direkomendasikan oleh praktisi pelayanan kesehatan Eropa. Berikut jenis-jenis
terapi latihan spesifik adalah sebagai berikut :
1.
Umpan Balik Biologis
Selain digunakan untuk intervensi
relaksasi, teknik umpan balik biologis juga dapat membantu individu dalam
mempelajari bagaimana mengontrol respons sistem saraf otonom tertentu. Umpan
balik biologis (biofeedback) merupakan suatu kelompok prosedur terapeutik yang
menggunakan alat elektronik atau elektromekanik untuk mengukur, memproses, dan
memberikan informasi bagi individu tentang aktivitas sistem saraf otonom dan
neuromuskular. Informasi, atau umpan balik, diberikan dalam bentuk tanda fisik,
fisiologis, pendengaran, dan umpan balik (Rakel dan Faas, 2006).
Umpan balik biologis merupakan
penambahan yang efektif pada program relaksasi karena dapat menunjuk dengan
cepat kepada klien kemampuan mereka untuk mengontrol beberapa respons
fisiologis. Berbagai bentuk umpan balik fisiologis diaplikasikan dalam berbagai
situasi. Umpan balik biologis telah berhasil mengobati migraine headache, rasa
nyeri lainnya, stroke, dan berbagai kelainan gastrointestinal dan traktus
urinarius. Meskipun umpan balik biologis atelah menunjukan efektifitas pada
sejumlah populasi klien, ada beberapa tindakan pencegahan. Selama relaksasi
atau latihan umpan balik biologis, emosi atau perasaan yang ditekan terkadang
memperlihatkan bahwa klien tidak dapat beradaptasi dengan dirinya sendiri. Karena
alasan ini, praktisi yang menawarkan umpan balik biologis harus melatih metode
psikologis atau memiliki profesional yang berkualitas yang berguna untuk
rujukan (Potter, Perry. 2009).
2.
Sentuhan Terapeutik
Sentuhan terapeutik (therapeutik
touch) adalah terapi latihan spesifik
yang dikembangkan oleh perawat. Meskipun asumsi keagamaan dan filosofi terhadap
sentuhan terapeutik berbeda dari teknik penyembuhan Eropa, tetapi sentuhan
terapeutik juga melibatkan profesional pelayanan kesehatan terlatih yang berusaha
untuk menunjukan keseimbangan diri mereka sendiri dalam cara yang bermotivasi
atau disengaja terhadap semua klien.
Sentuhan terapeutik merupakan
suatu potensi alami manusia yang terdiri dari meletakkan tangan praktisi pada
atau dekat dengan tubuh seseorang. Proses sentuhan terapeutik melibatkan dimana
praktisi melihat tubuh secara sekilas dan mendiagnosis daerah tempat
terakumulasinya tegangan. Praktisi kemudian mencoba mengarahkan energi tersebut
untuk membawa individu kembali masuk ke dalam keseimbangan energi yang sama
dengan praktisi. Sentuhan terpeutik terdiri dari lima fase, yaitu : pemusatan,
pengkajian, penenangan, pengobatan, dan evaluasi.
Beberapa penelitian klasik
terdahulu mendapatkan bahwa sentuhan terapeutik meningkatkan kadar hemoglobin
(Hb) pada beberapa klien. Penelitian lain menemukan bahwa sentuhan terapeutik
mampu mengurangi tingkat kecemasan pada klien yang dirawat yang dirawat di
rumah sakit dengan penyakit kardiovaskuler, menurunkan rasa nyeri sakit kepala,
dan memperbaiki suasana hati pada individu dewasa yang berduka cita. Meskipun
beberapa penelitian telah menunjukan hasil yang positif dari sentuhan
terapeutik, beberapa yang lainnya tidak. Alasan untuk kurangnya respons ini
adalah hilangnya kontak mata dan wajah selama sesi terapeutik dan sesi yang
terlalu singkat.
3.
Terapi Kiropraktik
Terapi Kiropraktik merupakan suatu
seni penyembuhan manual, dikembangkan pada tahun 1895 di Lowa. Praktisi
kiropraktik lulus dari program persipan yang didirikan sederajat dengan sekolah
kedokteran. Terapi kiropraktik merupakan terapi holistik yang biasanya tidak
menggunakan obat-obatan atau operasi. Terapi kiropraktik mempromosikan diet
alami dan olahraga yang teratur sebagai komponen penting agar tubuh dapat
berfungsi dengan baik (Fontaine, 2005).
Tujuan dasar terapi kiropraktik
berfokus pada perbaikan struktur dan keseimbangan fungsional. Salah satu
gangguan struktur mayor yang diobati oleh praktisi kiropraktik adalah
subluksasio vertebra, di mana gerakan sendi menurun disebabkan oleh sedikit
perubahan pada posisi persambungan tulang dan gejala subjektif seperti rasa
nyeri. Beberapa penyakit atau kelainan sendi tidak harus diobati dengan
manipulasi. Kontraindikasi terapi kiropraktik adalah mielopati akut, patah
tulang (fraktur), dislokasi, arthritis rheumatoid, dan osteoporosis.
4.
Pengobatan Tradisional China
Pengobatan tradisional china (Traditional Chinese Medicina) terdiri dari
beberapa modalitas, termasuk herbal, akupuntur, moxibustion, diet, olahraga,
dan meditasi. TCM sudah berusia ribuan tahun dan berakar dari Taoisme. Ada
beberapa konsep utama yang merupakan pengobatan China. Konsep yang paling
adalah Yin-Yang yang menggambarkajn fenomena berlawanan yang saling melengkapi
dan berada dalam keseimbangan yang dinamis. Qi (di baca Chi) didefinisikan sebagai
energi vital dari tubuh manusia. Penyakit diklasifikasikan dalam tiga kategori
utama, yaitu : penyebab eksternal, penyebab internal, dan bukan penyebab
internal maupun eksternal (Perry, Potter, 2009 ).
Elemen, yaitu terdiri atas : bumi,
logam, air, kayu, dan api. Berbagai fenomena kesehatan disususn menurutfase
tersebut dan saling berhubungan satu sama lain. Berikut jenis-jenis pengobatan
tradisional China, yaitu :
a.
Akupuntur : akupuntur merupakan metode
stimulasi titik tertentu (akupoin) pada tubuh dengan memasukan jarum khusus
untuk memodifikasi persepsi rasa nyeri. Menormalkan fungsi fisiologis, serta
mengobati atau mencegah penyakit. Akupuntur mengatur atau meluruskan kembali
aliran qi. Menurut pengobatan tradisional China, jarum akupuntur melepskan
obstruksi energi dan membangun kembali aliran qi melalui meridian, selanjutnya
menstimulasi dan mengaktifkan mekanisme penyembuhan diri oleh tubuh. Penggunaan
arus listrik lemah dan kuat meningkatkan efek dari jarum tersebut (Fontaine,
2005).
Akupuntur merupakan modalitas
pengobatan primer yang digunakan oleh praktisi pengobatan China. Masalah
terbanyak yang dapat diobati dengan akupuntur meliputi nyeri punggung bagian
bawah, nyeri pada otot wajah, sakit kepala ringan dan migrain, linu panggul,
nyeri bahu, osteoarthritis, salah urat pada leher, dan keseleo musculoskeletal
(Rakel dan Faass, 2006).
Akupuntur merupakan terapi yang
aman jika praktisi telah menjalani pelatihan yang sesuai dan menggunakan jarum
yang steril. Meskipun telah ditemukan komplikasi, tetapi masih jarang terjadi
jika praktisi melakukan langkah-langkah
yang benar untuk menjamin keamanan alat dan klien komplikasi meliputi infeksi
karena sterilisasi jarum yang tidak adekuat atau jarum yang ditinggalkan dalam
tempat untuk waktu yang lama, jarum yang patah, kebocoran organ internal,
perdarahan, pingsan, kejang, keguguran, dan perasaan mengantuk pascapengobatan
(Fontaine, 2005).
b.
Terapi Herbal : peneliti memperkirakan
sekitar 25.000 jenis tumbuhan digunakan secara medis di seluruh dunia. Ini merupakan
bentuk pengobatan lama yang diketahui untuk manusia, dan bukti arkeologi
mengatakan bahw a Belanda menggunakan obat herbal sejak 60.000 tahun yang lalu
(Fontaine, 2005).
The Federal Food, Drug, and
Cosmetic Art mengharuskan semua obat dibuktikan keamanan dan efektifitasnya
sebelum dijual ke masyarakat. Karena pengobatan herbal tidak menjalani
penelitian dengan teliti yang sama secara farmasi, mayoritas tidak menerima
persetujuan untuk menggunakannya sebagai obat dan tidak diatur oleh The Food
and Drug Admistration (FDA). Substansi herbal pengobatan China berasal dari
tanaman, hewan, atau mineral. Sedangkan pengobatan Barat menggunakan herbal
yang dipersiapkan secara primer dari materi tanaman. Sejumlah herbal aman dan
efektif untuk berbagai kondisi, sebagai contoh : susu dari tanaman liar efektif
untuk mengobati sejumlah gangguan hati dan kendung kemih (Perry, Potter, 2009).
Meskipun pengobatan herbal
memberikan efek yang berguna bagi berbagai kondisi, sejumlah masalah timbul.
Ketika pengobatan herbal dikembangkan, konsentrasi bahan-bahan aktif beragam
bentuknya. Kontaminasi dengan herbal atau bahan kimia lain, termasuk pestisida
dan logam berat juga terjadi. Beberapa
herbal juga mengandung produk yang sangat toksik dan dapat menyebabkan kanker
(Fontaine, 2005).
E.
Peran
Keperawatan dalam Terapi Alternatif dan Latihan
Ketertarikan pada terapi medis
alternatif dan komplementer meningkat secara signifikan pada 20 tahun terakhir.
Pendekatan kedokteran terintegrasi konsisten dengan pendekatan holistik yang dipelajari
perawat untuk dipraktikkan. Perawat memiliki potensi untuk menjadi partisipan
utama dalam jenis filosofi pelayanan kesehatan ini. Banyak perawat sudah
mempraktikkan manfaat sentuhan. Pahami terapi medis alternatif atau
komplementer untuk membuat rekomendasi yang tepat kepada penyelenggaraan
pelayanan primer alopatik tentang terapi mana yang bermanfaat bagi klien.
Selain itu, berikan nasihat kepada klien tentang kapan waktu yang tepat untuk
mencari terapi konvensional atau terapi medis alternatif dan komplementer.
Perawat bekerja sangat dekat
dengan klien mereka dan berada dalam posisi mengenali titik pandang budaya
spiritual klien. Perawat biasanya dapat menentukan terapi medis alternatif atau
komplementer mana yang lebih sesuai dengan kepercayaan dan menawarkan
rekomendasi yang sesuai (Potter, Perry, 2009).
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Terapi non-konvensional merupakan
salah satu dari terapi medis alternatif atau komplementer. Terapi komplementer (complementary
therapies) adalah semua terapi yang digunakan sebagai tambahan untuk terapi
konvensional yang direkomendasikan oleh penyelenggaraan pelayanan kesehatan
individu (Perry, Potter, 2009). Definisi CAM yang disepakati adalah suatu
bentuk penyembuhan yang bersumber pada berbagai sistim, modalitas dan praktek
kesehatan, yang didukung oleh teori dan kepercayaan. Termasuk didalamnya
latihan atau usaha untuk menyembuhkan diri sendiri. CAM digunakan untuk
mencegah dan menyembuhkan penyakit atau juga untuk meningkatkan taraf
kesehatan.
Terapi alternatif adalah terapi di
luar terapi konvensional. Sementara komplementer berarti pelengkap bagi terapi
konvensional yang ada dan telah terbukti bermanfaat. Terapi alternatif
(alternative therapies) meliputi intervensi yang sama dengan terapi
komplementer, tetapi sering kali menjadi pengobatan primer yang mengganti
pelayanan medis alopatik. Kedua terapi alternatif dan komplementer bervariasi
derajatnya di mana mereka cocok dengan pengobatan alopatik.
B.
Saran
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan dapat bersifat membangun bagi pembaca pada umumnya. Dan kelompok
juga menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Benson H. 1975. The
Relaxtion Respone. New York : Avon.
Fontaine K. 2005.
Healing Practices : Alternative therapies For nursing. Edisi 2. Prentice Hall.
Perry, Potter. 2009.
Fundamentals of Nursing Buku 2 Edisi 7. Jakarta : Salemba Medika.
Rakel DP, Faass N.
2006. Complementary medicinen in clinical practice, Sudbury, Mass, 2006, Jones
& Battlett.
No comments:
Post a Comment