Saturday, February 18, 2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN Gizi Ibu dan Bayi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan                  : Gizi
Sub pokok bahasan           :  Gizi Ibu dan Bayi
Sasaran                              :  Kelompok Ibu
Tanggal                             :  25 Mei  2014
Tempat                              :  RS Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi
Waktu                               :  30 menit
Penyuluh                           :  

A.    Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan ibu memahami tentang gizi pada ibu dan bayi nya.

B.     TujuanKhusus
Dengan penyuluhan diharapkan :
·         Ibu mengerti tentang pengertian gizi pada ibu
·         Ibu mengerti tentang zat gizi yang diperlukan tubuh
·         Ibu mengerti tentang manfaat gizi pada ibu
·         Ibu mengerti dampak jika kebutuhan gizi ibu tidak terpenuhi.
·         Ibu mengerti dengan pentingnya pemenuhan gizi pada bayi
·         Ibu mampu memahami kebutuhan gizi tambahan pada bayi
·          Ibu mengetahui kekurangan dan kelebihan gizi pada bayi
·         Ibu mau mengikuti contoh menu yang diberikan

C.    Materi
1.      Pengertian gizi pada ibu nifas
2.      Zat gizi yang dibutuhkan ibu nifas
3.      Manfaat gizi pada ibu nifas
4.      Dampak jika gizi ibu nifas tidak terpenuhi
5.      Menjelaskan manfaat gizi bagi bayi
6.      Menguraikan dampak gizi lebih dan kurang pada bayi
7.      Contoh menu makanan bagi bayi

D.    Metode
-          Ceramah
-          Tanya jawab

E.     Kegiatan
NO
URAIAN KEGIATAN
METODE
MEDIA
WAKTU
1.





2.









3.
Pendahuluan :
a. Mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan
d. Mengemukakan kontrak waktu

Pelaksanaan :
1.  Menjelaskan pengertian gizi pada ibu nifas
2.  Menjelaskan zat gizi yang dibutuhkan ibu nifas
3.  Menjelaskan manfaat gizi pada ibu nifas
4.  Menjelaskan dampak jika gizi ibu nifas tidak terpenuhi
5.  Menjelaskan manfaat gizi bagi bayi
Penutup
 a. Evaluasi
 b. Menyampaikan kesimpulan
 c. Memberi salam
Ceramah





Ceramah, diskusi, tanya jawab





Ceramah
Lisan





Lisan







Lisan
5 menit





20 menit







5 menit

F.   Evaluasi
-            Ibu mengetahu ipengertian gizi pada ibu nifas
-            Ibumengetahui zat gizi yang diperlukan tubuh selama nifas
-            Ibu mengetahui tentang manfaat gizi pada ibu nifas
-            Ibu mengetahui dampak jika kebutuhan gizi ibu nifas tidak terpenuhi.
-            Ibu mengetahui susunan menu makan ibu nifas
-            Ibu Mengetahui manfaat gizi pada bayi
-            Ibu Mengetahui dampak gizi lebih dan kurang pada bayi
-            Ibu mengetahui contoh menu makanan bagi bayi




URAIAN MATERI
GIZI PADA IBU NIFAS

1.       Pengertian Gizi pada Ibu nifas
Gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui meningkat menjadi 25%. Ibu nifas membutuhkan nutrisi yang cukup, gizi seimbang, terutama kebutuhan protein dan karbohidrat. Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot, serta kebiasaan makanan yang memuaskan. Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang penting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.

2.      Zat Gizi yang Dibutuhkan Ibu Nifas
-         Kalori
Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nutrisi baik adalah 70 kal/100 ml dan kira-kira  85 kal diperlukan oleh ibu untuk setiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kal/hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus mengkonsumsi 2.300-2.700 kal ketika menyusui. Makanan yang dikonsumsi ibu berguna untuk melakukan aktivitas, metabolisme, cadangan dalam tubuh, proses produksi ASI, serta sebagai ASI itu sendiri yang akan dikonsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan yang dikonsumsi juga perlu memenuhi syarat, seperti : susunya harus seimbang, porsinya cukup dan teratur, tidak terlalu asin, pedas dan berlemak, serta tidak mengandung alkohol, nikotin dan bahan pengawet dan pewarna.
-         Protein
Ibu memerlukan tambahan 20 gr protein diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16% dari tambahan 500 kal yang dianjurkan . Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel yang rusak atau mati. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani dan protein nabati. Protein hewani antara lain telur, daging, ikan, udang, kerang, susu, dan keju. Sementara itu, protein nabati banyak terkandung dalam tahu, tempe, kacang-kacangan dan lain-lain.
-         Cairan
Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Ibu menyusui dianjurkan minum 2-3 liter per hari dalam bentuk air putih, susu dan jus buah (anjurkan ibu minum tiap kali menyusui). Mineral, air dan vitamin digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran metabolisme didalam tubuh. Sumber zat pengatur tubuh tersebut bisa diperoleh dari semua jenis sayur dan buah-buahan segar.
-         Vitamin dan mineral
Kegunaan vitamin dan mineral adalah untuk melancarkan metabolisme tubuh. Beberapa vitamin dan mineral yang ada pada air susu ibu perlu mendapat perhatian khusus karena jumlahnya kurang mencukupi, tidak mampu memenuhi kebutuhan bayi sewaktu bayi bertumbuh dan berkembang.
ü  Zatbesi
Zat besi dapat mencegah anemia dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sumber zat besi antara lain hati, telur, sumsum tulang dan sayuran hijau. Kebutuhan zat besi sebanyak 28 mg per hari. Pil zat besi (Fe) harus diminum, untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40  hari pasca bersalin.
ü  Iodium
Iodium dapat meningkatkan pertumbuhan fisik dan mental. Sumber iodium yaitu garam beriodium. Kebutuhan iodium sebanyak 200 mg per hari.
ü  Vitamin C dan A
Vitamin C digunakan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, produksi ASI. Sumber vitamin C antara lain buah-buahan atau sayuran berwarna hijau kuning. Kebutuhan vitamin C sebanyak 85 mg per hari. Vitamin A sebanyak 850 mg per hari
Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) sebanyak 2 kali yaitu pada 1 jam setelah melahirkan dan 24 jam setelahnya agar dapat memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI.
Tabel perbandingan angka kecukupan energi dan zat gizi wanita dewasa dan tambahannya untuk ibu hamil dan menyusui :

No.
Zat Gizi
Wanita Dewas
Ibu Hamil
Ibu Menyusui
0-6 bulan
7-12 bulan
1.
Energi (kkal)
2200
285
700
500
2.
Protein (g)
48
12
16
12
3.
Vitamin A (RE)
500
200
350
300
4.
Vitamin D (mg)
5
5
5
5
5.
Vitamin E (mg)
8
2
4
2
6.
Vitamin K (mg)
6,5
6,5
6,5
6,5
7.
Tiamin (mg)
1,0
0,2
0,3
0,3
8.
Riboflavin (mg)
1,2
0,2
0,4
0,3
9.
Niasin (mg)
9
0,1
3
3
10.
Asam Folat (mg)
150
150
50
40
11.
Piidoksin (mg)
1,6
0,6
0,5
0,5
12.
Vitamin B12 (mg)
1,0
0,3
0,3
0,3
13.
Vitamin C (mg)
60
10
25
10
14.
Kalsium (mg)
500
400
400
400
15.
Fosfor (mg)
450
200
300
200
16.
Besi (mg)
26
20
2
2
17.
Seng (mg)
15
5
10
10
18.
Yodium (mg)
150
25
50
50
19.
Selenium (mg)
55
15
25
20


3.      Manfaat Gizi pada Ibu Nifas

-          Untukmempercepatkesembuhanibuterutamakesembuhanalatreproduksi
-          Untukmemenuhinutrisiibu, agar dapatmencukupikebutuhanASI bayinya

4.      Dampak jika Gizi Ibu Nifas Tidak Terpenuhi
-          Menghambatpemulihantubuhpascapersalinan
-          Kelelahandangangguankesehatan
-          BerkurangnyaproduksiASI.
-           
5.      Contoh Susunan Menu ibu Nifas
Makan pagi     : Nasi 1 piring + ikan goreng 1 potong ukuran kotak korek api + sayur 1 mangkuk kecil + susu 1 gelas
Makan siang   : nasi 1 piring + ikan panggang 1 potong ukuran kotak korek api + tempe 1 potong ukuran kotak korek api + sayur 1 mangkuk kecil + jeruk 1 buah
Makan malam : nasi 1 piring + ayam goreng 1 potong ukuran sedang  + tahu goreng 1 potong ukuran kotak korek api + sayur 1 mangkuk kecil + pepaya 1 potong.

URAIAN MATERI
GIZI BAGI BAYI

A.    Manfaat gizi bagi bayi
Padda umumnya bayi dilahirkan setelah di kandung selama lebih kurang 40 minggu, dengan berat badan sekirat 3 kg dan panjang badan 50cm. pada minggu pertama berat badan akan turun,, kemudian naik kembali sesuai berat lahir semula, dan naik terus menerus sesuai bertambahnya umur.
Factor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi normal adalah masukan makanan yang kualitas maupun kuantitasnya baik.manfaat masukan makanan atau gizi yang berkualitas maupun kuantitasnya baik, selain untuk tumbuh kembang bayi adalah untuk menjaga kesehatan bayi atau mencegah timbulnya berbagai penyakit.
B.     Pemberian makanan tambahan pada bayi
Bayi baru lahir sampai 4 bulan sebaiknya di berikan ASi saja, karena ASI merupakan makanan yang paling baik, tetapi ada kalanya produksi ASI tidak cukup untuk menyokong pertumbuhan bayi, bahkan kadang- kadang ibu tidak dapat mengeluarkan ASI sama sekali, atau kesehatan ibu yang tidak memungkinkan untuk menyusui bayinya.
Maka sebaiknya pemberian ASI harus ditambah atau di ganti dengan susu formula, bagi bayi yang cukup mendapatkan ASI, dengan bertanbahnya umur perlu mendapatkan makanan tambahan sebagai pengganti ASI secara bertahap. Mulai umur 4- 5 bulan, bayi dapat di berikani makanan lunak, umur 6 -7 bulan, 2kali susu dan 3 kali makanan lunak I tambah 1- 2 kali buah- buahan.



C.     Kebetuhan gizi pada bayi
Angka kecukupan gizi rata- rata yang di anjurkan widya karya Nasional pangan dan gizi IV ( LIPI 1988) , bagi bayi umur 0- 6 bulan dengan berat badan 5,5 kg dan panjang  badan 60 cm yaitu energy 560 kkal dan protein 12 gram. Untuk bayi 7- 12 bulan dengan berat badan 8,5 kg dan panjang badan 71 cm yaitu energy 800 kkal dan protein 15 gram. Pada bayi baru lahir sampai  umur 3 – 4 bulan sebaiknya di berikan ASi atau susu formula adaptasi yang banyak di pasarkan.
Di anjurkan untuk memberi 100- 110 kkal energy tiap kilogram berat badan bayi tiap harinya, susu bayi mengandung lebih kurang 67 kkal tiap 100cc, maka kebutuhan bayi adalah 150-160cc susu tiap kg berat badannya. Jumlah susu yang hendak diberikan kepada bayi dapat dibagi dalam 5-6 botol dan diberikan setiap 3 atau 4 jam.
D.    Cara pemberian makanan pada bayi
Makanan padat harus diberikan secara bertahap mulai umur 4-5 bulan sampai 6-7 bulan. Setiap bulan 1 porsi makanan padat menggantikan 1 botol sus formula bayi atau pemberian ASI, hingga pada umur 7 bulan bayi sudah mendapat 3 x makanan padat dan 2x ASI atau susu formula lanjutan dengan tambahan buah atau sari buah. Jika anak mendapat nasi tim tidak perlu disaring atau blender tetapi yang diberikan harus dalam keadaan lembek.
E.     Dampak kelebihan dan kekurangan gizi pada bayi
Makanan yang ideal harus mengandung cukup bahan bakar(energy) dan semua zat gizi esensial dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan sehari-hari. Pemberian makanan yang mengandung energy berlebihan akan menimbulkan obesitas, sedangkan zat gizi esensial yang diberikan berlebihan untuk jangka waktu lama akan menimbulkan penimbunan zat gizi tersebut dan dapat merupakan racun bagi tubuh, seperti hipervitaminosis A, hipervtaminosis D, dan hiperkalemia. Sebaliknya pemberian energy yang kurang dari kebutuhan, dalam jangka waktu lama akan menghambat pertumbuhan dan akan mengurangi cadangan energy dalam tubuh, sehingga terjadi keadaan gizi kurang maupun buruk(marasmus). Kekurangan zat gizi esensial dapat menimbulkan gejala defisiensi sesuai zat gizi yang kurang, seperti xeroftalmia pada kekurangan vitamin A, rakitis pada kekurangan Vitamin D.  


No comments:

Post a Comment