MAKALAH
KEBUTUHAN
DASAR MANUSIA II
TENTANG
ASKEP
PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN
PEMENUHAN
KEBUTUHAN NUTRISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tubuh memerlukan energi untuk fungsi-fungsi organ
tubuh, pergerakan tubuh, mempertahankan suhu, fungsi enzim, pertumbuhan dan
pergantian sel yang rusak. Metabolisme merupakan semua proses biokimia pada sel
tubuh. Proses metabolisme dapat berupa anabolisme (membangun) dan katabolisme
(pemecah).
Masalah nutrisi erat kaitannya dengan intake
makanan dan metabolisme tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Secara
umm faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi adalah faktor fisiologis untu
kebutuhan metabolisme bassal, faktor patologis seperti adanya penyakit tertentu
yang menganggu pencernaan atau meningkatkan kebutuhn nutrisi, faktor
sosio-ekonomi seperti adanya kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan
nutrisi.
Nutrisi sangat penting bagi manusia karena
nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk hidup, mengkonsumsi
nutrien (zat gizi) yang buruk bagi tubuh tiga kali sehari selama puluhan tahun
akan menjadi racun yang menyebabkan penyakit dikemudian hari
Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ada sistem yang
berperan di dalamnya yaitu sistem pencernaan yang terdiri atas saluran
pencernaan dan organ asesoris, saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai usu
halus bagian distal. Sedangkan organ asesoris terdiri dari hati, kantong empedu
dan pankreas.
Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena
apabila tidak ada nutrisi maka tidak ada gizi dalam tubuh kita. Sehingga bisa
menyebabkan penyakit / terkena gizi buruk oleh karena itu kita harus
memperbanyak nutrisi.
B. Tujuan Penulisan
a.
Tujuan Umum
Tujuan umum makalah ini adalah untuk mengetahui
tentang Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Katarak.
b.
Tujuan Khusus
1.
Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada klien dengan
gangguan pemenuhan nutrisi.
2.
Mahasiswa mampu menegakkan diagnosa keperawatan pada
klien dengan gangguan pemenuhan nutrisi.
3.
Mahasiswa mampu menyusun intervensi keperawatan pada
klien dengan gangguan pemenuhan nutrisi.
4.
Mahasiswa mampu menerapkan implementasi keperawatan
pada klien dengan gangguan pemenuhan nutrisi.
5.
Mahasiswa mampu mengevaluasi implementasi keperawatan
yang telah dilaksanakan pada klien dengan gangguan pemenuhan nutrisi.
6.
Mahasiswa mampu mendokumentasikan keperawatan yang
telah dilaksanakan pada klien dengan gangguan pemenuhan nutrisi.
C. Manfaat Penulisan
Makalah
Adapun
manfaat dari makalah ini adalah :
1. Hasil makalah ini dapat kita gunakan sebagai
sumber pengetahuan tentang pemenuhan nutrisi
2. Hasil makalah ini dapat memberikan
kontribusi bagi penelitian kesehatan dan ilmu keperawatan
3. Hasil makalah ini dapat memberikan masukan bagi ilmu keperawatan tentang tingkat
pengetahuan kita tentang gangguan pemenuhan nutrisi, sehingga apabila
diperlukan dapat kita lakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang gangguan
pemenuhan kebutuhan nutrisi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Review Anatomi Fisiologi Pencernaan

Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring),
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem
pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu
pankreas, hati dan kandung empedu.
A. Mulut
Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada hewan. Mulut
biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal
dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus.
Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan.
Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh
organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif sederhana,
terdiri dari manis, asam, asin dan pahit.
Saliva (air
liur), sekresi yang berkaitan dengan mulut yang diproduksi oleh tiga kelenjar
saliva utama yaitu parotis, submandibula, sublingual yang terletak di rongga
mulut yang dikeluarkan melalui duktus didalam mulut.
Saliva terdiri atas 99,5% air serta 0,5% protein dan
elektrolit. Protein saliva yang terpenting adalah amilase, mukus, dan lisozim.
Fungsi dari
saliva dapat disimpulkan sebagai berikut:
· Air liur memulai proses pencernaan karbohidrat di
mulut melalui kerja amilase liur, suatu enzim yang memecah polisakarida menjadi
disakarida.
· Air
liur mempermudah proses menelan dengan membasahi partikel-partikel makanan,
sehingga mereka saling menyatu serta menghasilkan pelumasan karena adanya mukus
yang kental dan licin
· Air
liur memiliki efek antibakteri melalui efek ganda, pertama oleh lisozim suatu
enzim yang melisiskan atau menghancurkan bakteri tertentu kedua dengan membilas
bahan makanan yang mungkin digunakan oleh bakteri.
· Air
liur berfungsi sebagai pelarut untuk molekul-molekul yang merangsang papil
pengecap, sehingga kita dapat merasakan rasa makanan.
· Air liur membantu kita dalam berbicara dengan
membasahi lidah dan bibir.
· Air
liur berperan penting dalam higiene mulut dengan membantu kebersihan mulut dan
gigi. Karena air liur terus menerus membilas sisa makanan yang tersisa di
mulut.
· Air
liur memiliki senyawa penyangga bikarbonat yang menetralkan asam di makanan dan
asam yang dihasilkan oleh flora normal yang ada di mulut, untuk mencegah karies
gigi.
Walaupun memiliki banyak fungsi
namun enzim amilase saliva tidaklah esensial karena walau tidak adanya enzim
tersebut enzim amilase pankreas dapat menyelesaikan pencernaannya, serta waktu
kontak antara substrat dengan enzim amilase saliva tidaklah optimum dikarenakan
cepatnya waktu mengunyah dan menelan makanan.
Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus)
dan di kunyah oleh gigi belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil
yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus
bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai
mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang
memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai
secara sadar dan berlanjut secara otomatis.
Palatum
terdiri atas 2 bagian yaitu :
a.
Palatum durum ( palatum keras ) yang tersusun atas tajuk – tajuk palatum dan
sebelah depan tulang maksilaris dan lebih kebelakang terdiri dari dua tulang
palatum.
b.
Palatum mole ( palatum lunak ) terletak dibelakang yang merupakan lipatan
menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput
lendir.
Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lendir.
Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung.
Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi, tetapi oleh gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang disebut dengan peristaltik.
Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lendir.
Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung.
Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi, tetapi oleh gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang disebut dengan peristaltik.
a. Gigi
Gigi manusia terdiri dari gigi seri, taring, dan
geraham. Gigi seri terletak di depan berbentuk seperti kapak yang mempunyai fungsi
memotong makanan. Di samping gigi seri terdapat gigi taring. Gigi taring berbentuk
runcing yang berguna untuk merobek makanan. Di belakang gigi taring terdapat
gigi geraham yang mempunyai fungsi menghaluskan makanan.
Setiap gigi
tersusun atas bagian-bagian sbb ;
v
Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu bagian yang tampak dari luar.
v
Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan merupakan
batas antara mahkota dan akar gigi.
v Akar
gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi, dan rongga gigi.
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi, dan rongga gigi.
v
Email
Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi. Email berfungsi melindungi tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi akan rusak pula.
Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi. Email berfungsi melindungi tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi akan rusak pula.
v
Tulang gigi
Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari dentin. Dentin berupa jaringan berwarna kekuningan.
Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari dentin. Dentin berupa jaringan berwarna kekuningan.
v
Semen gigi
Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.
Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.
v
Rongga gigi
Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Lubang yang dalam pada gigi dapat mencapai rongga gigi dan mengenai saraf sehingga menimbulkan nyeri.
Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Lubang yang dalam pada gigi dapat mencapai rongga gigi dan mengenai saraf sehingga menimbulkan nyeri.
Susunan gigi
Gigi manusia mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7 bulan sampai 26 bulan. Gigi pada anak-anak di sebut gigi susu atau sulung. Setelah anak berumur 6 sampai 14 tahun gigi susu tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Gigi tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu berjumlah 20 buah terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham 8 buah.
Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri dari gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah. Dengan demikian kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi susu dan gigi tetap.
Gigi manusia mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7 bulan sampai 26 bulan. Gigi pada anak-anak di sebut gigi susu atau sulung. Setelah anak berumur 6 sampai 14 tahun gigi susu tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Gigi tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu berjumlah 20 buah terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham 8 buah.
Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri dari gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah. Dengan demikian kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi susu dan gigi tetap.
b. Lidah
Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan
di dalam mulut mendorong makanan masuk ke kerongkongan. Selain itu lidah lidah
juga berfungsi untuk mengecap atau merasakan makanan. Pada lidah terdapat
daerah-daerah yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti asin, masam,
manis, dan pahit.
Lidah
terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot
lidah ini dapat digerakkan ke seluruh arah.
Lidah dibagi
atas 3 bagian :
a.
Radiks lingua = pangkal lidah
b.
Dorsum lingua = punggung lidah
c.
Apeks lingua = ujung lidah
Pada pangkal
lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup jalan napas
pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan tidak masuk ke jalan napas.
Punggung
lidah ( dorsum lingua ) terdapat puting-puting pengecap atau ujung saraf
pengecap.
Frenulum
lingua. Merupakan selaput lendir yang terdapat pada bagian bawah kira-kira
ditengah-tengah jika lidah digerakkan ke atas nampak selaput lendir.
Flika sublingua.
Terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum linguadi sini terdapat pula lipatan
selaput lendir.
Pada
pertengahan flika sublingua ini terdapat saluran dari glandula parotis, sub
maksilaris dan glandula sub lingualis.
Fungsi lidah
yaitu mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap dan menelan,
serta merasakan makanan.
c. Kelenjar ludah
Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah.
Kelenjar ludah tersebut adalah kelenjar ludah parotis, kelenjar ludah rahang
bawah, kelenjar ludah bawah lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui
saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut.
Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.
Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.
Kelenjar
Ludah
Merupakan kelenjar
yang mempunyai duktus yang
Duktus wartoni dan duktus stensoni.
Kelenjar
ludah ada 2, yakni :
1.
Kelenjar ludah bawah rahang ( kelenjar submaksilaris ), yang terdapat dibawah
tulang rahang atas pada bagian tengah.
2.
Kelenjar ludah bawah lidah ( kelenjar sublingualis ) yang terdapat disebelah
depan bawah lidah.
Di bawah kelenjar ludah bawah rahang dan
kelenjar ludah bawah lidah di antara bawah
lidah bagian bawah dari lidah disebut korunkula sublingualis serta hasil
sekresinya berupa kelenjar ludah ( saliva ). Kelenjar ludah ( saliva )
dihasilkan dalam rongga mulut. Di sekitar rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar
luda :
1.
Kelenjar Parotis
Letaknya di bawah depan dari telinga
diantara prosesus mastoid kiri dan kanan os mandibular, duktusnya duktus
stensoni. Duktus ini keluar dari glandula parotis menuju rongga mulut melalui
pipi ( muskulus buksinator )
2.
Kelenjar Submaksilaris
Terletak di bawah rongga mulut
bagian belakang, duktusnya bernama duktus wartoni, bermuara di rongga mulut
dekat dengan frenulum lingua.
3. Kelenjar
Sublingualis
Letaknya di bawah selaput lendir
dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga mulut.
Kelenjar ludah di sarafi oleh
saraf-saraf tak sadar.
Otot Lidah
Otot-otot
ekstrinsik lidah berasal dari rahang bawah ( M. Mandibularis, os Hioid dan
Prosesus stiloid ) menyebar ke dalam lidah membentuk anyaman bergabung dengan
otot intrinsik yang terdapat pada lidah.
M.
Genioglossus merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan
tengah
bagian dalam yang menyebar sampai radiks lingua.
B. Tenggorokan ( Faring)
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan
kerongkongan. Berasal dari bahasa yunani yaitu Pharynk.
Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel )
yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan
pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan nafas
dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan
ruas tulang belakang
Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung,
dengan perantaraan lubang bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan
rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium
Tekak terdiri dari; Bagian superior =bagian yang
sangat tinggi dengan hidung, bagian media adalah bagian yang sama tinggi dengan
mulut dan bagian inferior adalah bagian yang sama tinggi dengan laring.
Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring
bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga,Bagian
media disebut orofaring,bagian ini berbatas kedepan sampai diakar lidah bagian
inferior disebut laring gofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring
C. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan adalah tabung (tube)
berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan
mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan
menggunakan proses peristaltik. Di sebelah depan kerongkongan
terdapat saluran pernapasan yang disebut trakea. Trakea menghubungkan rongga
hidung dengan paru-paru. Pada saat kita menelan makanan, ada tulang rawan yang
menutup lubang ke tenggorokan. Bagian tersebut dinamakan epiglotis. Epiglotis
mencegah makanan masuk ke paru-paru.
Kerongkongan sering juga disebut esofagus(dari bahasa Yunani: οiσω, oeso - "membawa", dan Îφαγον, phagus
- "memakan").
Esofagus dibagi menjadi tiga bagian:
·
serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).
|
|
sekresi
esofagus seluruhnya berkarakter mukus dan terutama memberi fungsi pelumasan
untuk menelan. Bagian utama dari esofagus dikelilingi oleh beberapa kelenjar
mukus sederhana. Pada bagian ujung lambung, dan dalam jumlah kecil pada bagian
awal esofagus, terdapat juga beberapa kelenjar mukus campuran. Mukus yang
disekresi oleh kelenjar campuran pada esofagus bagian atas akan mencegah
ekskoriasi mukosa akibat makanan yang baru saja masuk, sedangkan kelenjar
campuran yang berada didekat sambungan esofagogastric akan melindungi dinding
esofagus dari pencernaan oleh asam getah lambung yang sering mengalami refluks
dari lambung kembali lagi kebagian bawah esofagus.
D. Lambung
Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk
seperti kandang keledai.
Terdiri dari 3 bagian yaitu
§
Kardia
§
Fundus
§
Antrum
Lambung adalah ruang berbentuk kantung yang berbentuk
huruf j yang terletak antara esofagus dan korpus (badan). Motilitas lambung
bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
Pengisian
lambung jika kosong lambung memiliki volume 50 ml tetapi organ ini dapat
mengembang sampai dengan 1000 ml ketika makan. Ada dua faktor yang menjaga
motilitas lambung yaitu plastisitas yang mengacu pada kemampuan otot polos
dalam mempertahankan ketegangannya yang konstan dalam rentang waktu yang lebar.
Selanjutnya adalah relaksasi reseptif yakni proses relaksasi otot polos untuk
meningkatkan kemampuan lambung dalam mengakomodasi volume makanan.
Lambung mempunyai dua otot lingkar, yaitu otot lingkar pardia dan otot lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan bagian bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot lingkar pilorus hanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung.
Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi.
Dinding lambung berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik
dinding lambung mengakibatkanmakanan di dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian
dinding lambung sebelah dalam terdepat kelenjar yang menghasilkan getah
lambung.. getah lambung mengandung asam lambung, serta enzim-enzim lain. Asam
lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengantifkan enzim
pepsinogen menjadi pepsin.pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein
menjadi molekul yang lebih kecil.
Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan
melalui otot berbentuk cincin (sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam
keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam
kerongkongan.
Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara
ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi
lambung menghasilkan 3 zat penting :
- Lendir
Lendir
melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap kelainan
pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada
terbentuknya tukak lambung.
- Asam
klorida (HCl)
Asam klorida
menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah
protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap
infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.
- Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)
Selain
sel-sel penyekresi mucus yang mengelilingi seluruh permukaan lambung, mukosa
lambung mempunyai dua tipe kelenjar tubula yang penting : kelenjar oksintik
(Kelenjar gastrik) dan kelenjar pilorik. Kelenjar oksintik menyekresi asam
hidroklorida, pepsinogen, dan mucus. Kelenjar pilorik terutama menyekresi mucus
untuk melindungi mukosa pylorus dari asam lambung. Kelenjar tersebut juga
menyekresi hormon gastrin.
E. Usus halus (usus kecil)
Usus halus atau usus kecil adalah bagian
dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Dinding
usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati
melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan
air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding
usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan
lemak. Di usus halus terdapat susunan yang sangat rapat dari kelenjar mucus
campuran, yang disebit kelenjar brunner.Kelenjar ini menyekresi mucus yang
alkalis dalam jumlah besar.Fungsi dari mucus yang disekresikan oleh kelenjar
brunner adalah untuk melindungi dinding duodenum dari pencernaan oleh getah
lambung yang sangat asam, yang keluar dari lambung.
ENZIM-ENZIM
PENCERNAAN PADA SEKRESI USUS HALUS
Bila sekresi usus halus dikumpulkan tanpa serpihan
sel, sekresi ini hampir tidak mengandung enzim.Enterosit mukosa, terutama yang
menutupi vili, mengandung enzim pencernaan yang mencerna zat-zat makanan khusus
ketika makanan diabsorbsi melalui epitel.Enzim-enzim ini adalah sebagai
berikut:
- Beberapa peptidase untuk
memecah peptide kecil menjadi asam amino
- Empat enzim sukrase,
maltase, isomaltase, dam lactase untuk memecah disakarida menjadi
monosakarida.
- Sejumlah kecil lipase
intestinum untuk memecah lemak netral menjadi gliserol dan asam lemak.
Lapisan usus halus ; lapisan mukosa ( sebelah dalam ),
lapisan otot melingkar ( M sirkuler ), lapisan otot memanjang ( M Longitidinal
) dan lapisan serosa ( Sebelah Luar )
Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
1. Usus dua belas jari
(Duodenum)
Usus dua belas jari atau duodenum adalah
bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan
bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.
Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya
oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat
sembilan. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang
berarti dua belas jari.
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas
jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk
ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh
usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk
berhenti mengalirkan makanan.
2. Usus Kosong (jejenum)
Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum)
adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter
adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam
tubuh dengan mesenterium.
Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan
terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni
berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat
dibedakan dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan
usus kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.
Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune
yang berarti "lapar" dalam bahasa Inggris modern. Arti aslinya
berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti "kosong\
3. Usus Penyerapan (illeum)
Usus penyerapan atau ileum adalah bagian
terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi
menyerap vitamin
B12 dan
garam-garam empedu.
F. Usus Besar (Kolon)
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi
utama organ ini adalah menyerap air dari feses.
Usus besar terdiri dari :
- Kolon
asendens (kanan)
- Kolon
transversum
- Kolon
desendens (kiri)
- Kolon
sigmoid (berhubungan dengan rektum)
Banyaknya
bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa
bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
Bakteri di
dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K.
Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta
antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar.
Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air,
dan terjadilah diare.
G. Usus Buntu (sekum)
Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian
besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian
atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.
H. Umbai Cacing (Appendix)
Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah
dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen
atau peritonitis (infeksi rongga abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform appendix (atau hanya appendix)
adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum.
Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio.
Dalam orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi
dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai
cacing bisa berbeda - bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis)
yang jelas tetap terletak di peritoneum.
Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan), sebagian yang lain percaya bahwa
apendiks mempunyai fungsi dalam sistem limfatik.
Operasi
membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.
I. Rektum dan anus
Rektum (Bahasa Latin: regere, "meluruskan, mengatur")
adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon
sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan
sementara feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di
tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens
penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air
besar (BAB). Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam
rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk
melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi,
sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air
akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan
keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam
pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar
dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian
lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang
dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar - BAB), yang
merupakan fungsi utama anus.
J. Pankreas
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting
seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan
berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu :
- Asini,
menghasilkan enzim-enzim pencernaan
- Pulau
pankreas, menghasilkan hormon
Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum
dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan
mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke
dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk
inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan.
Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi
melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.
ENZIM – ENZIM PENCERNAAN PANKREAS
Sekresi pankreas mengandung banyak enzim untuk
mencerna tiga jenis makanan utama : protein, karbohidrat, dan lemak.
Enzim-enzim pancreas yang paling penting untuk mencerna protein adalah tripsin,
kimotripsin, dan karboksipolipeptidase.
Tripsin dan kimotripsin memisahkan seluruh dan
sebagian protein yang dicerna menjadi peptide berbagai ukuran tetapi tidak
menyebabkan pelepasan asam-asam amino bentuk tunggal. Namun
karboksipolipeptidase ternyata memecah beberapa peptide menjadi asam-asam amino
bentuk tunggal, sehingga menyelesaikan pencernaan beberapa protein menjadi
bentuk asam amino.
Enzim pancreas untuk
mencerna karbohidrat adalah amilase pankreas, yang akan menghidrolisis pati,
glikogen, dan sebagian besar karbohidrat lain (kecuali selulosa) untuk
membentuk sebagian besar disakarida dan beberapa trisakarida.
Enzim pancreas untuk mencerna lemak adalah
1.
lipase pancreas, yang mampu menghidrolisis lemak netral menjadi asam lemak dan
monogliserida.
2. Kolesterol
esterase, yang menyebabkan hidrolisis ester kolesterol.
3. Fosfolipase, yang
memecah asam lemak dari fosfolipid.
|
|
K. Hati
Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam
badan manusia dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan
dengan pencernaan.
Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa fungsi dalam tubuh termasuk
penyimpanan glikogen, sintesis protein plasma, dan penetralan obat. Dia juga
memproduksi bile, yang penting dalam pencernaan. Istilah
medis yang bersangkutan dengan hati biasanya dimulai dalam hepat- atau hepatik
dari kata Yunani untuk hati, hepar.
Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding
usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini
mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan
pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi
menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.
Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan
tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam
sirkulasi umum.
L. Kandung empedu
Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir yang dapat
menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kandung empedu adalah sekitar 7-10 cm dan
berwarna hijau gelap - bukan karena warna jaringannya, melainkan karena warna
cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.
Empedu
memiliki 2 fungsi penting yaitu:
· Membantu pencernaan dan penyerapan
lemak , bukan karena enzim dalam empedu yang menyebabkan pencernaan lemak,
tetapi karena asam empedu dalam empedu melakukan dua hal :
1. Asam empedu membantu
mengemulsikan partikel-partikel lemak yang besar dalam makanan menjadi banyak
partikel kecil, permukaan partikel tersebut dapat diserang oleh enzim lipase
yang disekresikan dalam getah pancreas.
2. Asam empedu membantu
absorbs produk akhir lemak yang telah dicerna melalui membran mukosa
intestinal.
Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh,
terutama haemoglobin (Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan
kelebihan kolesterol.
PROSES
BIOKIMIAWI PADA MASING-MASING ORGAN DI SISTEM PENCERNAAN
Pencernaan karbohidrat
- Pencernaan karbohidrat di
dalam mulut dan lambung
Ketika makanan
dikunyah, makanan bercampur dengan saliva, yang terdiri atas enzim pencernaan ptialin
yang terutama disekresikan oleh kelenjar parotis.Enzim ini menghidrolisis
tepung menjadi disakarida maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya yang
mengandung 3-9 molekul glukosa.Namun, makanan berada dalam mulut hanya
untuk waktu yang singkat, jadi mungkin tidak lebih dari 5% dari semua tepung
telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.
Tetapi, pencernaan tepung kadang berlanjut didalam korpus dan fundus lambung
selama satu jam sebelum makanan bercampur dengan sekresi lambung. Kemudian
aktivitas amilase saliva dihambat oleh asam yang berasal dari sekresi lambung,
karena amylase pada dasarnya tidak aktif sebagai suatu enzim bila pH medium
turun dibawah sekitar 4,0. Meskipun demikian, rata-rata, sebelum makanan dan
saliva yang ada bersamanya menjadi seluruhnya tercampur dengan sekresi lambung,
sebanyak 30-40% tepung telah dihidrolisis terutama membentuk maltosa.
- Pencermaan karbohidrat didalam usus halus
Pencernaan oleh amilase pankreas
Sekresi pankreas, seperti saliva, mengandung sejumlah
besar ptialin yang fungsinya hampir mirip dengan ptialin saliva tetapi beberapa
kali lebih kuat.Oleh karena itu, dalam waktu 15-30 menit setelah kimus
dikosongkan dari lambung kedalam duodenum dan bercampur dengan getah pankreas,
sebenarnya,semua karbohidrat telah dicernakan. Pada umumnya, hampir semua
karbohidrat diubah menjadi maltose dan polimer-polimer glukosa yang sangat
kecil lainnya sebelum keduanya melewati duodenum atau jejenum bagian atas.
- Pencernaan protein dalam lambung
Pepsin, enzim peptic lambung yang penting, paling
aktif pada pH 2-3 dan tidak aktif pada pH kira-kira diatas 5. Akibatnya, agar
enzim ini dapat melakukan kerja pencernaan terhadap protein, getah lambung
harus bersifat asam. Asam hidroklorida ini disekresikan oleh sel-sel parietal
(oksintik) didalam kelenjar pada pH 0,8 tetapi pada saat asam hidroklorida
bercampur dengan isi lambung dan bersama dengan sekresi dari sel-sel kelenjar
non-oksintik lambung, pH lalu berkisar antara 2-3 suatu batas asiditas yang
cukup tinggi untuk aktifitas pepsin. Salah satu gambaran penting pencernaan
pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna protein kolagen, suatu jenis protein
albuminoid yang sangat sedikit dipengaruhi oleh enzim-enzim pencernaan lainnya.
Kolagen
merupakan unsur dasar utama dari jaringan ikat antar sel daging. Oleh karena
itu, agar enzim saluran pencernaan dapat menembus daging dan mencerna protein
daging lain, hal yang terpenting adalah mencernakan serabut-serabut kolagen
tersebut lebih dulu. Akibatnya, orang yang kekurangan pepsin didalam getah
lambung, daging yang dicerna kurang dapat ditembus oleh enzim-enzim pencernaan
lain. Oleh karena
itu proses pencernaannya buruk.
- Pencernaan protein oleh sekresi pancreas
Kebanyakan pencernaan protein terjadi didalam usus halus bagian atas, didalam
duodenum dan jejunum, dibawah pengaruh enzim-enzim proteolitik dari sekresi
pancreas.Segera setelah masuk dari lambung ke usus halus, produk yang sebagian
sudah dipecahkan dari makanan berprotein diserang oleh enzim-enzim proteolitik
utama pankreas:tripsin,kimotripsin, karboksifolipeptidase, dan proelastase.
Keduanya, baik tripsin dan kimotripsin memecah molekul-molekul protein menjadi
polipeptida-polipeptida kecil. Karboksifolipeptidase kemudian memecahkan asam
amino- asam amino tunggal dari ujung karboksil polipeptida.Proelastase,
kemudian diubah menjadi elastase, yang kemudian mencernakan serabut-serabut
elastin yang sebagian menahan daging.
- Pencernaan peptida oleh peptidase didalam enterosit yang melapisi vili
usus halus
Tahap terakhir pencernaan protein didalam lumen usus dicapai oleh eritrosit
yang melapisi vili usus halus, terutama didalm duodenum dam jejunum. Dua jenis
enzim peptidase yang sangat penting adalah aminopolipeptidase dan beberapa
dipeptidase. Enzim-enzim tersebut bertugas memecah sisa polipeptida-polipeptida
yang besar menjadi betuk tripeptida dan dipeptida serta beberapa menjadi
asam-asam amino. Baik asam amino ditambah dipeptida dan tripeptida dengan ludah
ditranspor memalui membran mikrovili kebagian dalam enterosit. Dalam beberapa
menit, semua dipeptida dan tripeptida yang masih tertinggal akan dicerna sampai
tahap akhir untuk membentuk asam amino tunggal dan kemudian dihantarkan kesisi
lain dari eritrosit dan dari tempat itu ke dalam darah.
Pencernaan lemak
- Pencernaan lemak didalam usus
Sejumlah kecil trigliserida dicerna didalam lambung
oleh lipase lingual yang disekresikan oleh kelenjar lingual didalam mulut dan
ditelan bersama dengan saliva.
- Emulsivikasi lemak oleh asam
empedu dan lesitin.
Tahap pertama dalam pencernaan
lemak adalah secara fisik memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang sangat
lecil, sehingga enzim pencernaan yang larut-air dapat bekerja pada pemukaan
gumpalan lemak. Proses ini disebut emulsifikasi lemak, dan dimulai melalui
pergolakan didalam lambung untuk mencampur lemak dengan produk pencernaan
lambung. Lalu, kebanyakan proses emulsifikasi tersebutterjadi didalam duodenum
dibawah pengaruh empedu, sekresi dari hati yang tidak mengandung enzim
pencernaan apapun. Akan tetapi, empedu mengandung sejumlah besar garam empedu
juga fosfolipid lesitin. Keduanya, tetapi terutama lesitin, sangat penting
untuk mengemulsi lemak.
- Pencernaan trigliserida oleh lipase pancreas
Sejauh ini enzim yang paling penting untuk pencernaan
trigleserida adalah lipase pankreas, terdapat dalam jumlah sangat banyak
didalam getah pankreas cukup untuk mencernakan dalan satu menit semua
trigliserida yang dicapainya.
- Produk akhir pencernaan lemak
Sebagian besar trigliserida dalam
makanan dipecah oleh getah pankreas menjadi asam lemak bebas dan
2-monogliserida.
B.
Pengertian Nutrisi, Nutrient, Metabolisme
(Pengertian
Nutrisi Menurut Beberapa Ahli dan Jenis-jenis Nutrisi) – Nutrisi adalah
ikatan kimia yang yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu energi,
membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan (Soenarjo,
2000). Menurut Soenarjo (2000), Nutrisi merupakan kebutuhan utama pasien
kritis dan nutrisi enteral lebih baik dari parenteral karena lebih mudah,
murah, aman, fisiologis dan penggunaan nutrien oleh tubuh lebih efisien.
Nutrisi
adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk membentuk energi,
mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal
setiap organ dan jaringan tubuh (Rock CL, 2004). Nutrisi adalah suatu
proses organism menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui
proses degesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan (Supariasa,
2001). Nutrisi merupakan salah satu kebutuhan vital bagi semua makhluk hidup. Pengertian
nutrisi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
- Nutrisi adalah proses
pengambilan zat-zat makanan penting (Nuwer, 2008).
- Nutrisi adalah substansi
organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh,
pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan (Wikipedia, 2008).
- Nutrisi berbeda dengan makanan,
makanan adalah segala sesuatu yang kita makan sedangkan nutrisi adalah apa
yang terkandung dalam makanan tersebut (Uri, 2008).
Dibawah ini
merupakan beberapa jenis-jenis Nutrisi:
- Karbohidrat. Karbohidrat adalah komposisi yang
terdiri dari elemen karbon, hydrogen dan oksigen, terdapat dalam tumbuhan
seperti beras, jagung, gandum, umbi-umbian, dan terbentuk melalui proses
asimilasi dalam tumbuhan (Pekik, 2007)
- Lemak. Lemak merupakan sumber energi
yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri atas gabungan gliserol dan
asam-asam lemak.
- Protein. Protein merupakan konstituen
penting pada semua sel, jenis nutrien ini berupa struktur nutrien kompleks
yang terdiri dari asam-asam amino.
- Vitamin. Vitamin adalah bahan organik
yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan berfungsi sebagai katalisator
proses metabolisme tubuh.
- Mineral. Mineral merupakan unsur
esensial bagi fungsi normal sebagian enzim, dan sangat penting dalam
pengendalian sistem cairan tubuh. Mineral merupakan konstituen esensial
pada jaringan lunak, cairan dan rangka. Rangka mengandung sebagian besar
mineral. Tubuh tidak dapat mensintesis sehingga harus disediakan lewat
makanan.
- Air. Air merupakan komponen
terbesar dalam struktur tubuh manusia. Kurang lebih 60-70% berat badan orang
dewasa berupa air sehingga air sangat diperlukan oleh tubuh, terutama bagi
mereka yang melakukan olahraga atau kegiatan berat.
C.
Beberapa
faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi
1. Pengetahuan
Rendahnya pengetahuan tentang manfaat makanan bergizi dapat mempengaruhi pola konsumsi makan. Hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan informasi, sehingga dapat terjadi kesalahan dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
2. Prasangka
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makanan yang bernilai gizi tinggi, dapat mempengaruhi status giziseseorang. Misalnya di beberapa daerah tempe yang merupakan sumber protein yang baik dan murah, tetapi tidak digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari karena masyarakat menganggap bahwa mengkonsumsi tempe dapat merendahkan derajat mereka.
3. Kebiasaan
Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertentu dapat juga mempengaruhi status gizi. Misalnya, di beberapa daerah terhadap larangan makan pisang dan pepaya bagi para gadis remaja. Padahal makanan tersebut merupakan sumber vitamin yang baik. Adapula larangan makan ikan bagi anak-anak karena ikan dianggap dapat menyebabkan cacingan. Padahal ikan merupakan sumber protein yang sangat baik bagi anak-anak.
4. Kesukaan
Kesukaan yang berlebihan terhadap satu jenis makanan dapat mengakibatkan kurangnya variasi makanan, sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zat gizi yang dibutuhkan secara cukup. Kesukaan dapat mengakibatkan banyak terjadi kasus malnutrisi pada remaja karena asupan gizinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh.
5. Ekonomi
Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi. Penyediaan makanan bergizi membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga perubahan status gizi dipengaruhi oleh status ekonomi. Dengan kata lain, orang yang status ekonomi kurang biasanya kesulitan dalam penyediaan makanan bergizi, sebaliknya orang dengan status ekonomi cukup lebih mudah untuk menyediakan makanan yang bergizi.
D.
KEBUTUHAN NUTRISI
1.Kekurangan Nutrisi
a. Keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak berpuasa (normal) atau
risiko penurunan berat badan akibat ketidak cukupan asupan nutrisi untuk kebutuhan
metabolism.
b.
Tanda klinis : BB 10-20% dibawah normal, TB di
bawah ideal, adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot, adanya penurunan
albumin serum.
c.
Penyebab : disfagia, nafsu makan menurun,
penyakit infeksi dan kanker, penurunan absorpsi nutrisi.
2. Kelebihan Nutrisi
a.
Suatu keadaan yang dialami seseorang yg
mempunyai resiko peningkatan BB akibat asupan kebutuhan metabolisme berlebih.
b.
Tanda klinis : BB lebih dari 10% BB idieal,
obesitas, aktivitas menurun dan monoton, lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm
pada pria dan 25 mm pada wanita.
c.
Penyebab : perubahan pola makan, penurunan
fungsi pengecapan.
3. Obesitas : BB yang mencapai > 20% BB normal
4.
Malnutrisi Malnutrisi adalah suatu keadaan
terganggunya kemampuan fungsional, atau defisiensi integritas struktural atau
perkembangan yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara suplai nutrisi
esensial untuk jaringan tubuh dengan kebutuhan biologis spesifik.
Malnutrisi
dapat disebabkan oleh:
a. Under
nutrition, disebabkan karena kekurangan pangan secara relatif atau absolut selama
periode tertentu.
b.
Spesific deficiency, disebabkan karena kekurangan zat
gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe, dll.
c.
Over nutrition, disebabkan karena kelebihan
konsumsi pangan untuk periode tertentu.
d. Imbalance, disebakan
karena disporposi zat gizi, misalnya kolesterol terjadi karena tidak
seimbangnya LDL, HDL dan VLDL.
5.
Diabetes melitus gangguan kebutuhan nutrisi yang
ditandai dengan adanya ggn metabolism
karbohhidrat
akibat kekurangan insulin atau penggunaan karbohidrat scr berlebihan.
6. Hipertensi : Gangguan nutrisi yang disenbabkan oleh berbagai masalah
pemenuhan kebutuhan nutrisi.
7. Penyakit jantung koroner : Gangguan nutrisi yang sering disebabkan oleh
adanya peningkatan
kolesterol darah dan merokok.
8. Kanker : Pengkomsusian lemak secara berlebihan.
9.
Anoreksia Nervosa Penurunan BB secara mendadak
dan berkepanjangan yg ditandai dengan adanya
konstipati, pembengkakan badan, nyeri abdomen, kedinginan.
No comments:
Post a Comment