Saturday, February 18, 2017

KONSEP LINGKUNGAN


KONSEP LINGKUNGAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan  suatu bentuk  pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan. Pada perkembangannya  ilmu keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu lain, mengingat ilmu keperawatan  merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti perkembangan zaman.
Demikian juga dengan pelayanan keperawatan di Indonesia, kedepan diharapkan harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara aradigmnal sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat serta teknologi bidang  kesehatan yang senantiasa berkembang. Pelaksanaan asuhan keperawatan di sebagian besar  rumah sakit Indonesia umumnya telah menerapkan pendekatan ilmiah melalui proses keperawatan.
Dalam dunia keperawatan, masyarakat secara umum masih memandang profesi keperawatan sebagai profesi asistensi dokter atau perkerja aradi yang sifatnya membantu orang sakit atas instruksi – instruksi dokter bahkan dikalangan praktisi perawat pun kadang – kadang masih memiliki pandangan yang tidak utuh terhadap profesinya sendiri, hal ini dapat dilihat di beberapa pelayanan kesehatan, pelayanan keperawatan masih bersifat vocasional belum sepenuhnya beralih ke pelayanan yang aradigmnal.
Untuk itulah paradigma dalam keperawatan sangat membantu masyarakat secara umum maupun perawat khususnya dalam menyikapi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang melingkupi profesi keperawatan seperti aspek pendidikan dan pelayanan keperawatan, praktik keperawatan dan organisasi profesi.
B.     Tujuan
-          Untuk Mengetahui Pengertian Dan Komponen Lingkungan
-          Untuk Mengetahui Hubungan Lingkungan
-          Untuk Mengetahui Segitiga Epidemiologi Agent-Host-Environment



BAB II
KOMPONEN LINGKUNGAN

A.    Pengertian dan Komponen Lingkungan
Falsafah keperawatan merupakan pandangan dasar tentang hakekat manusia dan esensi keperawatan yang menjadikan kerangka dasar dalam praktek keperawatan. Hakekat manusia yang di maksud disini adalah manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Paradigma keperawatan adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan terhadap fenomena yang ada dalam keperawatan.
Lingkungan adalah faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia baik faktor dari dalam diri ( internal ) maupun dari luar ( eksternal ). Lingkungan internal meliputi aspek – aspek genetika, struktur dan fungsi tubuh dan psikologis.
a)      Genetika
Yang dimaksud genetika adalah lingkungan dalam diri manusia yang mempengaruhi unsur-unsur sifat dan struktur fungsi tubuh.
b)      Struktur dan fungsi tubuh
Struktur dan fungsi tubuh merupakan lingkungan yang berada dalam diri manusia, didalamnya berisi tulang-belulang, daging, darah dan sebagainya.
c)      Lingkungan psikologi (psychology enviroment)
Florence Nightingale melihat bahwa kondisi lingkungan yang negatif dapat menyebabkan stress fisik dan berpengaruh buruk terhadap emosi pasien. Oleh karena itu ditekankan kepada pasien menjaga rangsangan fisiknya. Mendapatkan sinar matahari, makanan yang menarik dan aktivitas manual dapat merangsang semua faktor untuk membantu pasien dalam mempertahankan emosinya.

Sedangkan lingkungan eksternal meliputi lingkungan sekitar manusia baik lingkungan fisik, biologis, sosial, kultural dan spiritual.
a)            Lingkungan fisik (physical enviroment)
Lingkungan fisik yang dimaksud adalah segala bentuk lingkungan secara fisik yang dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan seperti adanya daerah-daerah wabah, lingkungan kotor, dekat pembuangan limbah atau sampah, dan lain-lain. Lingkungan ini jelas dapat mempengaruhi kebutuhan dasar manusia dalam bentuk keamanan dan keselamatan dari bahaya yang dapat ditimbulkannya.
b)            Lingkungan biologis
Lingkungan biologis merupakan lingkungan yang di dalamnya terdapat unsur-unsur biologis atau makhluk hidup. Seperti mikroorganisme (virus, bakteri, jamur, parasit, protzoa, metazoa, dll), hewan, dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi status kesehatan seseorang.
c)            Lingkungan sosial dan kultural  (social and culture environment)
Lingkungan sosial dan kultural dapat juga mempengaruhi proses perubahan status kesehatan seseorang karena akan mempengaruhi pemikiran atau keyakinan sehingga dapat menimbulkan perubahan dalam perilaku kesehatan.
d)           Lingkungan Spiritual
Lingkungan spiritual tersebut akan berhubungan dengan kondisi spiritual seseorang. Keadaan spiritual seseorang akan dapat mempengaruhi status kesehatan seseorang.

Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya tentang sehat sakit, cara – cara memelihara dan mempertahankan kesehatan serta menanggulangi penyakit. Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkungannya dan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk merespon secara adaptif terhadap pengaruh lingkungan agar dapat mempertahankan derajat kesehatannya.
Ketidakmampuan manusia merespon terhadap pengaruh lingkungan internal maupun eksternal, akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau pergeseran status kesehatan dalam rentang sehat sakit.

B.     Hubungan Lingkungan
a.       Hubungan Lingkungan dengan Kesehatan
Lingkungan dengan kesehatan sangat berpengaruh karena dengan cara terapi lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola pertahanan tubuh terhadap penyakit untuk meningkatkan pola interaksi yang sehat dengan klien.
b.      Hubungan Lingkungan dengan Timbulnya Penyakit
Lingkungan dengan timbulnya penyakit yaitu apabila lingkungan kita kotor dan tidak bersih maka akan berpotensi sekali untuk terciptanya banyak penyakit – penyakit.
c.       Hubungan Keempat Komponen Paradigma Keperawatan
Lingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan dimana apabila lingkungan itu kotor maka kesehatan manusia akan terganggu sehingga manusia perlu merawat dirinya atau membutuhkan perawatan dari orang lain. Keperawatan dengan lingkungan juga sangat berpengaruh dimana jika seseorang sedang rehabilitasi maka akan memerlukan lingkungan yang bersih.

C.    Segitiga Epidemiologi Agent-Host-Environment
Segitiga epidemiologi ini sangat umum digunakan oleh para ahli dalam menjelasakan kosep berbagai permasalahan kesehatan termasuk salah satunya adalah terjadinya penyakit. Hal ini sangat komprehensif dalam memprediksi suatu penyakit. Terjadinya suatu penyakit sangat tergantung dari keseimbangan dan interaksi ke tiganya.

Interaksi diantara ketiga elemen tsb(Agent,Host,environment) terjadi karena adanya faktor penentu  pada setiap element, yaitu :
a.       Agent
Agent ini sangat berpengaruh dalam proses terjadinya penyakit. Yang disebabkan oleh berbagai unsur seperti unsur biologis yang dikarenakan oleh mikro organisme (virus, bakteri, jamur, parasit, protzoa, metazoa, dll), unsur nutrisi karena bahan makanan yang tidak memenuhi standar gizi yang ditentukan, unsur kimiawi yang disebabkan karena bahan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh sendiri (karbon monoksid, obat-obatan, arsen, pestisida, dll), unsur fisika yang disebabkan oleh panas, benturan, dll, serta unsur psikis atau genetik yang terkait dengan heriditer atau keturun. Demikian juga dengan unsur kebiasaan hidup (rokok, alcohol, dll), perubahan hormonal dan unsur fisioloigis seperti kehamilan, persalinan, dll.
b.      Host
Ø  Faktor penentu yang ada pada host :
·         Faktor-faktor  yang dibawa atau sudah ada sejak lahir, misalnya umur, jenis kelamin, Ras/ suku, genetik.
·         B.     Faktor-faktor yang di dapat setelah dilahirkan, misalnya status gizi, bentuk tubuh, fungsi tubuh, imunitas, riwayat penyakit, dan kebiasaan hidup.
c.       Environment
Ø  Definisi
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri host, baik benda mati, benda hidup, nyata atau abstrak, seperti suasana yang terbentuk akibat interaksi semua elemen-elemen tersebut, termasuk host yang lain.
Ø  Peran Lingkungan dalam kesehatan
Lingkungan berperan sebagai media transmisi yang mendukung terjadinya penyakit apabila media/lingkungan itu dapat membawa atau mendekatkan agent pada host.
·         Media transmisi yang tidak hidup seperti air, udara, makanan, debu disebut vehicle. Sedangkan yang hidup secara spesifik seperti insekta atau arthropoda disebut vektor.
·         Penularan penyakit dapat terjadi karena :
o   Fingers atau tangan yang kotor karena terkontaminasi agent
o   Flies atau lalat merupakan media transmisi yang hidup
o   Food atau makanan
o   Field atau ladang merupakan lingkungan padat atau litosfer dan menyebabkanpenyakit lewat debu
o   Faeces/tinja merupakan buangan manusia yang berisi banyak agent.















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perawatan merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan dan salah satu faktor yang memenuhi tercapainya pembangunan nasional, oleh karena itu tenaga keperawatan berada ditatanan pelayanan kesehatan terdepan dengan kontak pertama dan terlama dengan klien, yaitu selama 24 jam perhari dan 7 hari perminggu, maka perawat perlu mengetahui dan memahami tentang paradigma keperawatan, peran, fungsi dan tanggung jawab sebagai perawat profesional agar dapat memberikan pelayanan keperawatan yang optimal dalam memberikan asuhan keperawata pada klien. Perawat harus selalu memperhatikan keadaan secara individual dari segi bio, psiko, sosial, spiritual dan cultural.
B.     Saran
Perawat disarankan untuk selalu mengikuti perkembangan  ilmu keperawatan, mengingat ilmu keperawatan  merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dan perawat disarankan untuk bersikap profesional dalam memberikan perawatan kepada pasien.















DAFTAR PUSTAKA

http://indrysetyaraniblok1903.blogspot.com/
Sumijatun, (2010).  Konsep Dasar menuju Keperawatan Profesional.Trans Info Media. Jakarta.
Gaffar, (1999). Pengantar Keperawatan Profesional. EGC, Jakarta


No comments:

Post a Comment