TUGAS INDIVIDU TERAPY
KOMPLEMENTER
EKSTRAK KULIT
MANGGIS
O
L
E
H
FUADIL ULUM
KOORDINATOR
OLEH :
Ns.
YASLINA, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERINTIS PADANG
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat-nya kepada kita semua.
Terutama untuk kami yang telah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah
ini yang berjudul “EKSTRAK KULIT MANGGIS”.
Pada
makalah ini kami menginformasikan betapa banyak nya manfaat dari kulit manggis
ini yang tidak diketahui oleh banyak orang. Dan tidak lupa kami memberikan
informasi tentang ekstrasi kulit manggis dengan metode solektasi.
Semoga
makalah ini dapat berguna bagi siapa pun yang membacanya. Terima kasih
Penyusun
Bukittinggi,
Januari 2017
DAFTAR ISI
Pendahuluan……………………………………………………………………………………….4
Rumusan
Masalah…………………………………………………………………………………4
Manfaat
Kulit Manggis……………………………………………………………………………5
Ekstrak
Kulit Manggis dengan metode Sokletasi…………………………………………………8
Standar
Kualitas…………………………………………………………………….……………14
Kesimpulan………………………………………………………………………………………15
Daftar
Pustaka…………………………………………………………………………….……...16
PENDAHULUAN
MANGGIS merupakan salah satu buah eksotik
daerah tropis. Tanaman manggis berasal dari hutan Indonesia dan Malaysia, lalu
menyebar ke berbagai belahan dunia seperti Amerika Tengah, Sri Lanka, Malagasi,
Karibia, Hawaii, dan Australia Utara. Buah manggis mendapat julukan “ratunya
buah tropis” (queen of tropical fruits) karena memiliki rasa yang khas
menyegarkan dan penampilannya menarik. Kandungan yang terdapat dalam daging
buah manggis antara lain gula sakarosa, dekstrosa, dan levulosa.
Dalam takaran tiap 100 gram sajian
buah manggis terdiri dari 79,2 gram air, 0,5 gram protein, 19,8 gram
karbohidrat, 0,3 gram serat, 11 mg kalsium, 17 mg fosfor, 0,9 mg besi, 14 IU
vitamin A, 66 mg vitamin C, 0,09 mg vitamin B1 (Thiamin), 0,06 mg vitamin B2
(riboflavin), dan 0,1 mg vitamin B5 (niasin). Di balik keeksotikannya, manggis
menyimpan berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan atau biasa disebut
sebagai pangan fungsional (functional food). Di beberapa negara, sudah sejak
lama manggis dijadikan sebagai obat dan bahan terapi, terutama bagian kulitnya.
Pada masyarakat tradisional, daging
buah biasa di gunakan untuk radang amandel, sariawan, disentri, wasir, luka
atau borok karena kemampuan antiinflamasi atau anti peradangan. Kulit buah
manggis (kulit buah manggis) dikategorikan sebagai limbah. kulit buah manggis
mengandung air 62,05%, abu 1,01%, lemak 0,63%, protein 0,71%, total gula 1,17%,
dan karbohidrat 35,61%.
Berbagai hasil penelitian
menunjukkan kulit buah manggis kaya akan antioksidan, terutama antosianin,
xanthone, tanin, dan asam fenolat. Radikal bebas (atom atau kelompok atom yang
dalam keadaan bebas alias tidak terikat dengan gugus lain) dapat menangkap
molekul hydrogen, asam lemak, logam berat yang pada akhirnya memicu beragamnya
penyakit degeneratif.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja manfaat dari kulit
manggis?
2.
Ekstraksi Garcinia Mangostana
dengan Metode Sokletasi
PEMBAHASAN
1.
Manfaat
Kulit Manggis
Manfaat
Kulit manggis saat ini paling banyak dicari dan digunakan untuk dijadikan obat
alternatif berbagai macam penyakit, serta dimanfaatkan dalam urusan kecantikan.
Memang ternyata buah manggis yang rasanya enak dan mengandung banyak manfaat,
mempunyai fakta kalau kulitnya lah yang mempunyai manfaat lebih.
Kulit
Manggis mempunyai kandungan senyawa xanthone yang saat ini banyak dikembangkan
dan diproduksi dalam bentuk sirup, yang kemudian terkenal dengan nama sirup xanthone.
Sirup ini sangat terkenal karena mengandung zat antioksidan yang dapat melawan
radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan, senyawa ini memiliki sifat
sebagai antidiabetes, antikanker, anti peradangan, antibakteri, antifungi,
antiplasmodial, dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Manfaat
kulit manggis ini dikutip dari detik.com ada sekitar 75 manfaat yang dapat kita
peroleh dari kulit manggis, jika kita rutin meminumnya. Asalkan telaten hasil
yang maksimal pasti akan kita dapatkan, diantaranya :
Untuk Kesehatan Tubuh menyeluruh :
1.
Memperkuat sistem kekebalan.
2.
Menyembuhkan peradangan.
3.
Memperbaiki komunikasi antar sel.
4.
Mengagalkan kerusakan DNA.
5.
Alat bantu sistem getah bening.
6.
Memelihara optimal fungsi kelenjar gondok.
7.
Mengurangi resistensi insulin.
8.
Membantu penurunan berat badan.
9.
Menyembuhkan kerusakan urat syaraf.
10. Menyeimbangkan sistem kelenjar
endokrin.
11. Alat bantu dari sinergi tubuh.
12. Meringankan wasir.
13. Membantu menurunkan kadar gula dalam
darah (hypoglycemia).
14. Meringankan penyakit kulit kemerah-merahan/bersisik
(psoriasis).
15. Membantu menyembuhkan luka.
16. Meringankan sakit akibat carpal
tunnel syndrome (penyakit yang terjadi pada pergelangan tangan serta jari yang
disebabkan oleh tekanan yang sering terjadi pada bagian tersebut. Dan biasanya
sering diakibatkan karena terlalu sering memakai keyboard dan mouse).
17. Menghilangkan penyakit kulit kering
bersisik kronis (neurodermatitis). Kandungan anti peradangan dari manggis dapat
mengurangi sisik dan gatal pada penyakit kulit.
Untuk Kesehatan Jantung :
18. Membantu mencegah penyakit jantung.
19. Memperkuat pembuluh darah.
20. Menurunkan kolesterol LDL.
21. Menurunkan tekanan darah tinggi.
22. Membantu mencegah arteriosclorosis.
Kesehatan Pencernaan :
23. Membantu mengatasi penyakit GERD
(penyakit kronik yang ditandai dengan mengalirnya asam lambung ke dalam kerongkongan).
24. Membantu menyembuhkan borok/bisul.
25. Meringankan syndrome kelainan usus
besar (IBS).
26. Membantu menghentikan diare.
27. Dapat meringankan peradangan usus
besar ataupun kecil yang dikenal dengan Crohn`s disease.
28. Bisa mencegah salah satu penyakit
radang usus besar (diverticulitis).
Membuat Lebih Awet Muda :
29. Menambah energi, meningkatkan
kegembiraan dan menaikkan stamina.
30. Memperlambat proses penuaan.
31. Membantu menghindari penyakit
kemerosotan pada otak (dementia & Alzheimer`s).
32. Membantu mencegah batu ginjal.
33. Membantu mencegah penyakit sistem
syaraf (parkinson).
34. Meredakan sakit akibat radang sendi.
35. Memperbaiki kerusakan dari
penggunaan obat penghilang rasa sakit (NSAID).
36. Alat bantu untuk mata.
Kesehatan keluarga :
37. Menurunkan demam.
38. Mengatasi keracunan makanan.
39. Menyembuhkan luka tenggorakan.
40. Membantu menyembuhkan sariawan.
41. Mengatasi sesak nafas.
42. Membantu mengurangi migran (sakit
kepala sebelah).
43. Mengurangi sakit gigi.
44. Alat bantu tidur yang alami.
45. Meningkatkan kemampuan untuk
mengatasi stess.
46. Meningkatkan mood dan menurunkan
depresi.
47. Alat bantu kesehatan otot dan sendi.
48. Menghilangkan jerawat dan cacat pada
kulit.
49. Menghilangkan bekas gigitan,
terbakar dan keracunan.
50. Meringankan keseleo, ketegangan otot
dan sendi.
51. Meringankan sakit perut.
52. Meringankan radang tenggorokan
(bronchitis), pembengkakan paru-paru (emphysema), dan radang paru-paru
(pneumonia).
53. Bekerja sebagai obat penghilang rasa
sesak/mampat pada hidung (decongestant).
Kesehatan Pria :
54. Membantu mencegah kemandulan.
55. Membantu mencegah pembesaran
prostat.
Kesehatan Wanita :
56. Meringankan kesulitan buang air
kecil.
57. Sebagai obat pencuci perut yang
lembut.
58. Meminimalkan gejala sakit sebelum
menstruasi (PMS).
59. Meringankan gejala menopause.
60. Menurunkan pembengkakan saat
menstruasi.
61. Meringkan sakit pada otot, ligamen, atau
tendon (fibromyalgia).
62. Meringankan sakit akibat penyakit
menurunnya kepadatan tulang/pengapuran tulang (osteoporosis).
Kesehatan Anak-Anak :
63. Membantu meringkan penyakit asma.
64. Bisa mencegah gangguan hyperaktif
dan kurang perhatian (ADHD) dan alergi makanan.
65. Membentuk gigi dan tulang yang lebih
kuat.
Mengatasi Penyakit :
66. Mencegah penyakit gusi.
67. Memberantas penyakit TBC.
68. Menurunkan efek samping ketidaktoleranan
laktosa.
69. Membantu mencegah disentri.
70. Membantu mencegah penyakit sistem
syaraf pusat (multiple sclerosis).
71. Bisa mencegah kanker.
72. Meringankan penyakit inflamasi
kronik (peradangan menahun) yang menyerang struktur tulang belakang dan
terutama sendi panggul (Ankylosing Spondylitis).
73. Membantu mencegah infeksi paru-paru
dan pernafasan kronis (cyctic fibrosis).
74. Mencegah gejala yang berhubungan
dengan penyakit lupus.
75. Mengurangi penyakit lemas otot yang
parah (Myasthenia Gravis).
Ekstraksi Garcinia Mangostana dengan
Metode Sokletasi
A.
Tujuan
Mengekstraksi kandungan kimia dari
bahan alam menggunakan metode sokletasi dan memperkenalkan komponen alat-alat
sokletasi
B.
Dasar Teori
1.
Manggis (Garcinia mangostana L)
Manggis merupakan tanaman buah berupa
pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu
hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini
menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka,
Malagasi, Karibia, Hawai, dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut
dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), manggus
(Lampung), manggusto (Sulawesi Utara), manggista (Sumatera Barat). Pusat
penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat
(Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur
dan Sulawesi Utara.
Dalam sistematik (taksonomi)
tumbuhan, manggis diklasifikasikan sebagai berikut :
a.
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
b.
Divisi : Spermatophyta
c.
Subdivisi : Angiospermae (biji tertutup)
d.
Kelas : Dicotyledonae
e.
Ordo : Malpighiales
f.
Famili : Guttiferae
g.
Genus : Garcinia
h.
Spesies : Garcinia mangostana L
Buah
manggis sering disebut sebagai : “ratu buah” yang mengandung senyawa aktif
seperti vitamin, katekin (antioksidan), polisakarida dan Xanthones. Xanthone
dari buah manggis ini telah terbukti secara ilmiah memiliki beragam manfaat
yaitu sebagai anti-aging, anti oksidan, menurunkan tekanan darah tinggi,
modulator kekebalan tubuh, kardioprotektif, mencegah osteoporosis, membantu
sistem pencernaan, memacu pertumbuhan sel darah merah, antivirus, antibiotic,
antijamur, antiradang, anti tumor dan sebagainya.
Senyawa
aktif Xanthones dapat ditemukan diseluruh bagian buah manggis, kandungan
tertinggi terdapat dalam kulit manggis. Terdapat 40 senyawa xanthones, beberapa
diantaranya yang telah banyak diteliti adalah alfa-mangostin, gamma-mangostin
dan garcinone.
2. Ekstraksi Sokletasi
Ekstraksi adalah penguraian zat-zat
berkhasiat atau zat aktif dibagian tanaman, hewan dan beberapa jenis ikan pada
umumnya mengandung senyawa-senyawa yang mudah larut dalam pelarut organik. Pada
umumnya zat aktif dari tanaman dan hewan terdapat didalam sel namun sel tanaman
dan hewan berbeda begitu pula ketebalan sel masing-masing berbeda sehingga
diperlukan metode ekstraksi dan pelarut tertentu dalam mengekstraksinya. Proses
terekstraksinya zat aktif dalam sel tanaman adalah pelarut organik akan
menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat
aktif, zat aktif akan terlarut dalam pelarut organik tersebut sehingga terjadi
perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif didalam sel dan pelarut organik
diluar sel, maka larutan terpekat akan terdistribusi keluar sel dan proses ini
terulang terus sampai terjadi keseimbangan antara konsentrasi cairan zat aktif
didalam sel dan diluar sel.
Tujuan ekstraksi adalah untuk
menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstraksi ini
didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat kedalam pelarut dimana
perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke
dalam pelarut. Pelarut atau campuran pelarut yang digunakan untuk mengekstraksi
disebut MENSTRUM, sedangkan ampasnya disebut MARC.Hasil dari ekstraksi itu
sendiri disebut dengan EKSTRAK.
Proses pengekstraksian komponen
kimia dalam sel tanaman yaitu pelarut organik akanmenembus dinding sel dan
masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam
pelarut organik di luar sel, maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel
dan proses ini akan berulang terus sampai terjadi keseimbangan
antarakonsentrasi cairan zat aktif di dalam dan di luar sel. Ekstraksi
merupakan tahap awal yang penting dalam proses isolasi senyawa dari tumbuhan.
cara ekstraksi kandungan kimia dapat dibedakan atas :
Ekstraksi dengan cara tradisional
-
Dengan pelarut organic
1. Maserasi
2. Perkolasi
3. Sokletasi
-
Dengan pelarut air
1. Dekokta
2. Infusa
3. Destilasi Uap
Ekstraksi dengan cara modern
1. Ekstraksi Ultrasonik
2. Ekstraksi dengan bantuan irradiasi
microwave
3. Ekstraksi fluid super kritis
(Supercritical Fluid Extraction)
Ekstraksi
Sokletasi
Sokletasi adalah ekstraksi dengan
menggunakan pelarut organik yang dilakukan secara berulang-ulang dan
menjaga jumlah pelarut relatif konstan, dengan menggunakan alat soklet.
Proses sokletasi digunakan untuk ekstraksi lanjutan dari suatu senyawa
dari material atau bahan padat dengan pelarut panas. Alat yang digunakan adalah
labu didih, ekstraktor dan kondensor. Sampel dalam sokletasi perlu
dikeringkan sebelum disokletasi. Tujuan dilakukannya pengeringan adalah
untuk mengilangkan kandungan air yang terdapat dalam sample sedangkan
dihaluskan adalah untuk mempermudah senyawa terlarut dalam pelarut. Didalam
sokletasi digunakan pelarut yang mudah menguap. Pelarut itu bergantung pada
tingkatannya, polar atau non polar.
Ekstraksi sokletasi ini digunakan
untuk simplisia yang jumlahnya sedikit dan tahan terhadap pemanasan. Prinsip
sokletasi adalah penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk
simplisia ditempatkan dalam selonsong yang telah dilapisi kertas saring
sedemikian rupa, cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat dengan
menggunakan heating mantle sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor
bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong
menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan akan turun kembali ke labu
alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. Proses ini akan terus
berulang sehingga proses ekstraksi terjadi dengan sempurna.
Metoda sokletasi seakan merupakan
penggabungan antara metoda maserasi dan perkolasi. Jika pada metoda pemisahan
minyak astiri ( distilasi uap ), tidak dapat digunakan dengan baik karena
persentase senyawa yang akan digunakan atau yang akan diisolasi cukup kecil
atau tidak didapatkan pelarut yang diinginkan untuk maserasi ataupun perkolasi
ini, maka cara yang terbaik yang didapatkan untuk pemisahan ini adalah
sokletasi
Syarat-syarat pelarut yang digunakan
dalam proses sokletasi:
-
Pelarut yang mudah menguap, misalnya n-heksana, eter,
petroleum eter, metil klorida dan alkohol.
-
Titik didih pelarut rendah.
-
Pelarut dapat melarutkan senyawa yang diinginkan.
-
Pelarut tersebut akan terpisah dengan cepat setelah
pengocokan; dan sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi (polar atau
nonpolar)
Keuntungan metode ini adalah :
-
Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan
tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung.
-
Digunakan pelarut yang lebih sedikit
-
Pemanasannya dapat diatur
Kerugian dari metode ini :
-
Karena pelarut didaur ulang, ekstrak yang terkumpul pada
wadah di sebelah bawah terus- menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan
reaksi peruraian oleh panas.
-
Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui
kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah
dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya.
-
Bila dilakukan dalam skala besar, mungkin tidak cocok untuk menggunakan
pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi, seperti metanol, karena seluruh
alat yang berada di bawah kondensor perlu berada pada temperatur ini untuk
pergerakan uap pelarut yang efektif.
Ada 3 komponen penting dalam alat
ekstraktor sokletasi, yaitu pemanas, pendingin dan labu penampung. Alat-alat ini terdiri
dari :
-
Pemanas (Heating Mantel),
-
Pendingin (kondensor)
-
Pipa samping
- Pipa
Sifon
- Labu
C. Alat, Bahan dan Prosedur kerja
Bahan :
-
Kulit buah
manggis (Garcinia mangostana L)
-
Pelarut
Metanol
-
Kertas
saring
-
Aluminium
foil dan kertas saring
Alat :
-
Seperangkat
alat ekstraktor sokletasi
Cara kerja :
Standar Kualitas
Persyaratan
Mutu
Jenis uji
|
Satuan
|
Persyaratan
|
||
Mutu Super
|
Mutu I
|
Mutu II
|
||
Keseragaman
|
Seragam
|
Seragam
|
Seragam
|
|
Diameter
|
mm
|
> 65
|
55 - 65
|
< 55
|
Tingkat kesegaran
|
Segar
|
Segar
|
Segar
|
|
Warna kulit
|
Hijau kemerahan s/d merah muda
mengkilat
|
Hijau kemerahan s/d merah muda
mengkilat
|
Hijau kemerahan
|
|
Buah cacat dan atau busuk
(jumlah/jumlah)
|
||||
KESIMPULAN
1. Ekstraksi adalah proses penarikan
senyawa dari suatu simplisia dengan menggunakan pelarut yang sesuai.
2. Sokletasi adalah ekstraksi
menggunakan pelarut organik yang dipanaskan serta dilakukan secara
berulang-ulang dan menjaga jumlah pelarut konstan dengan menggunakan alat yang
bernama soklet.
3. Senyawa yang terdapat dalam kulit
buah manggis adalah mengandung senyawa aktif seperti vitamin, katekin
(antioksidan), polisakarida dan Xanthones (alfa-mangostin, gamma-mangostin dan
garcinone)
4. Alat ekstraktor sokletasi terdiri
dari tiga komponen besar yaitu pemanas, pendingin, labu, dan di dukung dengan
peralatan tambahan seperti Pipa samping dan pipa sifon.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment