Saturday, February 18, 2017

EKSTRAK KULIT MANGGIS

TUGAS INDIVIDU TERAPY KOMPLEMENTER



EKSTRAK KULIT MANGGIS
 




O
L
E
H

FUADIL ULUM


KOORDINATOR OLEH :

Ns. YASLINA, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom



PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERINTIS PADANG
TAHUN 2017


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat-nya kepada kita semua. Terutama untuk kami yang telah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini yang berjudul “EKSTRAK KULIT MANGGIS”.
Pada makalah ini kami menginformasikan betapa banyak nya manfaat dari kulit manggis ini yang tidak diketahui oleh banyak orang. Dan tidak lupa kami memberikan informasi tentang ekstrasi kulit manggis dengan metode solektasi.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi siapa pun yang membacanya. Terima kasih


                                                                                                                        Penyusun

Bukittinggi, Januari 2017

















DAFTAR ISI

Pendahuluan……………………………………………………………………………………….4
Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………4
Manfaat Kulit Manggis……………………………………………………………………………5
Ekstrak Kulit Manggis dengan metode Sokletasi…………………………………………………8
Standar Kualitas…………………………………………………………………….……………14
Kesimpulan………………………………………………………………………………………15
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………….……...16






















PENDAHULUAN

MANGGIS merupakan salah satu buah eksotik daerah tropis. Tanaman manggis berasal dari hutan Indonesia dan Malaysia, lalu menyebar ke berbagai belahan dunia seperti Amerika Tengah, Sri Lanka, Malagasi, Karibia, Hawaii, dan Australia Utara. Buah manggis mendapat julukan “ratunya buah tropis” (queen of tropical fruits) karena memiliki rasa yang khas menyegarkan dan penampilannya menarik. Kandungan yang terdapat dalam daging buah manggis antara lain gula sakarosa, dekstrosa, dan levulosa.
Dalam takaran tiap 100 gram sajian buah manggis terdiri dari 79,2 gram air, 0,5 gram protein, 19,8 gram karbohidrat, 0,3 gram serat, 11 mg kalsium, 17 mg fosfor, 0,9 mg besi, 14 IU vitamin A, 66 mg vitamin C, 0,09 mg vitamin B1 (Thiamin), 0,06 mg vitamin B2 (riboflavin), dan 0,1 mg vitamin B5 (niasin). Di balik keeksotikannya, manggis menyimpan berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan atau biasa disebut sebagai pangan fungsional (functional food). Di beberapa negara, sudah sejak lama manggis dijadikan sebagai obat dan bahan terapi, terutama bagian kulitnya.
Pada masyarakat tradisional, daging buah biasa di gunakan untuk radang amandel, sariawan, disentri, wasir, luka atau borok karena kemampuan antiinflamasi atau anti peradangan. Kulit buah manggis (kulit buah manggis) dikategorikan sebagai limbah. kulit buah manggis mengandung air 62,05%, abu 1,01%, lemak 0,63%, protein 0,71%, total gula 1,17%, dan karbohidrat 35,61%.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan kulit buah manggis kaya akan antioksidan, terutama antosianin, xanthone, tanin, dan asam fenolat. Radikal bebas (atom atau kelompok atom yang dalam keadaan bebas alias tidak terikat dengan gugus lain) dapat menangkap molekul hydrogen, asam lemak, logam berat yang pada akhirnya memicu beragamnya penyakit degeneratif.

Rumusan Masalah
1.         Apa saja manfaat dari kulit manggis?
2.         Ekstraksi Garcinia Mangostana dengan Metode Sokletasi


PEMBAHASAN

1.      Manfaat Kulit Manggis
Manfaat Kulit manggis saat ini paling banyak dicari dan digunakan untuk dijadikan obat alternatif berbagai macam penyakit, serta dimanfaatkan dalam urusan kecantikan. Memang ternyata buah manggis yang rasanya enak dan mengandung banyak manfaat, mempunyai fakta kalau kulitnya lah yang mempunyai manfaat lebih.
Kulit Manggis mempunyai kandungan senyawa xanthone yang saat ini banyak dikembangkan dan diproduksi dalam bentuk sirup, yang kemudian terkenal dengan nama sirup xanthone. Sirup ini sangat terkenal karena mengandung zat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan, senyawa ini memiliki sifat sebagai antidiabetes, antikanker, anti peradangan, antibakteri, antifungi, antiplasmodial, dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Manfaat kulit manggis ini dikutip dari detik.com ada sekitar 75 manfaat yang dapat kita peroleh dari kulit manggis, jika kita rutin meminumnya. Asalkan telaten hasil yang maksimal pasti akan kita dapatkan, diantaranya :
Untuk Kesehatan Tubuh menyeluruh :
1.      Memperkuat sistem kekebalan.
2.      Menyembuhkan peradangan.
3.      Memperbaiki komunikasi antar sel.
4.      Mengagalkan kerusakan DNA.
5.      Alat bantu sistem getah bening.
6.      Memelihara optimal fungsi kelenjar gondok.
7.      Mengurangi resistensi insulin.
8.      Membantu penurunan berat badan.
9.      Menyembuhkan kerusakan urat syaraf.
10.  Menyeimbangkan sistem kelenjar endokrin.
11.  Alat bantu dari sinergi tubuh.
12.  Meringankan wasir.
13.  Membantu menurunkan kadar gula dalam darah (hypoglycemia).
14.  Meringankan penyakit kulit kemerah-merahan/bersisik (psoriasis).
15.  Membantu menyembuhkan luka.
16.  Meringankan sakit akibat carpal tunnel syndrome (penyakit yang terjadi pada pergelangan tangan serta jari yang disebabkan oleh tekanan yang sering terjadi pada bagian tersebut. Dan biasanya sering diakibatkan karena terlalu sering memakai keyboard dan mouse).
17.  Menghilangkan penyakit kulit kering bersisik kronis (neurodermatitis). Kandungan anti peradangan dari manggis dapat mengurangi sisik dan gatal pada penyakit kulit.

Untuk Kesehatan Jantung :
18.  Membantu mencegah penyakit jantung.
19.  Memperkuat pembuluh darah.
20.  Menurunkan kolesterol LDL.
21.  Menurunkan tekanan darah tinggi.
22.  Membantu mencegah arteriosclorosis.

Kesehatan Pencernaan :
23.  Membantu mengatasi penyakit GERD (penyakit kronik yang ditandai dengan mengalirnya asam lambung ke dalam kerongkongan).
24.  Membantu menyembuhkan borok/bisul.
25.  Meringankan syndrome kelainan usus besar (IBS).
26.  Membantu menghentikan diare.
27.  Dapat meringankan peradangan usus besar ataupun kecil yang dikenal dengan Crohn`s disease.
28.  Bisa mencegah salah satu penyakit radang usus besar (diverticulitis).

Membuat Lebih Awet Muda :
29.  Menambah energi, meningkatkan kegembiraan dan menaikkan stamina.
30.  Memperlambat proses penuaan.
31.  Membantu menghindari penyakit kemerosotan pada otak (dementia & Alzheimer`s).
32.  Membantu mencegah batu ginjal.
33.  Membantu mencegah penyakit sistem syaraf (parkinson).
34.  Meredakan sakit akibat radang sendi.
35.  Memperbaiki kerusakan dari penggunaan obat penghilang rasa sakit (NSAID).
36.  Alat bantu untuk mata.

Kesehatan keluarga :
37.  Menurunkan demam.
38.  Mengatasi keracunan makanan.
39.  Menyembuhkan luka tenggorakan.
40.  Membantu menyembuhkan sariawan.
41.  Mengatasi sesak nafas.
42.  Membantu mengurangi migran (sakit kepala sebelah).
43.  Mengurangi sakit gigi.
44.  Alat bantu tidur yang alami.
45.  Meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stess.
46.  Meningkatkan mood dan menurunkan depresi.
47.  Alat bantu kesehatan otot dan sendi.
48.  Menghilangkan jerawat dan cacat pada kulit.
49.  Menghilangkan bekas gigitan, terbakar dan keracunan.
50.  Meringankan keseleo, ketegangan otot dan sendi.
51.  Meringankan sakit perut.
52.  Meringankan radang tenggorokan (bronchitis), pembengkakan paru-paru (emphysema), dan radang paru-paru (pneumonia).
53.  Bekerja sebagai obat penghilang rasa sesak/mampat pada hidung (decongestant).

Kesehatan Pria :
54.  Membantu mencegah kemandulan.
55.  Membantu mencegah pembesaran prostat.

Kesehatan Wanita :
56.  Meringankan kesulitan buang air kecil.
57.  Sebagai obat pencuci perut yang lembut.
58.  Meminimalkan gejala sakit sebelum menstruasi (PMS).
59.  Meringankan gejala menopause.
60.  Menurunkan pembengkakan saat menstruasi.
61.  Meringkan sakit pada otot, ligamen, atau tendon (fibromyalgia).
62.  Meringankan sakit akibat penyakit menurunnya kepadatan tulang/pengapuran tulang (osteoporosis).

Kesehatan Anak-Anak :
63.  Membantu meringkan penyakit asma.
64.  Bisa mencegah gangguan hyperaktif dan kurang perhatian (ADHD) dan alergi makanan.
65.  Membentuk gigi dan tulang yang lebih kuat.

Mengatasi Penyakit :
66.  Mencegah penyakit gusi.
67.  Memberantas penyakit TBC.
68.  Menurunkan efek samping ketidaktoleranan laktosa.
69.  Membantu mencegah disentri.
70.  Membantu mencegah penyakit sistem syaraf pusat (multiple sclerosis).
71.  Bisa mencegah kanker.
72.  Meringankan penyakit inflamasi kronik (peradangan menahun) yang menyerang struktur tulang belakang dan terutama sendi panggul (Ankylosing Spondylitis).
73.  Membantu mencegah infeksi paru-paru dan pernafasan kronis (cyctic fibrosis).
74.  Mencegah gejala yang berhubungan dengan penyakit lupus.
75.  Mengurangi penyakit lemas otot yang parah (Myasthenia Gravis).






Ekstraksi Garcinia Mangostana dengan Metode Sokletasi
A.    Tujuan
Mengekstraksi kandungan kimia dari bahan alam menggunakan metode sokletasi dan memperkenalkan komponen alat-alat sokletasi
    
B.     Dasar Teori
1.      Manggis (Garcinia mangostana L)
Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawai, dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), manggus (Lampung), manggusto (Sulawesi Utara), manggista (Sumatera Barat). Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur dan Sulawesi Utara.
Dalam sistematik (taksonomi) tumbuhan, manggis diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
b.      Divisi : Spermatophyta
c.       Subdivisi  : Angiospermae (biji tertutup)
d.      Kelas : Dicotyledonae
e.       Ordo  : Malpighiales
f.       Famili  : Guttiferae
g.      Genus  : Garcinia
h.      Spesies  : Garcinia mangostana L

Buah manggis sering disebut sebagai : “ratu buah” yang mengandung senyawa aktif seperti vitamin, katekin (antioksidan), polisakarida dan Xanthones. Xanthone dari buah manggis ini telah terbukti secara ilmiah memiliki beragam manfaat yaitu sebagai anti-aging, anti oksidan, menurunkan tekanan darah tinggi, modulator kekebalan tubuh, kardioprotektif, mencegah osteoporosis, membantu sistem pencernaan, memacu pertumbuhan sel darah merah, antivirus, antibiotic, antijamur, antiradang, anti tumor dan sebagainya.
Senyawa aktif Xanthones dapat ditemukan diseluruh bagian buah manggis, kandungan tertinggi terdapat dalam kulit manggis. Terdapat 40 senyawa xanthones, beberapa diantaranya yang telah banyak diteliti adalah alfa-mangostin, gamma-mangostin dan garcinone.

2.      Ekstraksi Sokletasi
Ekstraksi adalah penguraian zat-zat berkhasiat atau zat aktif dibagian tanaman, hewan dan beberapa jenis ikan pada umumnya mengandung senyawa-senyawa yang mudah larut dalam pelarut organik. Pada umumnya zat aktif dari tanaman dan hewan terdapat didalam sel namun sel tanaman dan hewan berbeda begitu pula ketebalan sel masing-masing berbeda sehingga diperlukan metode ekstraksi dan pelarut tertentu dalam mengekstraksinya. Proses terekstraksinya zat aktif dalam sel tanaman adalah pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel  yang mengandung zat aktif, zat aktif akan terlarut dalam pelarut organik tersebut sehingga terjadi perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif didalam sel dan pelarut organik diluar sel, maka larutan terpekat akan terdistribusi keluar sel dan proses ini terulang terus sampai terjadi keseimbangan antara konsentrasi cairan zat aktif didalam sel dan diluar sel.
Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstraksi ini didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat kedalam pelarut dimana perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke dalam pelarut. Pelarut atau campuran pelarut yang digunakan untuk mengekstraksi disebut MENSTRUM, sedangkan ampasnya disebut MARC.Hasil dari ekstraksi itu sendiri disebut dengan EKSTRAK.
Proses pengekstraksian komponen kimia dalam sel tanaman yaitu pelarut organik akanmenembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam pelarut organik di luar sel, maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan berulang terus sampai terjadi keseimbangan antarakonsentrasi cairan zat aktif di dalam dan di luar sel. Ekstraksi merupakan tahap awal yang penting dalam proses isolasi senyawa dari tumbuhan. cara ekstraksi kandungan kimia dapat dibedakan atas :

Ekstraksi dengan cara tradisional
-          Dengan pelarut organic
1.      Maserasi
2.      Perkolasi
3.      Sokletasi
-          Dengan pelarut air
1.      Dekokta
2.      Infusa
3.      Destilasi Uap

Ekstraksi dengan cara modern
1.      Ekstraksi Ultrasonik
2.      Ekstraksi dengan bantuan irradiasi microwave
3.      Ekstraksi fluid super kritis (Supercritical Fluid Extraction)

Ekstraksi Sokletasi  
                  Sokletasi adalah ekstraksi dengan menggunakan  pelarut organik yang dilakukan secara berulang-ulang dan menjaga jumlah pelarut relatif konstan, dengan menggunakan alat soklet. Proses  sokletasi digunakan untuk ekstraksi lanjutan dari suatu senyawa dari material atau bahan padat dengan pelarut panas. Alat yang digunakan adalah labu didih,  ekstraktor dan kondensor. Sampel dalam sokletasi perlu dikeringkan sebelum disokletasi. Tujuan  dilakukannya pengeringan adalah untuk mengilangkan kandungan air yang terdapat dalam sample sedangkan dihaluskan adalah untuk mempermudah senyawa terlarut dalam pelarut. Didalam sokletasi digunakan pelarut yang mudah menguap. Pelarut itu bergantung pada tingkatannya, polar atau non polar.
Ekstraksi sokletasi ini digunakan untuk simplisia yang jumlahnya sedikit dan tahan terhadap pemanasan. Prinsip sokletasi adalah penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam selonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa, cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat dengan menggunakan heating mantle sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. Proses ini akan terus berulang sehingga proses ekstraksi terjadi dengan sempurna.
Metoda sokletasi seakan merupakan penggabungan antara metoda maserasi dan perkolasi. Jika pada metoda pemisahan minyak astiri ( distilasi uap ), tidak dapat digunakan dengan baik karena persentase senyawa yang akan digunakan atau yang akan diisolasi cukup kecil atau tidak didapatkan pelarut yang diinginkan untuk maserasi ataupun perkolasi ini, maka cara yang terbaik yang didapatkan untuk pemisahan ini adalah sokletasi
Syarat-syarat pelarut yang digunakan dalam proses sokletasi:
-          Pelarut yang mudah menguap, misalnya n-heksana, eter, petroleum eter, metil klorida dan alkohol.
-          Titik didih pelarut rendah.
-          Pelarut dapat melarutkan senyawa yang diinginkan.
-          Pelarut tersebut akan terpisah dengan cepat setelah pengocokan; dan sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi (polar atau nonpolar)

Keuntungan metode ini adalah :
-          Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung.
-          Digunakan pelarut yang lebih sedikit
-          Pemanasannya dapat diatur

Kerugian dari metode ini :
-          Karena pelarut didaur ulang, ekstrak yang terkumpul pada wadah di sebelah bawah terus- menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian oleh panas.
-          Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui kelarutannya dalam  pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya.
-          Bila dilakukan dalam skala besar, mungkin tidak cocok untuk menggunakan pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi, seperti metanol, karena seluruh alat yang berada di bawah kondensor perlu berada pada temperatur ini untuk pergerakan uap pelarut yang efektif.

Ada 3 komponen penting dalam alat ekstraktor sokletasi, yaitu pemanas, pendingin dan labu penampung. Alat-alat ini terdiri dari :
-          Pemanas (Heating Mantel),
-          Pendingin (kondensor)
-          Pipa samping
-          Pipa Sifon
-          Labu







C.     Alat, Bahan dan Prosedur kerja
Bahan :
-          Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L)
-          Pelarut Metanol
-          Kertas saring
-          Aluminium foil dan kertas saring
Alat :
-          Seperangkat alat ekstraktor sokletasi

Cara kerja :








Standar Kualitas

Persyaratan Mutu
Jenis uji
Satuan
Persyaratan
Mutu Super
Mutu I
Mutu II
Keseragaman

Seragam
Seragam
Seragam
Diameter
mm
> 65
55 - 65
< 55
Tingkat kesegaran

Segar
Segar
Segar
Warna kulit

Hijau kemerahan s/d merah muda mengkilat
Hijau kemerahan s/d merah muda mengkilat
Hijau kemerahan
Buah cacat dan atau busuk (jumlah/jumlah)





















KESIMPULAN

1.      Ekstraksi adalah proses penarikan senyawa dari suatu simplisia dengan menggunakan pelarut yang sesuai.
2.      Sokletasi adalah ekstraksi menggunakan pelarut organik yang dipanaskan serta dilakukan secara berulang-ulang dan menjaga jumlah pelarut konstan dengan menggunakan alat yang bernama soklet.
3.      Senyawa yang terdapat dalam kulit buah manggis adalah mengandung senyawa aktif seperti vitamin, katekin (antioksidan), polisakarida dan Xanthones (alfa-mangostin, gamma-mangostin dan garcinone)
4.      Alat ekstraktor sokletasi terdiri dari tiga komponen besar yaitu pemanas, pendingin, labu, dan di dukung dengan peralatan tambahan seperti Pipa samping dan pipa sifon.
 


















DAFTAR PUSTAKA




No comments:

Post a Comment