ASUHAN
KEPERAWATAN PADA Ny. N DENGAN INTRANATAL CARE
DIRUANG
TINDAKAN KEBIDANAN RUMAH SAKIT
ACHMAD
MOECHTAR BUKITTINGGI
TAHUN
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nyalah sehingga kami dapat meyelesaikan tugas akhir praktek klinik
keperawatan maternitas II ini tepat pada waktunya.
Dalam penyelesaian tugas ini,
penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, antara lain dosen dan
pembimbing puskesmas serta teman - teman yang tidak dapat disebutkan satu
persatu namanya, yang telah banyak memberikan sumbangan, masukan, dukungan,
dalam penyelesaian tugas akhir ini. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa
tugas akhir ini belum sempurna. Untuk itu segala saran dan kritikan yang
sifatnya membangun sangat penulis harapkan dari semua pihak, demi kesempurnaan
bagi penulisan berikutnya.
Semoga dengan adanya tugas akhir ini
akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi penulis khususnya dan bagi
pembaca semua pada umumnya.
Bukittinggi, Desember 2015
Kelompok
DAFTAR ISI
HALAMAN
PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Tujuan.................................................................................................... 2
C. Manfaat................................................................................................. 3
BAB II :
TINJAUAN TEORITIS
I. Konsep Dasar
A.
Definisi...................................................................................................
B.
Anatomi Fisiologi...................................................................................
C.
Etiologi...................................................................................................
D.
Patofisiologi/WOC.................................................................................
E.
Manifestasi
Klinis...................................................................................
F.
Pemeriksaan
Diagnostik.........................................................................
G.
Penatalaksanaan......................................................................................
H.
Komplikasi..............................................................................................
II.
Asuhan Keperawatan
A.
Pengkajian..............................................................................................
B.
Diagnosa
Keperawatan...........................................................................
C.
Intervensi................................................................................................
D.
Implementasi..........................................................................................
E.
Evaluasi..................................................................................................
BAB III : TINJAUAN KASUS
A.
Pengkajian..............................................................................................
B.
Diagnosa
Keperawatan...........................................................................
C.
Intervensi................................................................................................
D.
Implementasi..........................................................................................
E.
Evaluasi..................................................................................................
BAB
IV : PEMBAHASAN
A.
Pengkajian..............................................................................................
B.
Diagnosa
Keperawatan...........................................................................
C.
Intervensi................................................................................................
D.
Implementasi..........................................................................................
E.
Evaluasi..................................................................................................
BAB
V : PENUTUP
A.
Kesimpulan.............................................................................................
B.
Saran.......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Intranatal adalah serangkaian kejadian yang berakhir
dengan pengeluaran bayi cukup bulan/hampir cukup bulan, disertai dengan
pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. (Sulaiman Sastrawinata). Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil
konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup didunia luar, dari rahim melalui
jalan lahir atau jalan lain. (Rustam Muchtar, 1998). Di negara berkembang, saat melahirkan dan minggu
pertama setelah melahirkan merupakan periode kritis bagi ibu dan bayinya.
Sekitar seperempat hingga separuh kematian bayi berumur kurang dari satu tahun
terjadi dalam minggu pertama.
Seorang ibu harus memasuki proses persalinan dan
melahirkan dengan pengetahuan cukup mengenai tahap – tahap persalinan, cara
mengatasi rasa sakit tanpa obat – obatan, dan efek samping yang mungkin timbul
karena pemakaian obat – obatan untuk persalinan. Oleh sebab itu diperlukan
peranan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada ibu bersalin.
B.
Tujuan
a.
Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek di RSUD. Dr. Achmad Moechtar diharapkan
mahasiswa D-III Keperawatan STIKes Perintis Sumbar mampu memahami dan
melaksanakan asuhan keperawatan pada Ny. N dengan Intranatal Care.
b. Tujuan
Khusus
1. Mahasiswa mampu melakukan
Pengkajian pada Ny. N dengan intranatal care di Rumah Sakit Dr. Achmad Moechtar
Bukittinggi.
2. Mahasiswa mampu menegakkkan
Diagnosa keperawatan pada Ny. N dengan intranatal care di Rumah Sakit Dr.
Achmad Moechtar Bukittinggi.
3. Mahasiswa mampu melakukan
Intervensi keperawatan pada Ny. N intranatal care di Rumah Sakit Dr. Achmad
Moechtar Bukittinggi.
4. Mahasiswa mampu melakukan
Implementasi keperawatan pada Ny. N dengan intranatal care di Rumah Sakit Dr.
Achmad Moechtar Bukittinggi.
5. Mahasiswa mampu melakukan
Evaluasi keperawatan pada Ny.N dengan intranatal care di Rumah Sakit Dr. Achmad
Moechtar Bukittinggi
6. Mahasiswa mampu melakukan
Pendokumentasian keperawatan pada Ny. N dengan intranatal care di Rumah Sakit
Dr. Achmad Moechtar Bukittinggi.
C.
Manfaat
a.
Bagi Penulis / Pemakalah
Sebagai
bahan untuk mengembangkan pengetahuan tentang asuhan keperawatan intranatal
care dan melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan intranatal care.
b.
Bagi Pembaca
Sebagai bahan referensi dan menambah pengetahuan tentang intranatal care dan Asuhan
keperawatan pada klien dengan intranatal care.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
I.
Konsep Dasar
A.
Definisi
Intranatal adalah serangkaian kejadian yang berakhir
dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan/hampir cukup bulan, disertai
dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu (Sulaiman
Sastrawinata).
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil
konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup di dunia luar, dari rahim melalui
jalan lahir atau jalan lain. (Rustam Muchtar, 1998).
Persalinan dan kelahiran normal adalah
proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 – 42
minggu ), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung
dalam 18 jam tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin
B.
Anatomi dan Fisiologi
Mekanisme persalinan merupakan proses adaptasi bagian kepala janin terhadap
segmen panggul, proses adaptasi tersebut meliputi :
a.
Engagement
Merupakan mekanisme yang biasanya dimulai dari pintu atas panggul
dimana ubub-ubun kecil terletak di
sebelah kiri depan/di sebelah kanan depan, kiri dan kanan berdasarkan ukuran
seseorang dari PAP bila digambarkan sebagai berikut :
1.
Ukuran pintu
atas panggul 10-11 cm
2.
Ukuran melintang
pintu atas panggul 12-18 cm
3.
Ukuran seorang
pintu atas panggul 11- 12
b.
Descent
(turunnya kepala)
Penurunan kepala ini terjadi karena 4 hal, yaitu :
1.
Tekanan cairan
amnion
2.
Tekanan langsung
fundus uteri
3.
Kontraksi
diafragma dan otot perut
4.
Ekstensi dan
pelurusan badan janin akibat kontraksi uterus
c. Fleksi
Majunya
kepala → kepala mendapat tahanan dari serviks, dinding panggul atau dasar
panggul.
d. Putaran paksi dalam
1. Bagian terendah memutar ke depan ke bawah simpisis
2. Usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk
jalan lahir
3. Terjadinya bersamaan dengan majunya kepala
4. Rotasi muka-belakang secara lengkap terjadi setelah
kepala di dasar panggul
e. Ekstensi
1. Defleksi kepala → SBR mengarah kedepan dan atas
2. Dua kekuatan pada kepala :
a) Mendesak ke bawah
b) Tahanan dasar panggul menolak ke atas
3. Setelah sub oksiput tertahan pada pinggir bawah
simpisis sebagai hipomoclion → lahir lewat perineum = oksiput, muka, dan dagu
f. Putaran paksi lahir
a) Setelah kepala lahir → kepala memutar kembali ke arah
punggung anak
b) Ukuran bahu → muka, bahu
g. Ekspulsi
Bahu depan
di bawah simpisis →sebagai hipomoclion → lahir bahu belakang → bahu depan →
badan.
C.
Etiologi
Sebab
terjadinya persalinan merupakan teori-teori yang kompleks. Faktor-faktor
humoral, pengaruh prostaglandin, struktur uterus, sirkulasi uterus,
pengaruh saraf dan nutrisi. Perubahan – perubahan dalam biokimia dan biofisika
telah banyak mengungkapkan mulai dan berlangsungnya persalinan yaitu :
a.
Penurunan kadar hormon estrogen
dan progesteron yang dapat mengakibatkan peregangan dari otot-otot uterus,
b.
meningkatnya kadar prostaglandin,
c.
keadaan uterus yang terus membesar dan
menjadi tegang mengakibatkan iskemika otot-otot uterus,
d.
Berkurangnya nutrisi pada janin
berkurang maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan,
e.
Tekanan pada ganglion servikale
yang terletak di belakang serviks yang tertekan yang merupakan penyebab
peningkatan kontraksi uterus (Prawirohardjo, 2002).
D.
Patofisiologi
His adalah salah satu kekuatan pada ibu yang menyebabkan serviks membuka
dan mendorong janin ke bawah pada letak kepala, bila his sudah cukup kuat,
kepala akan turun dan mulai masuk ke dalam rongga panggul.
Kontraksi
dimulai pada salah satu cornue (tanduk) uterus kiri atau kelenjar ke seluruh
miometrium sehingga menghasilkan kontraksi yang simetris. Fundus uteri
berkontraksi lebih kuat dan lebih lama dari bagian-bagian lain dari uterus.
Bagian tengah uterus berkontraksi pada fundus uteri. Bagian bawah uterus-uterus
serviks tetap pasif atau kontraksi lemah. Setelah kontraksi terjadi relaksasi
tonus otot diluar his tidak seberapa jauh meningkat.
Pada waktu his kemudian keluar pada keadaan semula.
Tahap persalinan:
1. Kala I yaitu pembukaan antara 4 cm dan kontraksi
terjadi teratur minimal 2 kali dalam 10 menit selama 40 detik
2. Kala II yaitu untuk memastikan apakah pembukaan sudah
lengkap atau kepala janin sudah tampak di vulva dengan diameter 5-6cm.
3. Kala III yaitu pengeluaran aktif plasenta
4. Kala IV yaitu sejak lamanya plasenta 1 sampai dengan
2-4 jam setelah persalianan dan keadaan itu menjadi stabil kembali.
WOC
E.
Tanda
dan gejala
a. Kekuatan
his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin
pendek.
b. Dapat
terjadi pengeluaran pembawa tanda (pengeluaran lendir, lendir bercampur darah).
c. Dapat
disertai ketuban pecah.
d. Pemeriksaan
dalam, dijumpai perubahan serviks (perlunakan, pendataran, dan pembukaan
serviks).
F. Pemeriksaan
Diagnostik
a.
Pemeriksaan
Laboratorium
1. Pemeriksaan urine protein (Albumin)
Untuk
mengetahui adanya risiko pada keadaan preeklamsi maupun adanya gangguan pada
ginjal dilakukan pada trimester II dan III.
2. Pemeriksaan urin gula
Menggunakan
reagen benedict dan menggunakan diastic.
3. Pemeriksaan darah
b. Ultrasonografi (USG)
Alat yang
menggunakan gelombang ultrasound untuk mendapatkan gambaran dari janin,
plasenta dan uterus.
c. Stetoskop Monokuler
Mendengar
denyut jantung janin, daerah yang paling jelas terdengar DJJ, daerah tersebut
disebut fungtum maksimum.
d. Memakai alat Kardiotokografi (KTG)
Kardiotokografi
adalah gelombang ultrasound untuk mendeteksi frekuensi jantung janin dan
tokodynomometer untuk mendeteksi kontraksi uterus kemudian keduanya direkam
pada kertas yang sama sehingga terlihat gambaran keadaan jantung janin dan
kontraksi uterus pada saat yang sama
G.
Penatalaksanaan
a.
Kala I
1. Mengukur TTV dan PF
2. Auskultasi DJJ
3. Memperhatikan kontraksi uterus, dilatasi uterus, penurunan
presentasi terendah dan kemajuan persalinan, serta perineum.
b. Kala II
1.
Mengajari ibu
untuk mengejan
c. Kala III
1. Pengawasan terhadap pendarahan
2. Memperhatikan tanda plasenta lepas
d. Kala IV
1. Pemeriksaan fisik, observasi TTV dan keadaan umum
2. Kontraksi rahim
3. Letakan bayi yang telah dibersihkan sebelah ibu
H. Komplikasi
Komplikasi yang mungkin timbul pada pasien intranatal
adalah ketuban pecah dini, persalinan preterm, kehamilan postmatur, prolaps
tali pusat, rupture uterus, kelahiran sesaria, inverse uterus, dan pendarahan
post partum dini.
II. Konsep Asuhan Keperawatan
Intranatal
1.
Kala I
A.
Pengkajian
a. Kaji benarnya inpartu
b. Kaji berapa jauh kemajuannya
c. Kaji keadaan ketuban
d. Kaji komplikasi atau resti
e. Kaji respon psikologis
f. Kaji kemajuan persalinan → partogram
1. Pembukaan
2. Penurunan persentasi
3. Moulage
g. Kaji kontraksi
h. Kaji posisi ibu :
1. Awal kala I ; jalan-jalan
2. Pembukaan 6-7 cm ; tidur miring ke kiri setengah duduk
i.
Kaji makan dan
minum
1. Akhir kala I dibatasi
2. Dianjurkan Bak 2-3 jam sekali
j.
Kaji lingkungan
tenang dan nyaman
k. Kaji penjelasan sikap empati dan hangat
B. Diagnosa
keperawatan
a. Kesulitan penyesuaian diri sehubungan dengan
hospitalisasi, belum mengenal lingkungan rumah sakit.
b. Resiko kekurangan cairan sehubungan dengan pembatasan
intake cairan.
c. Cemas sehubungan dengan masih asing dengan proses
persalinan.
d. Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 sehubungan dengan
hiperpentilasi.
e. Perubahan dalam nutrisi sehubungan dengan persalinan
yang berlangsung lama.
f. Mekanisme koping kurang efektif sehubungan dengan
kelelahan, kurang tidur, dan sesuatu yang tidak diharapkan.
g. Perubahan eliminasi sehubungan dengan bedrest.
C.
Intervensi
a. Fetal distress
1. Merubah posisi ibu
2. Meningkatkan kaki → mengurangi hipotensi
3. Menghentikan rangsangan O2
4. Memberikan O2
b.
Meningkatkan
kenyaman
1.
Membantu
partisipasi ibu
2.
Temukan tujuan
ibu
3.
Membantu
management energy
4.
Mengatasi
ketidaknyamanan ibu ; ambulasi, posisi, massage, pernapasan, dan relaksasi
c. Suasana dan lingkungan kamar
d. Support, empati
e. Penerangan hal-hal yang mungkin terjadi kepada
keluarga
f. Monitor :
1. Letak jantung janin
2. Pengeluaran cairan
3. Pembukaan → kala II
D.
Implementasi
a.
Mengajarkan
pasien/ibu posisi-posisi untuk mengurangi rasa nyeri
b.
Memberi
selang O2 bila perlu
c.
Memberi
informasi yang cukup tentang kondisi yang akan dialami ibu
d.
Mengajarkan
teknik mengejan yang benar dan tepat waktu
e.
Memberikan
massage untuk kenyamanan dan mengurangi rasa sakit
f.
Mengajarkan
teknik pernafasan untuk mengurangi kontraksi
g.
Lakukan
pemeriksaan djj, pengeluaran cairan, dan pembukaan
E.
Evaluasi
a. Ibu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah
sakit
b. Kebutuhan cairan pasien tercukupi
c. Cemas ringan/berkurang
d. Kebutuhan oksigen pasien tercukupi
e. Pasien dapat mengejan dengan benar dan tepat waktu
f. Koping individu efektif berhubungan dengan pengarahan
persalinan
g. Rasa nyeri berkurang
2.
Kala II
A.
Pengkajian
a.
Melanjutkan
monitor
1. Detak jantung janin
2. His (respon janin)
3. Pendarahan
4. Air ketuban
b. Tanda dan gejala fisik serta perilaku
c. Meneran dengan benar atau tidak
d. Mekanisme penyesuaian
e. Support person
B. Diagnosa
keperawatan
1.
Tidak mampu
mengikuti pimpinan persalinan sampai dengan kelelahan , panic, dan amnesia
2.
Perubahan
konsep diri sehubungan dengan merasa tidak mampu meneran dengan kuat
3.
Resiko
perlukaan sehubungan dengan posisi ibu yang tidak tepat
4.
Perubahan
konsep diri pada suami sehubungan dengan tidak mampu mensupport istri
C. Intervensi
1.
Cara
mengejan dan posisi
2.
Dorongan
psikososial
3.
Persiapan
pertolongan persalinan
4.
Asepsis dan
anti asepsis
5.
Faktor
psikososial
6.
Pertolongan
persalinan
D. Implementasi
1. Ajarkan teknik mengejan yang benar
2. Meminta pasien mempraktekkan teknik mengejan yang
telah diajarkan
3. Memberikan support dan dukungan agar ibu mampu
mengejan dengan baik
4. Memberikan pengarahan dan support pada suami untuk
selalu mendampingi pasien
5. Mempersiapkan kebutuhan persalinan
E. Evaluasi
1.
Pasien
mengatakan mau mengikuti saran dan arahan perawat
2.
Klien dapat
mengejan dengan baik dan benar
3.
Pasien
sudah mengerti posisi-posisi yang tepat untuk menghilangkan rasa sakit dan
resiko perlukaan
4.
Suami dapat
selalu mendampingi dan memberikan support pada ibu
3.
Kala III
A.
Pengkajian
a.
Timbul
kontraksi uterus
b.
Uterus
tampak membundar
c.
Terlihat
massa introitus
d.
Tali pusat
lebih menjulur
e.
Pendarahan
tiba-tiba dengan warna gelap
1. Observasi keadaan umum ibu dan tanda vital
2. Pengkajian jalan lahir
3. Mengkaji factor yang berkaitan dengan atonia
4. Pemberian utero tonika (k/p)
B.
Diagnosa
a.
Kurang
efektifitas mengatasi masalah sehubungan dengan kurang informasi tentang
kejadian kala III
b.
Perdarahan
pervaginaan sehubungan dengan kontraksi uterus yang kurang adekuat
c.
Resiko
relaksasi uterus sehubungan dengan kandungh kemih panuh
d.
Gangguan
rasa nyaman sehubungan dengan luka episiotomy
C.
Intervensi
a.
Observasi
perdarahan, shock, dan tanda vital
b.
Observasi
bayi dan identifikasi
c.
Kaji TFU
d.
Identifikasi
pengeluaran plasenta
e.
Upayakan
kontak ibu dan bayi
D.
Implementasi
a.
Lakukan
pencegahan terhadap pendarahan, shock dan lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
b.
Lakukan
pengkajian TFU untuk mengetahui persentasi dan posisi janin
c.
Catat waktu
lahir plasenta
d.
Tempelkan
bayi pada daerah dada ibu setelah bayi sudah keluar
E.
Evaluasi
a.
Pasien
sudah mengerti informasi yang diberikan tentang kala III
b.
Perdarahan
bisa diatasi dengan baik
c.
Rasa nyeri
dan sakit berkurang
d.
Kontak ibu
dan bayi dapat terjalin
4.
Kalla IV
A.
Pengkajian
a.
Kaji status
fisiologis ibu
b.
Kaji posisi
dan tonus uteri
c.
Kaji adanya
perdarahan pervaginam
d.
Kaji
kondisi perineum
B. Diagnosa
a. Resiko tinggi injuri sehubungan dengan tonus uteri
yang buruk dan perdarahan
b. Gangguan eliminasi urin sehubungan dengan haluaran/
anestesi regional
c. Deficit volume cairan dan eliminasi sehubungan denagn
kurangnya intake oral, atonia, uteri,
laserasi
d. Nyeri sehubungan dengan trauma perineal
e. Fatigue sehubungan dengan proses persalinan
C. Intervensi
a. Cegah perdarahan
b. Identifikasi perdarahan karena perlukaan
c. Memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi
d. Mencegah penekanan kandung kemih
e. Membantu ibu mengenal pengalamannya
f. Mencatat/melaporkan adanya kelainan
g. Memberikan rasa nyaman dan istirahat cukup
h. Pastikan tidak ada sisa plasenta
i.
Luka epis
tidak ada hemotom
D. Implementasi
a. Kaji kelainan pada saat proses persalinan atau pada
perlukaan
b. Beri cairan infuse untuk mencegah dehidrasi
c. Memberikan dukungan dan support pada ibu
d. Pastikan pasien mendapatkan istirahat yang cukup
E. Evaluasi
a. Perdarahan dapat dicegah dan luka dapat teratasi
b. Pasien dapar BAK dan BAB dengan baik
c. Kebutuhan cairan ibu terpenuhi
d. Kondisi ibu dan bayi baik
BAB
III
LAPORAN KASUS
I.
PENGKAJIAN
A.
Identitas klien
Nama
klien : Ny. N
Umur
: 31 Tahun
Suku/Bangsa : Minang
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMK
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Alamat
: Sianok
Nama
Suami : Tn.R
Umur : 31 Tahun
Suku
/Bangsa : Minang
Agama
: Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Sianok
B. Alasan
Masuk Rumah Sakit.
Klien masuk Rumah Sakit diantar
keluarga melalui IGD dengan keluhan nyeri pinggang, menjalar ke ari-ari sejak
tadi pagi. Keluar lendir bercampur darah dari kemaluan sejak jam 09.00 Wib.
C. Riwayat
Kehamilan dan Persalinan: G3 P2 A0 H2
|
No
|
Tgl/Bln/Thn
|
Tempat partus
|
Umur
Kehamilan
|
Jenis Partus
|
Jenis
kelamin/BB bayi
|
Ditolong
|
Ket
|
|
1.
|
2009
|
Rumah Sakit
|
Cukup
|
Normal
|
Perempuan
|
Bidan
|
-
|
|
2.
|
2011
|
Rumah Sakit
|
Cukup
|
Normal
|
Laki-laki
|
Bidan
|
-
|
D. Riwayat
Psikososial
-
Pandangan ibu dan keluarga terhadap kehamilan dan persalinan ini :
*
Keluarga mengatakan menerima dan merasa
senang dengan kehadiran Bayi.
-
Pengelaman melahirkan sebelumnya :
*
Klien partus spontan, Normal, Ketuban Jernih.
- Respon klien terhadap persalinan :
·
Tenang : ya
·
Depresi : ya
·
Gelisah : ya
·
Cemas
: ya
·
Takut
tidak
·
Tegang
tidak
·
Senang
: ya
·
Peka
: ya
·
Lelah
: ya
-
Interaksi dengan orang lain :
* Kllen berinteraksi
Baik, karena kllen menerima keadaan Bayi.
-
Pengetahuan ibu terhadap :
·
Penggunaan orang pendukung :
*Kllen membutuhkan pendamping (suami/
orang tua)
·
Teknik pernafasan / relaksasi :
* Penyebab kllen gelisah pernapasan
menjadi tidak stabil (cepat dangkal ,P:30x/i).
E.Pemeriksaan Umum :
- Tanda-tanda vital : TD : 120/80 N :80 RR
: 30 T : 36,3
-
TB : 145 BB : 51 kg Peningkatan BB
: 59 kg
-
Palpasi Kandung Kemih :
*Kandung kemih terasa
kosong.
-
Haemorhoid :
*Tidak ada
-
Edema :
*Tidak terdapat edema di kaki kanan
dan kiri.
-
Varices :
*Tidak ada varises pada kedua kaki.
-
Pola istirahat :
*Kllen istirahat dengan cukup
-
Pola Nutrisi :
*Kllen selama Hamil nutrisi
tercukupi.
E. Laporan
Persalinan
KALA
I :
1.
Mulai persalinan : Tanggal 10/12/2015
2.
Tanda dan gejala
-Rasa
sakit adanya His yang datang lebih kuat, Sering dan teratur. ( durasi 10 menit,
frekuensi 3x )
-Keluar
lendir bercampur darah yang lebih banyak karena robekan kecil pada servik.
-Servik
mulai membuka (dilatasi) dan mendatar.
3. Tanda-tanda Vital
TD : 130/70 P
: 22 x/i
N : 76 x/i S : 36,8 C
4. Lama kala 1 : 4 jam
5. Keadaan Psikososial : Sedang.
6. Tindakan
- Memantau DJJ (bunyi DJJ 156x/m)
- Memantau Pembukaan / Periksa dalam (
pembukaan 3-10 cm )
7. Pengobatan
-Terpasang Infus RL 20 tts/i
-Antibiotik (cefixime) 1gr .Iv
-Dexametason 2 amp.
KALA II :
Lama kala II 20 menit
1.
Tanda dan gejala
-
Ibu ingin meneran bersama dengan kontraksi
-Ibu
merasakan peningkatan tekanan pada rektum/vagina
-Perenium
terlihat menonjol
-Vulva
Vagina dan sfinger membuka
-Peningkatan
pengeluaran Lendir dan Darah.
2. Jelaskan upaya meneran
*Ibu ingin meneran
bersamaan dengan kontraksi.
-Tindakan
* Dilakukan episiotomi.
CATATAN KELAHIRAN.
1.Bayi
lahir jam :13.00 Wib
2.Nilai APGAR : 8/9
3.Tanda –tanda Vital
TD:120/80 P
: 54 x/i BB : 2600 gram
N : 146 x/i S
: 36,4 C PB : 47,5 cm
4.Pengobatan
-Inj.Neo
K
-Tetes mata gentamicin
Kala
III
·
Lama Kala III :
Lama
kala III 10 menit
1.Tanda
dan gejala.
-Perebuhan bentuk dan tinggi fundus uteri
-Tali pusat memanjang.
-Semburan darah mendadak dan singkat.
2.Plasenta lahir jam :
13.00
3.Cara lahir plasenta
spontan
-Panjang tali pusat -Kelainan:Tidak ada
-Pengobatan Oxitacin lamp -Metargin
-Pengobatan Oxitacin lamp -Metargin
KALA IV
·
Tanda-tanda Vital : TD:130/70 N:80x/i RR:20x/i T:36,6
·
Mulai jam : 13.20 wib
·
Keadaan Uterus : 2 jari dibawah pusat,
kontaraksi baik dan keras
·
Pendarahan ± 75 cc, Normal,
Karekteristik encer
·
Bonding ibu dan bayi : belum di lakukan
pada 1 jam post partum
·
Tindakan : -pantau TTV kllen
-pantau pendarahan kllen
-pantau tinggi fundus klien (3 jari
dibawah proc. Xyphoideus)
-pantau kontaksi uteri
-pantau kantong kandung kemih.
F. Data Fokus
DS:
-Kllen mengatakan merasa letih dan mengantuk
-Kllen mengatakan haus
-Kllen mengatakan ada cairan
mengalir keluar dari kemaluan
-Kllen mengatakan nyeri pada area
kemaluan
-Kllen mengatakan bokongnya terasa basah
dan dingin
-Kllen mengatakan belum menyusui
bayinya
DO :
-Kllen tampak lemah
-Kllen tampak terbaring ditempat
tidur
-Mokosa mulut tampak kering
-Tampak ada cairan keluar dari
kemaluan
-Kllen tampak gelisah
-Kllen tampak tidak nyaman dengan
alas bokong basah
-Perinium kllen terlihat ada jahitan
episiotomi basah
-Pengalas bokong kllen tampak basah
dan kotor
-Kllen tampak belum ada menyusui
bayinya
-Bayi tampak kehausan dan menangis
ANALISA
DATA
|
No
|
DATA
|
ETIOLOGI
|
MASALAH
|
||||||
|
1.
|
Ds :
-Kllen mengatakan nyeri pada kemaluan
-Kllen mengatakan ada cairan mengalir dari
kemaluan
-Kllen mengatakan bokong nya tersa basah
Do :
-Kllen
tampak gelisah
-Kllen
mengatakan nyeri saat ada darah / urin keluar
-tampak
ada jahitan pada luka episiotomi
-Tampak
darah bercampur urin keluar dari kemaluan
-TD:130/90
N:80x/i P:19x/i
S:36.8
C
|
Gangguan rasa nyaman (nyeri)
|
Persalinan
luka
episiotomi
trauma
jalan lahir
|
||||||
|
2.
|
Ds :
-Kllen
mengatakan nyeri pada area kemaluan
-Kleen
mengatakan ada cairan keluar dari kemaluan
-Kllen
mengatakan bokongnya terasa basah
DO:
-Kllen
tampak gelisah
-Tampak
ada bekas jahitan
Luka
epiostomi basah’
-Pengalas
bokong kllen tampak basah dan kotor
-Tampak
ada darah dan urine keluar dari kemaluan kllen
|
Resiko Infeksi
|
Epsiotomi
Luka
episiotomi
Trauma
jalan lahir
|
||||||
|
3.
|
Ds :
-Kllen mengatakan merasa letih (ngantuk)
-Kllen mengatakan haus
-Kllen mengatakan ada cairan keluar dari
kemaluan
DO:
-Kllen tampak lemah
-Kllen tampak gelisah
-mokosa mulut tampak kering
-Kllen tampak kering
-Kllen tampak berbaring di tempat tidur
-TD :130/80 N:80 x/i P: 19 x/i
S: 36,6 C
|
Resiko Dehidrasi
|
Mengedan
Keletihan
|
||||||
|
4.
|
DS :
-Kllen mengatakan merasa lemah dan letih
-Kllen mengatakan belum menyusui bayinya.
DO:
-Setelah persalinan kllen tampak
Belum ada menyusui bayinya
-Bayi tampak managis dan kehausan
|
Gangguan proses laktasi
|
Episiotomi
Mengedan
Keletihan
|
|
NO |
DIAGNOSA |
TUJUAN DAN KH |
INTERVENSI |
RASIONAL |
1. 2. 3. 4. |
Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d trauma jalan lahir Resiko infeksi b/d trauma jalan lahir Resiko dehidrasi b/d keletihan Gangguan proses laktasi b/d kelemahan dan keletihan ibu |
Tujuan : -setelah di lakukan tindakan keperawatan 3x 24 jam nyeri kllen berkurang KH: -Klllen tampak tenang -Luka kllen kering -tidak ada tanda- tanda infeksi Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan infeksi tidak terjadi. KH: -TTV batas normal -luka episiotomi kering dan baik Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan.dehidrasi kllen teratasi KH: -kllen terlihat segar -kllen tampak tenang -mukosa bibir lembab Turgor kulit bagus Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan proses laktasi berjalan lancar. KH: -Asi ada keluar -payudara tidak bengkak -nutrisi bayi terpenuhi |
1.Kaji lokasi dan skala nyeri 2.pantau TTV kllen /30 menit 3.pantau kondisi luka kllen 4.pantau kontraksi uterus 5.pantau tinggi fundus uteri 6.ajarkan teknik relaksasi nafas dalam 7.pantau kandung kemih. 1.pantau TTV kllen/30 menit 2.kaji keadaan luka episiotomi 3.ganti pengalas bokong 4.bersihkan area luka 1.pantau kebutuhan cairan kllen 2.berikan cairan terapi sesuai indikasi 3.berikan cairan oral dan parental 4.pantau out put cairan dan input cairan 5.pantau kondisi kandung kemih kllen. 1.berikan bayi pada ibu untuk segera du susui 2.kaji pengelaman menyusui bayi 3.anjurkan ibu menyusui bayi sering 1x2 jam 4.anjurkan keluarga membantu ibu dalam menyusui. |
1. Dengan mengkaji tingkat nyeri, kapan nyeri dirasakan oleh klien dapat disajikan sebagai dasar dan pedoman dalam merencanakan tindakan keperawatan selanjutnya. 2. Dengan mengukur tanda-tanda vital dapat diketahui secara dini kemunduran atau kemajuan keadaan klien. 3. 4.Mengidentifikasi penyimpangan dan kemajuan berdasarkan involusi uteri. 5. 6. Dengan teknik nafas dalam diharapkan pemasukan oksigen ke jaringan lancar dengan harapan rasa nyeri dapat berkurang. 1.Mengidentifikasi penyimpangan indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan. 2. Dapat menunjukkan trauma berlebihan pada jaringan perineal dan terjadinya komplikasi yang memerlukan evaluasi / intervensi lanjut. 3.untuk pencegahan infeksi nasokomial. 4.mencegah terjadinya infeksi 1. mencegah terjadinya dehidrasi. 2. 3. Cairan yang banyak memperlunak veses sehingga mencegah komplikasi 4.Mengidentifikasi keseimbangan cairan pasien secara adekuat dan teratur 1. 2. membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan saat ini agar memberikan intervensi yang tepat. 3. 4.untuk meningkatkan koping keluarga. |
|
NO |
DIAGNOSA |
TUJUAN DAN KH |
INTERVENSI |
RASIONAL |
1. 2. 3. 4. |
Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d trauma jalan lahir Resiko infeksi b/d trauma jalan lahir Resiko dehidrasi b/d keletihan pendarahan. Gangguan proses laktasi b/d kelemahan dan keletihan ibu |
Tujuan : -setelah di lakukan tindakan keperawatan 3x 24 jam nyeri kllen berkurang KH: -Klllen tampak tenang -Luka kllen kering -tidak ada tanda- tanda infeksi Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan infeksi tidak terjadi. KH: -TTV batas normal -luka episiotomi kering dan baik Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan.dehidrasi kllen teratasi KH: -kllen terlihat segar -kllen tampak tenang -mukosa bibir lembab Turgor kulit bagus Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan proses laktasi berjalan lancar. KH: -Asi ada keluar -payudara tidak bengkak -nutrisi bayi terpenuhi |
1.Kaji lokasi dan skala nyeri 2.pantau TTV kllen /30 menit 3.pantau kondisi luka kllen 4.pantau kontraksi uterus 5.ajarkan teknik relaksasi nafas dalam 1.pantau TTV kllen/30 menit 2.kaji keadaan luka episiotomi 3.ganti pengalas bokong 4.bersihkan area luka 1.pantau kebutuhan cairan kllen 2.berikan cairan oral dan parental 3.pantau out put cairan dan input cairan 1.berikan bayi pada ibu untuk segera di susui 2.kaji pengelaman menyusui bayi 3.anjurkan keluarga membantu ibu dalam menyusui. |
1.
Dengan mengkaji tingkat nyeri, kapan nyeri dirasakan
oleh klien dapat disajikan sebagai dasar dan pedoman dalam merencanakan
tindakan keperawatan selanjutnya
2.
Dengan
mengukur tanda-tanda vital dapat diketahui secara dini kemunduran atau
kemajuan keadaan klien.
3.
agar tidak terjadi infeksi
4.
Mengidentifikasi penyimpangan dan kemajuan
berdasarkan involusi uteri.
5.
Dengan teknik nafas dalam diharapkan pemasukan
oksigen ke jaringan lancar dengan harapan rasa nyeri dapat berkurang.
1.Mengidentifikasi penyimpangan indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan. 2. Dapat menunjukkan trauma berlebihan pada jaringan perineal dan terjadinya komplikasi yang memerlukan evaluasi / intervensi lanjut. 3.untuk pencegahan infeksi nasokomial. 4.mencegah terjadinya infeksi 1. mencegah terjadinya dehidrasi. 2. Cairan yang banyak memperlunak veses sehingga mencegah komplikasi 3.Mengidentifikasi keseimbangan cairan pasien secara adekuat dan teratur 1.agar terjalin hubungan dekat ibu dan bayi 2. membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan saat ini agar memberikan intervensi yang tepat. 3.untuk meningkatkan koping keluarga. |
H.IMPLEMENTASI
|
No
|
Hari
/
Tanggal
|
Diagnosa
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
1
|
Kamis
10.12.2015
|
DX 1
|
1.melakukan
pengkajian lokasi nyeri dari skala nyeri
2.memantau
TTV kllen / 30 menit selama 2 jam pertama
3.memantau
kondisi luka perinium kllen
4.membantu
kontraksi uterus kllen
5.memantau
TFU kllen
6.mengajarkan
teknik nafas dalam
7.memantau
kandung kemih kllen
|
S: kllen mengatakan nyeri pada kemaluan
berkurang.
-cairan masi ada keluar dari kemaluan
sedikit-sedikit.
O: lokasi nyeri pada area perineum skla 4.
-TTV . 13.15.wib
TD:
130/90. N : 80 x/i
P :19x/i
S: 36,6 C
13.20 wib
TD : 120/70, N :85 x/i
P :20 x/i
S:36,6 C
13.45 wib
TD :120/80 , N: 85 x/i P : 20 x/i
S :36,6 C
14.00
TD :120/70
N: 88 x/i P:21 x/i
S :
36,5 C
-kondisi luka baik
-kontraksi uterus baik dan keras
-TFU 2 jari dibawah pusat
-kllen mampu melakukan teknik nafas dalam.
-kandung kemih kllen kosong.
-kllen sebelumnya sudah BAK.
A: Dx : 1 Teratasi.
P: Intervensi
-pantau TTV lanjut 1 /jam
-pantau kontraksi uterus.
-pantau kandung kemih.
|
|
|
|
DX 2
|
1.memantau
TTV kllen/ 30 menit 2 jam
2.mengatasi keadaan luka episiotomi
3.mengganti penggalas bokong kllen.
4.membersihkan area luka kllen
|
S : kllen mengatakan merasa nyaman setelah pengalas
diganti
O : TTV . 13.15.wib
TD:
130/90. N : 80 x/i
P :19x/i
S: 36,6 C
13.20 wib
TD : 120/70, N :85 x/i
P :20 x/i
S:36,6 C
13.45 wib
TD :120/80 , N: 85 x/i P : 20 x/i
S :36,6 C
14.00
TD :120/70
N: 88 x/i P:21 x/i
S :
36,5 C
-pendarahan ± 75 cc
-kondisi luka baik dan bersih
-penggalas kllen baru di ganti
A: masalah 2 teratasi
P :Intervensi
- TTV /1 jam lanjut
-kllen stop dipindahkan.
|
|
|
|
DX 3
Dx 4
|
1.memantau kebutuhan cairan
kllen
2.memberikan therapi cairan
kllen
3.memberikan kllen minum
4.memantau input dan output
cairan kllen
5.memantau kandung kemih klien
1.memberikan bayi pada ibu untuk segera di susui
2.mengkaji pengelaman ibu
menyusui
3.menganjurkan ibu menyusui
bayinya 1x 2 jam
4.menganjurkan suami kllen membantu kllen dalam menyusui bayinya.
|
S : - kllen mengatakan letihnya berkurang dan tidak
haus lagi.
O : klien butuh minum
-klien di
berikan therapi cairan
RL drip
oksitosin ½ amp 20 Tts/i
-kllen di
berikan minum air putih dan teh
-input ±
1800 ml/cc. Out put ± 500 cc
-kandung
kemih kllen sudah kosong
A :masalah teratasi sebagian
P :Intervensi :
-therapi cairan
RL lanjut
-berikan minum oral lanjut
-pantau minum oral lanjut
-pantau input dan out put lanjut.
-pantau kondisi kandung kemih
Lanjut.
S: kllen mengatakan sudah tidak letih lagi dan suaminya
sudah ada untuk membantunya menyusui.
O: bayi sudah di bantu pada kllen untuk di susui
-kllen sudah punya pengelaman menyusui sebelumnya
karena ini merupakan anak ke 3
-kllen dan keluarga menerima saran petugas menyusui
bayi 1x/2 jam
A : masalah teratasi
P : intervensi 1-4 de hentikan.
|
|
|
|
|
|
|
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah
cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir dengan
bantuan atau tanpa bantuan
Tanda
– tanda permulaan persalinan
~
lightening
~ terjadi
his permulaan
Tahap
– tahap persalinan
- Kala I (pembukaan)
Partus di mulai bila timbul his dan pengeluaran lender berserta darah
yang terjadi 2 fase yaitu fase laten dan fase aktif
- Kala II ( pengeluaran
bayi )
His
menjadi lebih kuat dan cepat kira dua sampai tiga menit sekali. His mulai
mengeluarkan anggota badan bayi .
- Kala III ( pelapasan
plasenta )
Waktu pelepasan dan pengeluaran plasenta .
Proses pelepasan plasenta :
~ Duncan
~ Schultz
~ postpartum , diharapkan pendarahan postpartum
dapat di kurangi terjadi serempak / kombinasi dari keduanya
- Kala IV ( Observasi )
1
jam setelah plasenta lahir lengkap sekurang – kurangnya 1 jam
Factor – factor yang mempengaruhi proses
persalinan
~ power ( kekuatan ibu )
~ passage ( jalan lahir )
~ passanger ( janin )
DAFTAR PUSTAKA
ddin, 2002, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Neonatal, Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Bagian Obstetri
dan Ginekologi FK UNPAD Bandung, Obstetri Fisiologi, Penerbit Elemen, Bandung.
Bobak Jensen, Zalar, 2002, Maternity and
Gynecologycal Care, St. Lois, Baltimore, Toronto, The C. V. Mosby Co
Farrer H, 2001, Perawatan
Maternitas, Edisi 2, EGC, Jakarta
Iowa Outcome
Project, 2000, Nursing Outcome Classification (NOC), Mosby-Year
Book
Iowa
Intervention Project, 1996, Nursing Intervention Classification (NOC),
Mosby-Year Book
Manuaba, Ida Bagus Gede, 1998, Ilmu kebidanan,penyakit kandungan dan
keluarga berencana, EGC, Jakarta
Marlyn
Doenges,dkk, 2001,Rencana perawatan Maternal/Bayi, EGC , Jakarta
No comments:
Post a Comment