Saturday, February 18, 2017

LAPORAN PENDAHULUAN KDM 1

LAPORAN PENDAHULUAN


KDM 1


PENGATURAN POSISI
Pengaturan posisi yang dapat dilakukan pada pasien ketika mendapatkan perawatan, dengan tujuan untuk kenyamanan pasien, pemudahan perawatan dan pemberian obat, menghindari terjadinya pressure area akibat tekanan yang menetap pada bagian tubuh tertentu.
Pengaturan posisi antara lain adalah :

·         Posisi Fowler
           Posisi setengah duduk atau duduk, bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Untuk fowler (45°-90°) dan semifowler(15°-45°). Dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan, memfasilitasi fungsi pernapasan, dan untuk pasien pasca bedah.
Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Dudukkan pasien
c. Berikan sandaran pada tempat tidur pasien atau atur tempat tidur, untuk
posisi untukf o wl er ( 900) danSemi f owl er ( 30 ± 450 ).
d. Anjurkan pasien untuk tetap berbaring setengah duduk.

·         Posisi Sim
Posisi miring ke kanan atau ke kiri. Dilakukan untuk memberi kenyamanan dan untuk mempermudah tindakan pemeriksaan rectum atau pemberian huknah atau obat-obatan lain melalui anus.



Cara Pelaksanaan :
a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring. Kemudian apabila dimiringkan kekiri dengan posisi badan setengah telungkup, maka lutut kaki kiri diluruskan serta paha kanan ditekuk diarahkan ke dada. Tangan kiri di belakang punggung dan tangan kanan didepan kepala.
c. Bila pasien miring kekanan, posisi bdan setengah telungkup dan kaki kanan lurus, sedangkan lutut dan paha kiri ditekuk dan diarahkan ke dada. Tangan kanan dibelakang punggung dan tangan kiri didepan kepala.

·         Posisi Trendelenburg
Posisi pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak, dan pada pasien shock dan pada pasien yang dipasang skintraksi pada kakinya.
Cara Pelaksanaan :
a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang. Letakkan bantal di antara kepala
dan ujung tempat tidur pasien, serta berikan bantal dibawah lipatan lutut

c. Pada bagian kaki tempat tidur, berikan balok penopang atau atur tempat tidur
secara khusus dengan meninggikan bagian kaki pasien.

·         Posisi Dorsal Recumbent
Posisi berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) diatas tempat tidur. Dilakukan untuk merawat dan memeriksa genetalia serta proses persalinan.

Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, pakaian bawah di buka
c. Tekuk lutut, renggangkan paha, telapak kaki menghadap ke tempat tidur dan
renggangkan kedua kaki.
d. Pasang selimut

·         Posisi Litotomi
Posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Dilakukan untuk memeriksa genetalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.
Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, angkat kedua paha dan tarik
kearah perut.
c. Tungkai bawah membentuk sudut 900 terhadap paha.
d. Letakkan bagian lutut/kaki pada tempat tidur khusus untuk posisi litotomi
e. Pasang selimut

·         Posisi Genu Pektoral
Posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian atas tempat tidur. Dilakukan untuk memeriksa daerah rectum dan sigmoid dan untuk membantu merubah letak kepala janin pada bayi yang sungsang.
Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Anjurkan pasien untuk berada dalam posisi menungging dengan kedua kaki
ditetuk dan dada menempel pada kasur tempat tidur
c. Pasang selimut pada pasien

TRANSPORTASI KLIEN
1.     MEMINDAHKAN KLIEN DARI BRANKAR KE KURSI RODA
A. Definisi : Memindahkan klien dari brankar ke kursi roda untuk menjalani prosedur             atau tindakan tertentu
B. Tujuan :
·         Menjalani prosedur perawatan tertentu
·         Dipindahkan ke tempat atau ruangan tertentu
C. Persiapan Alat :
·         Sarung tangan
·         Kursi roda
D. Prosedur pelaksanaan :
·         Atur peralatan dengan tepat
·         Siapkan dan kaji klien :
    1. bantu klien pada posisi duduk di tepi brankar
    2. kaji klien apakah mengalami hipotensi postural sebelum memindahkanny dari brankar
·         Berikan instruksi yang jelas pada klien :
a.       bergerak ke depan dan duduk di tepi brankar
b.      condongkan tubuh kedepan mulai dari pinggul
c.       letakkan kaki yang kuat di bawah tepi brankar, sedangkan kaki yang lemah berada di depannya
d.      letakkan tangan klien diatas permukaan brankar atau diatas kedua bahu perawat, sehingga klien dapat mendorong tubuhnya sambil berdiri
·         Siapkan posisi perawat dengan tepat
a.       Berdiri tepat didepan klien. Condongkan tubuh ke depan, fleksikan pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Lebarkan kaki anda, dengan satu kaki didepan dan yang lainnya dibelakang.
b.       Lingkari punggung klien dengan kedua tangan perawat
c.       Tegakkan otot gluteal, abdominal, kaki, dan lengan anda
·         Bantu klien untuk berdiri, kemudian bergerak bersama-sama menuju kursi roda:
a.       bantu klien pada posisi tegak untuk beberapa saat
b.      bersama-sama memutar atau mengambil beberapa langkah menuju ke kursi roda
·         Bantu klien untuk duduk:
a.       meminta klien untuk :
1.      membelakangi kursi roda
2.      meletakkan bagian kaki yang kuat dibelakang kaki yang lebih lemah
3.      menjaga kaki yang lainnya tetap berada didepan
4.      meletakkan kedua tangan diatas lengan kursi roda atau tetap pada bahu perawat
b.      berdiri tepat didepan klien. Letakkan satu kaki didepan dan kaki yang lainnya dibelakang
c.       tegakkan otot glutel, abdominal, dan lengan
·         Pastikan keselamatan klien
a.       Minta klien untuk menggeser duduknya sampai pada posisi yang paling aman dan nyaman
b.      Turunkan tatakan kaki dan letakkan kedua kaki klien diatasnya















MEMINDAHKAN PASIEN OLEH DUA ATAU TIGA PERAWAT
  1. Definisi : pemindahan pasien yang dilakukan oleh dua sampai tiga orang perawat
  2. Tujuan : memindahkan pasien dari ruangan ke ruangan lain untuk tujuan tertentu
  3. Alat dan Bahan :
    • Brankar
    • Bantal
  4. Prosedur kerja
·         Cuci tangan
·         Lakukan persiapan
·         Dua atau tiga perawat berdampingan menghadap tempat tidur pasien
·         Seyiap orang bertanggung jawab untuk salah satu dari area tubuh pasien
·         Masing-masing pasien membentuk pijakan dasar yg luas
·         Lengan pengangkat diletakkan di bawah kepala dan bahu
·         Pengangkat menggulingkan pasien ke arah dada
·         Pada hitungan ke tiga pasien diangkat dan di gendong ke dada perawat
·         Pada hitungan ke tiga yang ke dua, perawat melangkah kebelakang
·         Perawat dg perlahan menurunkan pasien
·         Perawat mengkaji kesejajaran tubuh pasien
·         Posisikan pasien pada posisi yg dipilih
·         Observasi pasien
·         Cuci tangan
·         Catat prosedur






















ORAL HIGIENE
Perawatan Mulut

A. Definisi: membersihkan rongga mulut,lidah, dan gigi dari semua kotoran/sisa makanan dengan menggunakan kain kasa/kapas yang di basahi dengan air bersih.
B. Tujuan:
·         Meningkan daya tahan tubuh.
·         Mencegah timbulnya penyakit infeksi
·         Menghindari bau mulut.
·         Memberikan perasaan senang dan segar kepada klien.
·         Merupakan suatu usaha pengobatan.
·         Melaksanakan kebersihan perorangan.
C.    Persiapan Alat :
·         Handuk dan perlak.
·         Gelas kumur berisi air masak/NaCl 1%/air garam
·         Kom kecil berisi boraks gliserin/gentian violet secukupnya.
·         Bak steril tertutup berisi kapas lidi, kasa, pinset klem, sudip lidah.
·         Sarung tangan bersih.
·         Bengkok 2 buah
·         Perlak kecil dan alasnya.
D.    Prosedur Pelaksanaan
·         Bawa alat ke dekat klien.
·         Jelaskan kepada klien tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan.
·         Cuci tangan.
·         Pasang alas/handuk dibawah dagu dan pipi klien.
·         Pakai sarung tangan.
·         Jepit deppers dengan ujung pinset klem dan basahi dengan air masak/NaCl/air garam.
·         Buka mulut klien dengan sulip lidah yang sudah dibungkus kasa.
·         Bersihkan rongga mulut
·         Kain kasa yang sudah kotor di buang kedalam bengkok.
·         Ulangi tindakan sampai bersih.
·         Olesi bibir dengan boraks gliserin.
·         Angkat bengkok yang berisi kain kasa, lidi kapas,pinset,klem yang kotor.
·         Angkat perlak atau alas.
·         Lepaskan sarung tangan dan masuk kan ke dalam bengkok.
·         Rapikan klien dan bersihkan alat dan simpan.
·         Cuci tangan
·         Dokumentasikan tindakan.

Perawatan gigi

Menyikat gigi
A.Definisi : membersihkan gigi dari kotoran / sisa makanan dengan menggunakan sikat gigi.
B.Tujuan:
·      Supaya mulut dan gigi tetap sehat,bersih, dan tidak berbau.
·      Mencegah terjadi nya infeksi
·      Memberikan perasaan segar pada klien.
·      Melaksanakan kebersihan perseorangan
·      Meningkatkan daya tahan tubuh.


C.Persiapan alat:

·      Pengalas/perlak kecil
·      Handuk/alas
·      Sikat gigi dan pasta gigi
·      Gelas berisi air
·      Bengkok 2 buah/mangkok tempat air kumur.
·      Tisu.
·      Alat pengisap.
·      Sarung tangan bersih.

D.Prosedur pelaksanaan:
·      Bawa alat kedekat klienan pipi klien.
·      Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.
·      Cuci tangan lalu pakai sarung tangan.
·      Pasang pengalas di bawah dagu dagu dan pipi.
·      Letakan bengkok di bawah dagu klien
·      Berikan air untuk kumur-kumur kepada klien.
·      Berikan sikat gigi yang sudah di bubuhi pasta gigi.
·      Berikan kesempatan kepada klien untuk menyikat gigi sampai bersih, lalu sarankan untuk kumur kumur dengan air bersih,tampung air dalam bengkok.
·      Masukkan sikat gigi kedalam gelas yang telah kosong.
·      Letakka bengkok dan gelas di atas baki.
·      Keringkan bibir dan sekitarnya menggunakan tisu/handuk.
·      Angkat handuk, lepaskan sarung tangan lalu masukkan ke dalam bengkok kosong.
·      Rapikan kembali posisi dan sikap klien dengan nyaman.
·      Bereskan peralatan sikat gigi, bersihkan dan kembalikan ketempat nya.
·      Cuci tangan
·      Dokumentasikan tindakan.

Asuhan keperawatan
  1. Pengkajian
    1. Riwayat keperawatan
Identifikasi kebiasaan oral care
Identifikasi masalah mulut dan factor penyebabnya


b.      Pemeriksaan fisik
                                                              i.      Periksa:
1.      bibir: warna, kelembapan, adanya luka, edema.
2.      mukosa bucca: warna , kelembaban, lesi, nodul, pendarahan
3.      gusi: warna, pendarahan, edema, eksudat, gigi tanggal
4.      Lidah: warna, simetris, gerakan, tekstur, lesi
5.      oropharing:gerakan uvula, tonsil.
ii.      Catat: adanya gigi plasu, dan bau mulut
iii.    Keadekuatan menelan dan mengunyah
iv.    Masalah-masalah mulut:
1.      dental caries
2.      penyakit periodontal
3.      pyoorhea
4.      halitosis
5.      ginggivitis
6.      karang gigi
7.      stomatitis
8.      glowsitis
9.      cheilosis
10.  mukosa mulut kering
11.   keganasan mulut
v.      Perubahan perkembangan,
Perubahan fisiologi berdampak pada kondisi dan penampilan struktur rongga mulut
vi.    Pilihan dan kebiasaan individu
Kaji kebiasaan individu untuk mengidentifikasi ksalahan teknik, efisiensi, dan tingkat pengetahuan pelayanan
vii.  Faktor resiko terjadinya masalah mulut
Paralisis, sakit serius, keterbatasan, fisik extremitas atas, tidak sadar, bingung, depres, diabetik tidak dapat makan lewat mulut terapi radiasi, kemoterapi, pembedahan mulut, trauma mulut. ETT.

2.      Diagnosa
Gangguan membran mukosa berhubungan dengan trauma mulut, inteks cairan yang terbatas, tidak efektifnya peralatan mulut, trauma karena efek kemoterapi atau radiasi.
Gangguan rasa nyaman: Nyeri berhubungan dengan ginggivitis, hilangnya gigi
Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhungan denga ginggivitis
Defisit peralatan kebersihan mulut berhubungan dengan gangguan tingkat kesadaran, kelemahan extremitas atas
Gangguan gambaran diri berhubungan dengan halitosis, tanggalnya gigi
Kurang pengetahuan tentang perawatan kebersiahn mulut berhubungan dengan keslaahn pahaman tentang perawatan mulut
Resiko tingi infeksi berhubungan dengan trauma mukosa mulut

3.      Perencanaan
Tujuan pada klien yang membutuhkan oral care diantaranya:
·         Mukosa mulut akan utuh dan hidrasi baik
·         Klien akan dapat mandiri melakukan perawatan kebersihan dir yang benar
·          Klien akan merasa nyaman
·          Klien akan memahanmi perawatn kebersihan mulut yang benar

4.      Implementasi
a.                   Routine daily mouth care :
·         Menyikat gigi
·         Menggunakan benang gigi
·          Menggunakan mounth wash
·         Penggunaan flouride
b.      Special mounth care:
·         Klien yang tidak sadar
·         Klien yang berisiko stomatistis
·         Klien yang diabetes
·         Klien dengan infeksi oral
c.       Denture care

5        Evaluasi
Keuntungan dari oral care mungkin tidak terlihat dalam beberapa hari
Memberikan secara kontinue sering dibutuhkan untuk membuang plak yang tebal dan membersihkan lidah dan memepertahankan kondisi mukosa normal






No comments:

Post a Comment