BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manusia
adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna (QS: 95:4). Tiap insan
dilengkapi dengan alat dan organ tubuh yang canggih, seimbang dan diatas
segalanya diberi akal fikiran yang dapat digunakan untuk menimbang yang baik
dan yang buruk, dan juga untuk mempelajari segala sesuatu yang diciptakan Tuhan
di alam ini. Tidak ada makhluk ciptaan Tuhan selengkap dan sesempurna manusia,
dan justru karena itu juga, manusialah yang ditugasi sebagai wakil Tuhan untuk
mengurus alam ini sebagai khalifah-Nya.
Selain
anugerah yang telah disebutkan diatas, Tuhan juga telah melengkapi tubuh kita
dengan suatu Sistem Pertahanan dan Kekebalan Tubuh yang super canggih untuk
melindungi tubuh kita dari setiap bentuk gangguan dan serangan musuh, baik yang
datang dari luar, seperti bakteri, virus, jamur, parasit, polusi lingkungan,
dan sebaginya, maupun musuh yang ada didalam tubuh, seperti radikal bebas,
racun-racun hasil samping metabolisme, sel-sel kanker, dan sebagainya. Sistem
kekebalan tubuh berhubungan erat dengan sistem-sistem lain dalam tubuh kita.
Bila sistem kekebalan tubuh bekerja secara arif dan efektif, maka kita akan
senantiasa berada dalam keadaan sehat, namun bila sistem kekebalan tubuh
mengalami kelelahan atau bekerja tidak dengan kapasitas penuh, maka bagian-bagian
tubuh anda yang lain terbiar dan mudah diserang oleh kuman-kuman, virus dan
bakteri-bakteri yang bertaburan di lingkungan hidup kita saat ini ataupun
digerogoti oleh radikal bebas, sel-sel kanker, dsb. Bila anda masih pula
membebani tubuh anda dengan diet yang buruk, tidak melakukan latihan jasmani
yang cukup, serta pola hidup yang syarat tuntutan (ketegangan), maka sistem
kekebalan anda sama sekali tak mendapatkan bantuan yang sangat diperlukannya.
Pada hal sistem kekebalan tubuh harus bekerja sepanjang waktu untuk melindungi
anda, dan karena hal-hal tersebut, seringkali dia akan gagal melindungi anda
pada saat-saat yang paling dibutuhkan dan anda dapat menderita sakit.
Dan karena
anda sudah terserang penyakit, maka kelemahan dan ketidak berdayaan Sistem
Pertahanan dan Kekebalan Tubuh anda harus dibantu, agar dapat kembali berfungsi
dengan efektif.
Hal inilah yang
dilakukan dalam Terapi Komplementer yang saya laksanakan dengan beragam cara,
termasuk berdo’a sebagai terapi spiritual, karena kesembuhan hanya datang dari
Yang Maha Kuasa.
B. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah :
1.
Agar
mahasiswa mengetahui apa itu terapy biofeedback
2.
Agar
mahasiswa mengetahui apa itu terapy humor
3.
Agar
mahasiswa mengetahui apa itu terapy taichi
4.
Agar
mahasiswa mengetahui apa itu terapi seni
C. Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah
:
1.
Mahasiswa
mampu mempraktekkan terapy biofeedback
2.
Mahasiswa
mampu mempraktekkan terapi humor
3.
Mahasiswa
mampu mempraktekkan terapi taichi
4.
Mahasiswa
mampu mempraktekkan terapi seni
BAB II
PEMBAHASAN
I.
BIOFEEDBACK
A.
Pengertian
Biofeedback adalah metode yang menggunakan pikiran untuk
mengendalikan fungsi tubuh yang normal tubuh mengatur secara otomatis, seperti kulit suhu, ketegangan otot, jantung tingkat, atau tekanan darah. (Healthwise)
Tiga organisasi
biofeedback profesional, Asosiasi
Terapan psikofisiologi dan Biofeedback (AAPB), Biofeedback Lembaga
Sertifikasi Amerika (BCIA), dan Masyarakat Internasional untuk Neurofeedback
dan Penelitian (ISNR), melalui konsensus biofeedback pada tahun 2008 mendefinisikan
Biofeedback adalah sebuah proses yang memungkinkan seorang individu untuk
belajar bagaimana mengubah aktivitas fisiologis untuk tujuan meningkatkan
kesehatan dan kinerja. Instrumen yang tepat mengukur aktivitas fisiologis
seperti gelombang otak, fungsi jantung, pernapasan, aktivitas otot, dan suhu
kulit. Instrumen ini dengan cepat dan akurat 'umpan balik' informasi kepada
pengguna. Penyajian informasi ini seringkali dalam hubungannya dengan perubahan
dalam pemikiran, emosi, dan perilaku - mendukung perubahan fisiologis yang
diinginkan. Seiring waktu, perubahan ini dapat bertahan tanpa terus menggunakan
instrumen.
Biofeedback adalah sebuah teknik terapi yang membantu klien mengembangkan
kemampuan untuk mengendalikan proses fisiologis tertentu. Sarana untuk melakukan hal ini mencakup
pemantauan respon fisiologis di klien dan menampilkan sinyal yang dihasilkan
oleh teknik pemantauan ke terapis dan klien. Klien menggunakan umpan balik biologis untuk mempelajari dan menguasainya
respon. Biofeedback Oleh karena
itu, proses pendidikan di mana klien dibantu untuk belajar mengendalikan proses
fisiologis tertentu, tetapi itu adalah klien yang mengasumsikan tanggung jawab
dan menjadi peserta aktif dalam perbaikan sendiri. (Mike, SHSU)
B.
Tujuan
Biofeedback adalah proses menjadi sadar dari berbagai fisiologis fungsi menggunakan
instrumen yang memberikan informasi tentang aktivitas sistem-sistem yang sama,
dengan tujuan untuk dapat memanipulasi mereka di akan. Proses yang dapat
dikendalikan termasuk gelombang otak, tonus otot, konduktansi kulit, detak jantung dan nyeri persepsi.
Biofeedback dapat digunakan untuk
meningkatkan kesehatan atau kinerja, dan perubahan fisiologis sering terjadi bersamaan dengan perubahan pikiran,
emosi, dan perilaku. Akhirnya, perubahan ini dapat dipertahankan tanpa
menggunakan peralatan tambahan.
C.
Manfaat (Efek Terapi Terhadap Suatu Penyakit)
Biofeedback digunakan
untuk membantu seseorang mengatur fungsi tubuh tertentu. Dengan membantu pasien
atau perubahan detak jantungnya nya, suhu kulit, laju pernapasan, ketegangan
otot dan aktivitas lain seperti itu di tubuh, biofeedback dapat mengurangi
stres dan ketegangan otot dari sejumlah penyebab. Hal ini dapat mempromosikan
relaksasi, membantu inkontinensia yang benar, dan mengobati migrain dan sakit
kepala kurang serius. Ini membantu beberapa orang dengan penyakit Raynaud
(masalah sirkulasi darah yang membuat jari tangan dan kaki merasa sangat
dingin, kebas, atau bahkan menyakitkan) meningkatkan suhu tangan dan jari kaki.
Melalui kesadaran yang lebih besar fungsi tubuh, dapat membantu seseorang
mengatur atau mengubah fungsi fisik lainnya yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan.
Biofeedback juga berguna dalam pelatihan kembali setelah cedera otot, atau
dalam otot mengajar untuk mengambil alih untuk otot-otot lain yang tidak bisa
lagi melakukan seperti yang diperlukan.
Biofeedback digunakan dalam berbagai stres dan kecemasan memproduksi
situasi.
Situasi ini melibatkan pekerjaan atau
studi yang terkait dengan masalah fisik dan psikologis, serta kasus-kasus
dimana seseorang ingin belajar lebih rileks. Dalam semua kasus ini, stres dan kecemasan terstruktur mengurangi
intervensi menggunakan biofeedback telah terbukti efektif. Biofeedback telah menunjukkan pada dasarnya
tidak ada efek samping negatif dalam situasi-situasi.
Biofeedback
akan berguna jika dan hanya jika klien bersedia untuk mengambil waktu yang
diperlukan untuk mempelajari pengendalian diri keterampilan dan kemudian
praktek mereka dengan sungguh-sungguh diperlukan. Ingat, terapis mungkin telah merancang program yang terbaik, tetapi jika
klien mengikuti itu, tidak ada manfaat akan diperoleh.
D.
Indikasi
Orang paling sering
menggunakan biofeedback untuk mengendalikan masalah yang terkait dengan stres atau aliran darah, seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan tidur gangguan. Menggunakan juga dapat membantu mengendalikan
jangka panjang (kronis) nyeri.
Biofeedback tampaknya
efektif untuk berbagai masalah kesehatan. Sebagai contoh, hal itu menunjukkan
janji untuk mengobati inkontinensia urin, yang merupakan masalah bagi lebih
dari 15 juta orang Amerika. Beberapa orang memilih biofeedback atas obat karena
kurangnya efek samping. Berdasarkan temuan dalam studi klinis, Badan Kebijakan
Kesehatan Perawatan dan Penelitian telah merekomendasikan terapi biofeedback
sebagai pengobatan untuk inkontinensia urin. Hal ini juga dapat membantu orang
dengan inkontinensia tinja.
Penelitian juga
menunjukkan bahwa biofeedback termal dapat meringankan gejala penyakit Raynaud
(suatu kondisi yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jari, jari kaki,
hidung atau telinga) sedangkan EMG biofeedback telah terbukti untuk mengurangi
rasa sakit, kekakuan pagi, dan jumlah poin tender pada orang dengan
fibromyalgia. Sebuah tinjauan studi klinis ilmiah menemukan bahwa biofeedback
dapat membantu orang dengan insomnia tidur jatuh.
Biofeedback juga
dapat digunakan secara efektif pada anak-anak. Sebagai contoh, neurofeedback
EEG (terutama bila dikombinasikan dengan terapi kognitif) telah dilaporkan
untuk memperbaiki perilaku dan skor kecerdasan pada anak-anak dengan defisit
perhatian / hyperactivity disorder (ADHD). Biofeedback, dikombinasikan dengan
serat dalam diet, dapat membantu meringankan sakit perut pada anak-anak.
Biofeedback termal membantu meringankan migrain dan sakit kepala kronis
ketegangan antara anak-anak dan remaja juga.
Biofeedback juga dapat berguna untuk
masalah-masalah kesehatan sebagai berikut:
1.
Anorexia nervosa
2.
Kegelisahan
3.
Asma
4.
Autisme
5.
Nyeri punggung
6.
Pembasahan
7.
Nyeri kronis
8.
Sembelit
9.
Depresi
10. Diabetes
11. Epilepsi dan gangguan
kejang terkait
12. Kepala cedera
13. Tekanan darah tinggi
14. Ketidakmampuan
belajar
15. Motion sickness
16. Kejang otot
17. Gangguan seksual,
termasuk sakit dengan hubungan seksual
18. Cedera sumsum tulang
belakang
Berikut adalah beberapa
panduan untuk membantu menentukan siapa yang akan (atau tidak akan) manfaat
dari biofeedback:
a.
Responsivitas Fisiologis: klien
harus menunjukkan beberapa tingkat responsivitas fisiologis dinyatakan prosedur
biofeedback tidak akan sangat berguna.
b.
Motivasi: Klien harus dimotivasi. Membaca artikel, brosur, atau berbicara
dengan mantan klien yang sukses tentang biofeedback dapat membantu klien
memahami manfaat dari prosedur ini.
c.
Kepribadian karakteristik: Klien
dengan ciri-ciri kepribadian yang kaku tidak sangat responsif terhadap suatu
teknik pengobatan psychophysiologically berbasis.
d.
Keuntungan sekunder: Klien
mendapatkan simpati dan perhatian berlebihan dari gejala mereka tidak mungkin
bersedia untuk menyerah gejala-gejala. Masalah ini harus
diselesaikan sebelum biofeedback dicoba.
E.
Kontraindikasi
Biofeedback tampaknya memiliki potensi yang sangat rendah untuk kerusakan
(jika digunakan dengan benar, tentu saja.) Tidak ada kontraindikasi absolut dan
kontraindikasi relatif sedikit untuk teknik terapi ini:
a.
Unevaluated gejala
Biofeedback tidak boleh digunakan
untuk mengobati gejala unevaluated seperti:
1.
Medis: Biofeedback biasanya
menghasilkan perasaan yang disempurnakan kesejahteraan umum. Mengurangi gejala-gejala dapat menutupi
masalah medis yang mendasari. Untuk
aplikasi yang aman dan efektif, Formulir Persetujuan Biofeedback (evaluasi
medis dari klien) diperlukan oleh Pusat Konseling sebelum menerapkan
biofeedback.
2.
Psikologis: Biofeedback
kontraindikasi untuk psikosis dan gangguan afektif besar.
b.
Kerusakan kognitif
gangguan kognitif yang mengganggu dengan pemahaman
tentang proses biofeedback dapat menghalangi pengobatan yang berhasil.
c.
Klien khawatir
Jika klien views biofeedback
dengan ketakutan prosedur tidak harus diterapkan.
F.
Cara Kerja (Proses Ilmiah Terapi Terhadap Suatu Penyakit)
Tiga bentuk yang
paling umum digunakan terapi biofeedback adalah:
a.
Elektromiografi (EMG), yang mengukur ketegangan otot
b.
Thermal biofeedback, yang mengukur suhu kulit
c.
Neurofeedback atau electroencephalography (EEG), yang
mengukur aktivitas gelombang otak
Peneliti Aren't tahu
persis bagaimana atau mengapa bekerja biofeedback. Namun, ada tampaknya menjadi
setidaknya satu benang merah: kebanyakan orang yang mendapatkan manfaat dari
biofeedback memiliki kondisi yang dibawa pada atau diperburuk oleh stres. Untuk
alasan ini, banyak ilmuwan percaya bahwa relaksasi adalah kunci untuk terapi
biofeedback sukses. Ketika tubuh sedang mengalami stres kronis, proses internal
seperti tekanan darah menjadi terlalu aktif. Dipandu oleh seorang terapis
biofeedback, seseorang dapat belajar untuk menurunkan tekanan darah melalui
teknik relaksasi dan latihan mental. Ketika berhasil, seseorang akan melihat
hasilnya pada monitor, yang akan mendorong usahanya.
Dalam sesi
biofeedback yang normal, elektroda melekat pada kulit. Mereka mengirim
informasi ke kotak pemantauan kecil yang menerjemahkan pengukuran ke nada yang
bervariasi di lapangan, satu meter visual yang bervariasi dalam kecerahan, atau
layar komputer yang menunjukkan garis bergerak di grid. Para terapis
biofeedback kemudian menyebabkan seseorang dalam latihan mental. Melalui trial
and error, seseorang segera dapat belajar untuk mengidentifikasi aktivitas
mental yang akan membawa tentang perubahan fisik yang diinginkan.
Setiap sesi umumnya
berlangsung kurang dari 1 jam. Jumlah sesi yang dibutuhkan tergantung pada
kondisi yang sedang dirawat. Banyak orang mulai melihat hasil dalam waktu 8-10
sesi. Pengobatan sakit kepala, inkontinensia, dan penyakit Raynaud membutuhkan
setidaknya 10 sesi mingguan dan beberapa tindak lanjut sesi sebagai kesehatan
membaik. Kondisi seperti tekanan darah tinggi, Namun, biasanya membutuhkan 20
sesi biofeedback mingguan sebelum melihat perbaikan. Selain itu juga akan
diajarkan latihan mental dan teknik relaksasi yang dapat dilakukan di rumah
untuk setidaknya 5-10 menit setiap hari.
II. Humor
A.
Pengertian
Humor adalah sesuatu yang lucu, yang dapat menggelikan hati atau
yang dapat menimbulkan kejenakaan atau kelucuan. Orang yang memiiki rasa humor
yang tinggi, yakni orang yang mudah tersenyum atau tertawa bila mendengar
sesuatu yang humoris disebut seorang humoris (KBBI, 1991: 361).
Dalam setiap masyarakat terdapat ungkapan-ungkapan atau
cerita-cerita humor yang dapat menimbulkan rasa geli atau lucu bagi para
pendengarnya. Menurut Golstein dan McGhee (1972:8), humor agaknya lebih dulu
muncul dalam sejarah peradaban manusia sebelum munculnya gejala-gejala kejiwaan
yang lebih rumit dan kompleks. Semua masyarakat tampaknya memanfaatkan humor
untuk berbagai macam tujuan, baik implicit maupun eksplisit.
Masyarakat modern tampaknya lebih menyadari arti humor dan
mengembangkannya daripada masyarakat yang belum maju atau sedang berkembang. Di
Amerika Serikat, misalnya tidak kurang dari 500 buku yang telah diterbitkan
tentang humor, tidak termasuk buku-buku yang hanya menghimpun humor
(ungkapan/cerita yang menggelikan). Negeri ini ungkapan atau cerita humor bersumber dari seluruh aspek
kehidupan. Ada humor pelajar, humor guru, humor dosen, humor pedagang, humor
serdadu, humor pejabat pemerintah, dan sebagainya.
Meskipun humor terdapat dalam semua masyarakat di
dunia ini, penerimaan humor dalam masing-masing masyarakat tidaklah
sama. Ada masyarakat yang amat terbuka kepada semua jenis humor dan ada pula
masyarakat yang bersikap selektif atau bahkan membatasi humor. Menurut Golstein
dan McGhee (1972: 153), dalam masyarakat yang fanatik beragama, humor kurang
berkembang dan umumnya hanya terbatas dalam kalangan tertentu saja (pedagang,
pejabat pemerintah, serdadu, dan sebagainya, bukan di kalangan agama). Di
samping itu, Golstein dan McGhee (1972:153) juga mengungkapkan aspek-aspek
sosisologis; humor akan selalu terjadi dalam joking relationship tertentu,
yakni humor hanya akan terjadi di antara orang-orang tertentu. Tidak mungkin,
misalnya, mertua dan menatu atau keponakan dan paman terlibat dalam humor yang
serius. Dalam masyarakat yang suka kepada hura-hura, misalnya masyarakat
Amerika Latin, peristiwa humor bisa terjadi di antara siapa saja; hubungan
kekerabatan tidak merupakan penghalang terjadinya peristiwa humor.
Terapi Tawa merupakan metode terapi dengan
menggunakan humor dan tawa dalam rangka membantu individu menyelesaikan masalah
mereka, baik dalam bentuk gangguan fisik maupun gangguan mental Penggunaan tawa
dalam terapi akan menghasilkan perasan lega pada individu. Ini disebabkan tawa
secara alami menghasilkan pereda stres dan rasa sakit .
Pemberian stimulasi humor dalam pelaksanaan terapi
diperlukan karena beberapa orang mengalami kesulitan untuk memulai tertawa
tanpa adanya alasan yang jelas. Stimulasi humor yang dimaksud dapat diberikan
dalam bentuk berbagai media, seperti VCD, notes,
badut, dan komik. Apabila humor diberikan sebagai satu-satunya stimulus untuk
menghasilkan tawa dalam setting
terapi akan disebut sebagai terapi humor, namun jika dikombinasikan dengan
hal-hal lain dalam rangka untuk menciptakan tawa alami (misalnya dengan yoga
atau meditasi) akan disebut sebagai terapi tawa.
B. Tujuan
Berbagai
penelitian menunjukkat bahwa humor dapat digunakan untuk memfasilitasi
komunikasi dalam situasi sulit atau tegang (filipowicz, 2003) sehingga mampu
mengontrol terjadinya konflik interpersonal. Menemukan humor dalam berbagai
situasi dan tertawa lepas dengan ingkungan sekitar dapat dijadkan sebagai salah
satu pemecah terjadinya konflin interpersonal. Dan mampu menjadikan komunikasi
yang lebih baik dan terbuka
C. Indikasi dan Kontraindikasi
Terapi tawa adalah terapi yang sangat ringan dan
tidak membatasi usia, setiap orang bsa melakukannya. Disamping mempunyai
manfaat besar, terapi juga mengandung sejumlah potensi bahaya. Potensi ini dilarang untuk dilakukan
oleh mereka yang mempunyai beberapa jenis penyakit dan problem.
a.
Indikasi
Terapi tawa merupakan teknik yang mudah dilakukan,
tetapi efeknya sangat luar biasa, bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan
gangguan mental akibat stres berat. Humor dalam bentuk tertawa dalam dunia
medis, merupakan obat mujarab gangguan stres, atau gangguan penyakit lainnya.
Orang yang mudah tertawa, akan lebih cepat sembuh dari sakitnya, daripada
mereka yang banyak mengeluh, apalagi menangis.
Tertawa membuat otak menekan kita untuk melakukan dua
hal yang simultan. Pertama adalah visual, yaitu gerakan muka khusus. Yang
kedua, adalah phonic, yaitu mengeluarkan bunyi tertentu. Selama tertawa,
ada banyak perubahan dalam bagian tubuh termasuk tangan, kaki dan otot. Tertawa
membantu melepaskan emosi dan ketegangan. Orang sering menyimpan emosi dari
pada mengeluarkannya saat marah, takut, sedih, stres atau bosan. Tertawa merupakan cara lain untuk
menemukan jalan keluar dari ketegangan-ketegangan tersebut.
Pada saat tertawa, lima belas
otot muka berkontraksi dan mendapatkan rangsangan efektif pada sebagian besar
otot mulut. Bahkan dalam keadaan tertentu, pembuluh air mata terangsang
sehingga selagi mulut terbuka dan tertutup, ada suatu dorongan untuk mengisap
udara yang cukup, sehingga muka memerah dan mata berair.
Dari banyak pengalaman, telah
terbukti bahwa tertawa merupakan "mesin terbaik" untuk menghilangkan
stres. Penelitian medis menunjukkan adanya pengaruh psikologi pada tertawa
terhadap kesehatan. Rasa humor akan masuk dengan mudah "mengobati"
sakit, tekanan hidup sehari-hari, stres, atau rasa penat setelah bekerja. Rasa
humor dapat secara dramatis mengubah kualitas dan pandangan hidup kita. Rasa
humor merupakan suatu cara yang mudah untuk mengenali perasaan, dan
mengontrolnya dalam situasi sulit.
Beberapa dampak psikologi
tertawa terhadap tubuh, adalah sebagai berikut (www.suarapembaharuan.com/News/iptek, Simanungkalit, & Pasaribu, 2007: 27)
:
1.
Mengurangi stres
Tertawa akan mengurangi tingkat stres tertentu dan
menumbuhkan hormon penyeimbang yang dihasilkan saat stres. Dalam keadaaan stres,
akan dihasilkan hormon yang menekan sistem kekebalan, sehingga meningkatkan
jumlah platelet (sesuatu yang dapat menyebabkan gangguan dalam arteri)
dan meningkatkan tekanan darah. Dengan tertawa, hormon stres dapat diimbangi
sampai tingkat tertentu.
2.
Meningkatkan kekebalan
Tertawa dapat meningkatkan sistem kekebalan karena
tertawa pada dasarnya membawa keseimbangan pada semua komponen dalam sistem
kekebalan tubuh.
3.
Menurunkan tekanan darah tinggi
Tertawa dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen dalam
darah, yang dapat membantu pernapasan.
4.
Mencegah penyakit
Tertawa dipercaya mampu mencegah penyakit, seperti penyakit jantung,
karena marah dan takut yang merupakan emosi penyebab serangan jantung dapat
diatasi dengan tertawa. Karena tertawa itu sehat, tertawalah selagi kita masih
bisa tertawa, tetapi tentu saja tertawa yang ada sebabnya.
Secara lebih khusus manfaat terapi tawa untuk anak-anak dapat
dirumuskan sebagai berikut (Kataria, 2004: 189):
1.
Sesi tawa rutin akan
meningkatkan pasokan oksigen untuk memperbaiki fungsi mental dan prestasi
akademis mereka
2.
Sesi tawa akan mengurangi
stress saat ujian. Bahkan sebelum memasuki ruang ujian, mereka perlu dibuat
tertawa selama sekitar sepuluh menit untuk mengurangi kecemasan
3.
Terapi tawa akan meningkatkan
stamina dan kapasitas pernapasan untuk membantu mereka unggul dalam kegiatan
olahraga. Kegiatan ini akan sangat mengendurkan syaraf sebelum kegiatan
olahraga kompetitif.
4.
Terapi tawa akan meningkatkan
kadar relaksasi dan mengurangi kegugupan serta demam panggung. Hal ini juga
membantu anak-anak menjadi lebih terbuka dan mengembangkan rasa percaya diri
5.
Mereka akan lebih jarang
terserang penyakit batuk, pilek, infeksi kerongkongan dan pernapasan, karena
tawa membantu meningkatkan kekebalan tubuh yang baik melawan semua infeksi.
6.
Jika
pengambilan nafas dalam-dalam ala yoga dipraktekkan di antara latihan tawa, hal
ini akan membantu mengembangkan stabilitas mental mereka. Jika sikap keceriaan
menjadi cara hidup, mereka akan mempunyai sikap yang positif dalam menghadapi saat-saat
sulit. Tawa juga akan membantu mereka meningkatkan kemampuan kreatif mereka.
7.
Terapi
tawa akan meningkatkan kemampuan kreativitas, intelektual, emosional dan juga
sosialisasi anak ketika berada lingkunangan rumah dan disekolah (Mc. Ghee, 2006)
b.
Kontra Indikasi
Tertawa adalah
terapi yang sangat ringan dan tidak membatasi usia,
walaupun begitu, terapi ini dilarang untuk dilakukan oleh mereka yang mempunyai
beberapa jenis penyakit dan problem. Pelarangan melakukan tawa ini dikarenakan dikawatirkan berakibat buruk pada
penyakitnya.
D.
Teknik supaya mudah tertawa
Memang sulit tertawa tanpa sebab. Jika kita
tertawa tanpa sebab maka kita bisa merasa malu dan takut, dan orang bisa
mengganggap kita sedang stres atau gila. Untuk menghilangkan hal
tersebut maka alternatif yang bisa dipilih adalah:
a. Membuat klub tawa dan minimal 5 orang,
jika bisa lebih banyak akan lebih mudah tertawa
b. Pada saat tertawa dianjurkan peserta
terapi tawa saling berpandangan sebab tertawa salaing berpandangan akan memicu
tawa dari dalam diri kita, karena setiap orang mempunyai ciri khas tawa
masing-masing, hal ini akan menciptakan tawa yang lepas dan tawa adalah sangat
menular.
c. Saat tertawa kedua tangan diangkat ke atas
tegak lurus. Posisi seperti ini membuat kita mudah tertawa, dan rasa malu dan
takut juga akan ilang.
d. Tertawa lebih mudah muncul jika serempak
dilakukan semua peserta, setelah diberi aba-aba oleh tutor.
E.
Waktu dan tempat terapi
Idealnya, sebuah sesi tawa harus dilaksanakan pada
pagi hari, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia ini. Sebaiknya jumlah
total latihan pernapasan, tawa dan peregangan sebaiknya tidak lebih dari 15-20
menit. Pengaturan waktu bisa disesuaikan beberapa menit menurut kebutuhan
kelompok dan keadaan cuaca, bila diadakan di tempat terbuka.
Terdapat banyak alasan kenapa sesi tawa dimulai pada pagi hari. Selalu lebih baik
bagi kita jika mengawali hari dengan tawa. Dengan begitu kita akan terus
bersemangat dan mempunyai suasana hati yang enak sepanjang hari. Kegiatan ini membangkitkan energi kita dan
tertawa selama 15-20 menit memberi kita manfaat sepanjang hari sampai saat
tidur malam.
Tahapan terapi
Satu sesi adalah kombinasi antara latihan
pernapasan, peregangan dan berbagai teknik tawa stimulus. Biasanya satu sesi tawa memakan waktu antara 20 sampai 30
menit. Sedangkan satu putaran tawa memakan waktu antara 30 sampai 40 detik.
a. Langkah Pertama
Pemanasan dengan tepuk tangan
serentak semua anggota klub, sambil mengucapkan ho ho ho... Ha ha ha ... tepuk
tangan disini sangat bermanfaat bagi peserta karena syaraf-syaraf ditelapak
tangan akan ikut terangsang sehingga menciptakan rasa aman dan meningkatkan
energi dalam tubuh.
b. Langkah Kedua
Pernapasan dilakukan seperti
pernapasan biasa yang dilakukan semua cabang-cabang olahraga pada awal latian
yaitu: melakukan pernapasan dengan mengambil napas melaui hidung, lalu napas
ditahan selama 15 detik dengan pernapasan perut. Kemudian keluarkan perlahan-lahan melaui mulut.
Hal ini dilakukan lima kali berturt-turut.
c. Langkah Ketiga
Menutar engsel bahu kedepan
dan kearah belakang. Kemudian menganggukkan kepala ke bawah sampai dagu hampir
menyentuh dada, lalu mendongakkan kepala ke atas belakang. Lalu menoleh ke kiri
dan ke kanan. Melakukan gerakan ini harus dilakukan secara perlahan.tidak
dianjurkan untuk melakukan gerakan memutar leher, karena bisa terjadi cidera
pada otot leher. Peregangan dilakukan dengan memutar pingang ke arah kanan
kemudian ditahan beberapa saat, lalu kembali ke posisi semula. Peregangan uini
juga dapat dilakukan dengan otot-otot bagian tubuh lainnya. Semua gerakan ini
dilakukan masing-masing lima kali.
d. Langkah Keempat: Tawa Bersemangat
Dalam tawa ini tutor
memberikan aba-aba untuk memulai tawa, 1, 2, 3.... semua anggota klub tertawa
serempak, diarapkan jangan ada yang tertawa lebih dulu atau belakangan, harus
kompak seperti nyayian koor. Dalam tawa ini tangan diangkat ke atas beberapa
saat lalu diturunkan dan diangkat kembali, sedangkan kepala agak mengdongak ke
belakang. Melakukan tawa ini harus bersemangat. Jika tawa bersemangat mau
berakhir maka sang tutor mengeluarkan kata, ho ho ho..... ha ha ha.....
beberapa kali sambil bertepuk tangan.
e. Langkah Kelima: Tawa
Sapaan
Tutor memberikan aba-aba agar peserta
tawa tertawa dengan suara suara sedang sambil medekat dan bertegur sapa satu
sama lainnya. Dalam melakukan sesi ini mata peserta memberikan diharapkan
saling memandang satu dengan lainnya. Peserta dianjurkan menyapa sambil tertawa
pelan, cara menyapa ini sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Misalnya orang
India dengan cara mengatupkan kedua tangan, orang Barat saling berjabat tangan,
orang Timur Tengah berpelukan dan ciuman pipi, serta orang Jepang saling
menundukkan badan dan tetap menjaga kontak mata. Setelah itu peserta menarik
napas secara pelan dan dalam.
f. Langkah Keenam: Tawa Penghargaan
Peserta membuat lingkaran kecil dengan
menghuungkan ujung jari telunjuk dengan ujung ibu jari. Kemudian tangan
digerakkan ke depan dan ke belakang sekaligus memandang anggota lainnya dengan
melayangkan tawa yang manis sehingga kita kelihatan memberikan penghargaan
kepada yang kita tuju. Kemudian bersama-sama tutor mengucapkan, ho ho ho... ha
ha ha ... sekaligus bertepuk tangan. Setelah melakukan tawa ini kembali menarik napas secara pelan dan dalam
agar kemabali tenang.
III.
Taichi
A. Pengertian
Taichi adalah sebuah bentuk seni beladiri dan senam
kesehatan aliran halus dari Tiongkok. Kata Taichi pertama kali ditemukan
didalam “Kitab Perubahan” pada zaman dynasti Zhou. Dalam kitab itu dikatakan: “
Dimana ada Taichi disitu tercipta kedamaian dan harmoni antara positive dan
negative” . Taichi juga dapat berarti
supremacy atau yang tertinggi, kemutlakan, ke-ekstreem-an dan keunikan Taichi
terbagi menjadi berbagai "gaya" yang pada dasarnya berasal dari satu
akar dan konsep dasarnya hampir sama, namun bentuk gerakannya berbeda-beda.
Keberagaman bentuk gerakan taichi sehingga menambah khazanah pengetahuan para
pecinta Taichi.
Ada juga yang namanya Taichi Quan, Taichi ini mengambil
nama dari implikasi dari superioritas. Tai Chi Quan menemukan namanya ketika
seorang master Wushu sekuler dari Shanxi, master Wang Zongyue menggunakan
phylosophy positive-negative dari Kitab Perubahan untuk menjelaskan prinsip2
dari Chuan.
Beberapa gaya Taichi yang terkenal adalah gaya Chen, gaya
Yang, gaya Sun dan gaya Wu. Yang paling terkenal adalah gaya Yang, gaya ini
telah menjadi standar pengajaran Taichi ke seluruh dunia, yaitu lewat sebuah
rangkaian gerak yang disebut "Beijing 24 step" atau Senam Taichi gaya
24 langkah yang telah distandarisasi oleh pemerintah Tiongkok sebagai bentuk
baku untuk mengajarkan Taichi.
Disamping sebagai olahraga bela diri, Olahraga taichi
juga yang dalam bentuk senam taichi. Senam taichi ini sekarang sangat digemari
oleh masyarakat, karena memiliki banyak manfaat kesehatan yang baik. Dengan latihan yang tekun dan sangat
mendalam, senam taichi bisa digunakan untuk keperluan therapy atau pengobatan
untuk berbagai macam penyakit.
Melihat apresiasi masyarakat dunia terutama masyarakat
Asia terhadap olahraga taichi. Kemudian pemerintah Tiongkok menciptakan jurus
standar untuk pengajaran senam Taichi ini sebagai bagian dari olahraga Wushu ,
yang dikenal dengan nama 24 langkah Taiji Beijing pada tahun 1956, dan 42
langkah Taiji kompetisi pada tahun 1989. Kedua set standar ini dianggap lebih
mudah untuk diajarkan dan ditampilkan dari pada jurus tradisional yang lebih
panjang dan sulit.
B. Tujuan dan Manfaat
Tai chi merupakan jenis olahraga yang berkembang di Cina
sejak abad ke-16. Ini merupakan jenis olahraga yang menggabungkan gerakan
tubuh, olah pernafasan, dan meditasi. Berbeda dengan olahraga senam lain,
gerakan dalam senam tai chi cenderung lambat karena menekankan pada fokus dan
keselarasan gerakan serta pengolahan nafas.
Menurut dr. Alvin Nursalim, dalam tulisannya, pernah
dilakukan sebuah studi terhadap 156 orangtua berusia 70-92. Mereka diberikan
latihan senam taichi sebanyak tiga kali seminggu dalam enam bulan. Efeknya
adalah, mereka yang melakukan latihan tersebut memiliki risiko terjatuh
dibanding mereka yang hanya melakukan peregangan biasa. Kejadian jatuh merupakan masalah yang sering
dialami oleh lansia.
Efek lainnya adalah, lansia yang mempraktekan senam tai
chi memiliki rasa percaya diri lebih tinggi dibanding lansia lainnya. rasa
percaya diri tersebut ditunjukkan dengan berkurangnya rasa takut terjatuh
ketika mereka melakukan aktivitas.
Selain itu kelompok orang tua yang melakukan Taichi juga
merasa lebih percaya diri, hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya rasa takut
untuk jatuh. hal ini karena gerakan senam taichi mampu melatih keseimbang dan
koordinasi gerakan otot dengan selaras.
Berbagai literatur lain menyebutkan jika senam taichi
juga memiliki pengaruh pada kesehatan jantung dan otak. Latihan pernafasan
dalam senam taichi diindikasi memiliki manfaat dalam mengalirkan oksigen yang membantu
kelancaran peredaran darah di dalam tubuh. Sehingga aktivitas jantung dan otak
terjaga. (Wiko Rahardjo)
a. Meningkatkan
kelenturan dan kekuatan
Kenikmatan dan lama bercinta membutuhkan tubuh dan
stamina yang baik. Tubuh kurang lentur dapat menurunkan perasaan untuk
bercinta. Latihan rutin Tai Chi bukan hanya akan meningkatkan kelenturan tubuh
Anda saat bercinta, namun juga membuat perasaan nyaman lebih sensitif.
b.
Pernapasan menjadi lebih kuat
Umumnya kita melakukan proses bernapas secara tidak baik.
Pada saat bernapas, kita sering hanya menggunakan bagian paling atas dada dan
mengeluarkannya dengan cara seperti terengah-engah, hanya untuk mendapatkan
oksigen untuk bertahan hidup. Itu berarti selama ini badan kita kerapkali
kekurangan oksigen, yang mengakibatkan fungsi organ-organ tubuh tidak bekerja
optimum.
Berlatih Tai Chi membiasakan kita bernapas secara benar.
Hal ini akan meningkatkan vitalitas dan kemampuan aktivitas hubungan intim.
Keahlian bernapas secara baik yang kita latih lewat ber-Tai Chi, penting untuk
mengontrol orgasme dan menjaga kekuatan otot punggung.
c.
Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan
semangat
Gerakan Tai Chi dapat mengaktifkan seluruh tubuh berikut
organ-aliran organ tubuh, seperti limpa, sehingga kerja limpa membersihkan
racun menjadi semakin efektif. Jika seluruh organ tubuh membaik, maka secara
pasti kekebalan tubuh akan meningkat.
Ketenangan yang didapat dari berlatih Tai Chi dapat
menurunkan stres, sehingga memberi kesempatan lebih leluasa bagi tubuh untuk
melakukan pemulihan. Seperti mengganti sel-sel rusak dan memperbaiki sel-sel
rusak, sehingga mempercepat proses pemulihan gangguan tubuh dan penyembuhan
suatu penyakit.
d.
Meningkatkan relaksasi
Gerakan lentur beraturan, konsentrasi penuh sebagai
bagian dari meditasi dalam gerak, latihan pernapasan yang terjaga. Semua
“muatan” dalam Tai Chi itu menjadikan tubuh mengalami relaksasi sempurna.
Kondisi ini akan mengaktifkan “hormon bercinta” seperti endomorfin dan
meningkatkan sensitivitas ujung-ujung saraf perasa. Jangan heran jika setelah
rajin berlatih Tai Chi: pandangan, sentuhan, belaian, ciuman hangat dari
pasangan akan terasa memberikan desiran lebih hebat dari sebelumnya!
C. Indikasi dan Kontraindikasi
1.
Penderita darah tinggi, diabetes,
jantung tetap melanjutkan pengobatan sesuai petunjuk dokter.
2.
Penderita rematik/radang persendian,
setelah 2-3 bulan berlatih Senam taichi akan merasa sakitnya bertambah parah,
padahal hal itu adalah pertanda baik karena bagian dari proses penyembuhan.
3.
Penderita jantung, dianjurkan
mempraktekkan latihan pendahuluan selama 1 bulan terlebih dahulu lalu mulai ke
latihan senam taichi yang sesungguhnya.
4.
Yang tidak kuat berdiri, dapat duduk di
bangku dengan kedua kaki diatas lantai.
5.
Para peserta senam taichi yang
mempunyai keluhan sakit diharapkan mengkomunikasikan sakitnya kepada pelatih
agar pelatih dapat melakukan pengamatan yang teratur dan seksama.
D. Prosedur Pelaksanaan
Prinsip Senam Taichi Adalah terdiri dari 3 bagian :
1.
Setiap Pesenam harus dalam kondisi
menghilangkan pikiran dan bermeditasi selama berlangdungnya senam.
2.
Para Pesenam harus mampu mengatur
pernafasannya secara halus, panjang dan dalam, berkesinambungan, yg dikeluarkan
dan dimasukan ke dalam dada secara teratur sesuai aba-aba.
3.
Gerakan senam Tai Chi harus benar, dan
harus memenuhi kaedah Yin dan Yang, dimana dlm kelembutan gerakan terdapat
tarikan-tarikan otot yg kuat.
Apabila seorang
peserta senam taichi telah mampu malaksanaka ke 3 unsur tersebut dengan benar,
maka selama senam apalagi di akhir senam, orang tersebut akan merasakan
kesegaran yg luar biasa.
Selama
berabad-abad, orang Cina sudah menjaga kesehatan mereka dengan cara melakukan
tai chi. Olahraga ini merupakan hasil kombinasi dari meditasi, gerakan-gerakan
yang lambat dan pernapasan. Walaupun kelihatannya seperti sedang tak
berolahraga, taichi akan membantu menguatkan tulang belakang dan meningkatkan
fleksibilitas kita.
Ada beberapa hal
yang harus diperhatikan oleh para peserta senam taichi sebelum dan sesudah
menjalankan :
a.
Saat Menjalankan
1)
Memperhatikan pelajaran dari pelatih.
2)
Para peserta melakukannya dengan
kesabaran, keyakinan, dan rutinitas tetap yakni setiap hari.
Para peserta dianjurkan untuk
meninggalkan segala jenis latihan bela diri selama menjalankan senam taichi
b.
Menjalankan secara Perorangan atau Sendiri
1)
Senam Taichi dilakukan minimal sehari
satu kali selama 5 - 30 menit, dan harus diawali dengan latihan pendahuluan
(pemanasan).
2)
Waktu Menjalankan serasi. Bila
dilakukan pada pagi hari maka antara jam 5.00 sampai dengan 7.00. Bila
dilakukan sore hari, maka dimulai sekitar jam 17.00.
c.
Tempat Senam Taichi
1)
Di lapangan terbuka atau ruangan yang
cukup sirkulasi udaranya.
2)
Tidak di tempat yang berangin kencang.
3)
Tidak di areal pekuburan/hutan
lebat/bangunan tua kosong.
4)
Jika dilakukan di ruang ber-AC, maka
keringat harus sering - sering diseka dan pakaian juga harus diganti guna
menjaga temperatur tubuh tetap hangat.
d.
Usai Senam Taichi
1)
Jangan minum es.
2)
Jangan duduk di bawah hembusan kipas
angin/AC.
3)
Jangan langsung melakukan hubungan seks
habis senam taichi.
4)
Jangan langsung makan dan mandi (atau
sekedar membersihkan tangan), tunggu sekitar 30 - 60 menit kemudian.
IV.
Terapi Seni
A. Pengertian
Art therapy atau terapi seni adalah terapi dengan
menggunakan seni sebagai media utamanya. Art therapy dapat diartikan sebagai
seni yang menjadi media terapi atau melakukan kegiatan seni sebagai terapi.
Terapi seni merupakan salah satu jenis dari berbagai jenis terapi ekspresif
melibatkan individu dalam aktivitas kreatif dalam bentuk penciptaan (karya atau
produk) seni (Case & Dalley, 1992;Ballou, 1995). Melalui aktifitas seni
tersebut individu diasumsikan mendapat media paling aman untuk memfasilitasi
komunikasi melalui eksplorasi pikiran, persepsi, keyakinan, dan pengalaman,
khususnya emosi (Holt & Kaiser, 2009). Proses dan respon subjek saat
menggambar serta karya seni subjek digunakan sebagai refleksi atas
perkembangan, kemampuan, kepribadian, ketertarikan, perhatian dan konflik
individu (Ballou, 1995).
B. Tujuan dan Manfaat
Menurut
Sourby (2006) ada 6 manfaat dari penerapan terapi seni, yaitu:
a.
Menstrimulasi partisipasi yang aktif.
b.
Mendorong untuk mempelajari hal dan fungsi yang baru.
c.
Mendorong munculnya kesempatan untuk sukses, menjadi positif
dan menyenangkan didalam sosialisasi.
d.
Meningkatkan kemandirian dan arah diri.
e.
Meningkatkan kesadaran diri, dan
f.
Memperkuat memori
C. Indikasi
Indikasi dilakukanya art terapi yaitu :
a.
Pasien yang memiliki gangguan dalam
mengontrol emosi
b.
Pasien yang tidak dapat membina
hubungan baik dengan anggota keluarganya seperti contoh mudah marah, sering
memukul anggota keluarga,dan berbicara kasar
c.
Pasien yang mengalami gangguan jiwa
contohnya skizofrenia
d.
Pasien yang mengalami Harga diri rendah
D. Kontraindikasi
Kontra indikasi dari art terapi :
a.
Pasien dengan kecemasan berlebih
b.
Pasien yang sedang mengalami kepanikan
E. Prosedur Pelaksanaan Therapy
Pasien depresi (depression)
Syarat lingkungan secara psikologis harus memenuhi hal-hal sebagai berikut
:
1.
Ruangan aman dan nyaman
2.
Terhindar dari alat-alat yang dapat
digunakan untuk mencederai diri sendiri atau orang lain.
3.
Alat-alat medis, juga obat-obatan serta
jenis cairan medis di lemari pastikan dalam keadaan terkunci
4.
Ruangan yang dipakai harus dilantai 1
dan ruangan tersebut mudah di pantau oleh petugas kesehatan
5.
Ruangan harus ditata agar menarik
dengan cara menenmpelkan gambar-gambar yang cerah dan gambar-gambar yang
meningkatkan gairah hidup pasien
6.
Warna dinding harus cerah
7.
Harus adanya bacaan ringan, lucu dan
memotivasi hidup.
8.
Menyiapkan peralatan melukis seperti
kanvas, cat untuk melukis, kuas dan peralatan lukis lainnya.
9.
Menyiapkan lemari khusus untuk
menyimpan barang-barang pribadi pasien
Syarat lingkungan social adaalah
sebagai berikut :
1.
Komunikasi terapeutik dengan cara
menyapa klien sesering mungkin.
2.
Memberikan penjelasan setiap akan
dilakukannya kegiatan keperawatan atau tindakan medis lainnya
3.
Menerima klien apa adannya dan tidak
boleh mengejek atau merendahkan klien.
4.
Meningkatkan harga diri klien.
5.
Membantu melakukan penilaian dan
berusaha meningkatkan hubungan social secara bertahap
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Biofeedback adalah metode yang menggunakan pikiran untuk
mengendalikan fungsi tubuh yang normal tubuh mengatur secara otomatis, seperti
kulit suhu, ketegangan otot, jantung tingkat, atau tekanan darah. (Healthwise)
Humor adalah sesuatu yang lucu, yang dapat menggelikan
hati atau yang dapat menimbulkan kejenakaan atau kelucuan. Orang yang memiiki
rasa humor yang tinggi, yakni orang yang mudah tersenyum atau tertawa bila
mendengar sesuatu yang humoris disebut seorang humoris (KBBI, 1991: 361).
Taichi adalah sebuah bentuk seni beladiri dan senam
kesehatan aliran halus dari Tiongkok. Kata Taichi pertama kali ditemukan
didalam “Kitab Perubahan” pada zaman dynasti Zhou. Dalam kitab itu dikatakan: “
Dimana ada Taichi disitu tercipta kedamaian dan harmoni antara positive dan
negative” . Taichi juga dapat berarti
supremacy atau yang tertinggi, kemutlakan, ke-ekstreem-an dan keunikan Taichi
terbagi menjadi berbagai "gaya" yang pada dasarnya berasal dari satu
akar dan konsep dasarnya hampir sama, namun bentuk gerakannya berbeda-beda.
Keberagaman bentuk gerakan taichi sehingga menambah khazanah pengetahuan para
pecinta Taichi.
Art therapy atau terapi seni adalah terapi dengan
menggunakan seni sebagai media utamanya. Art therapy dapat diartikan sebagai
seni yang menjadi media terapi atau melakukan kegiatan seni sebagai terapi.
Terapi seni merupakan salah satu jenis dari berbagai jenis terapi ekspresif
melibatkan individu dalam aktivitas kreatif dalam bentuk penciptaan (karya atau
produk) seni (Case & Dalley, 1992;Ballou, 1995).
B. Saran
Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat
mengaplikasikan terapi komplementer, karena dengan adanya terapi komplementer
dapat membantu dalam penyembuhan.
DAFTAR PUSTAKA
Case, C. & Dalley,
T. (1992). The Handbook of Art Therapy. USA & Canada: Routledge.
Ballou, M. (1995). Psychologycal Interventions : A Guide To
Strategies. Westport, CT: Praeger Publishers
Holt, E & Kaiser, D.H. (2009). The first step series: art
therapy for early substance abuse treatment. The Arts in Psychotherapy.
Brown, B. 1977. Stres
dan seni biofeedback. New York: Harper & Row.
Nestoriuc Y, Martin
A. 2007. "Keampuhan biofeedback
untuk migrain:suatu meta-analisis" Nyeri.
Peper, E., &
Shaffer, F. Sejarah biofeedback:Sebuah
pandangan alternatif Biofeedback.
No comments:
Post a Comment