SATUAN ACARA
PENYULUHAN
Pokok
bahasan : Gizi
Sub pokok bahasan : Gizi
Ibu dan Bayi
Tanggal : 25 Mei 2014
Tempat : RS Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi
Waktu : 30 menit
Penyuluh :
A. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan ibu memahami tentang gizi pada ibu dan bayi nya.
B. TujuanKhusus
Dengan penyuluhan diharapkan :
·
Ibu mengerti
tentang pengertian gizi pada ibu
·
Ibu mengerti tentang zat gizi yang
diperlukan tubuh
·
Ibu mengerti tentang manfaat gizi
pada ibu
·
Ibu mengerti dampak jika
kebutuhan gizi ibu tidak terpenuhi.
·
Ibu
mengerti dengan pentingnya pemenuhan gizi pada bayi
·
Ibu
mampu memahami kebutuhan gizi tambahan pada bayi
·
Ibu mengetahui kekurangan dan
kelebihan gizi pada bayi
·
Ibu
mau mengikuti contoh menu yang diberikan
C. Materi
1. Pengertian gizi pada ibu nifas
2. Zat gizi yang dibutuhkan ibu nifas
3. Manfaat gizi pada ibu nifas
4.
Dampak jika gizi ibu nifas tidak
terpenuhi
5. Menjelaskan manfaat gizi bagi bayi
6. Menguraikan dampak gizi lebih dan
kurang pada bayi
7. Contoh menu makanan bagi bayi
D. Metode
-
Ceramah
-
Tanya jawab
E. Kegiatan
|
NO
|
URAIAN
KEGIATAN
|
METODE
|
MEDIA
|
WAKTU
|
|
1.
2.
3.
|
Pendahuluan
:
a.
Mengucapkan salam
b.
Memperkenalkan diri
c.
Menyampaikan tujuan
d.
Mengemukakan kontrak waktu
Pelaksanaan
:
1. Menjelaskan pengertian gizi pada ibu nifas
2. Menjelaskan zat gizi yang dibutuhkan ibu nifas
3. Menjelaskan manfaat gizi pada ibu nifas
4.
Menjelaskan dampak jika gizi
ibu nifas tidak terpenuhi
5.
Menjelaskan
manfaat gizi bagi bayi
Penutup
a.
Evaluasi
b.
Menyampaikan kesimpulan
c.
Memberi salam
|
Ceramah
Ceramah,
diskusi, tanya jawab
Ceramah
|
Lisan
Lisan
Lisan
|
5 menit
20 menit
5 menit
|
F. Evaluasi
-
Ibu mengetahu ipengertian gizi pada ibu nifas
-
Ibumengetahui zat gizi
yang diperlukan tubuh selama nifas
-
Ibu mengetahui tentang manfaat
gizi pada ibu nifas
-
Ibu mengetahui dampak jika
kebutuhan gizi ibu nifas tidak terpenuhi.
-
Ibu Mengetahui manfaat gizi pada bayi
-
Ibu Mengetahui dampak gizi lebih dan kurang pada bayi
-
Ibu mengetahui contoh menu makanan bagi bayi
URAIAN
MATERI
GIZI PADA IBU NIFAS
1. Pengertian
Gizi pada Ibu nifas
Gizi adalah zat yang diperlukan oleh
tubuh untuk keperluan metabolismenya. Kebutuhan gizi pada masa nifas
terutama bila menyusui meningkat menjadi 25%. Ibu nifas membutuhkan nutrisi yang
cukup, gizi seimbang, terutama kebutuhan protein dan karbohidrat. Gizi pada ibu
menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan
untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan
bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot, serta kebiasaan makanan
yang memuaskan. Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya,
yang penting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas
dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.
2. Zat Gizi
yang Dibutuhkan Ibu Nifas
-
Kalori
Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah
air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama
hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nutrisi baik
adalah 70 kal/100 ml dan kira-kira 85 kal diperlukan oleh ibu untuk
setiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kal/hari
untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan
jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus mengkonsumsi 2.300-2.700 kal ketika
menyusui. Makanan yang dikonsumsi ibu berguna untuk melakukan aktivitas,
metabolisme, cadangan dalam tubuh, proses produksi ASI, serta sebagai ASI itu
sendiri yang akan dikonsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Makanan yang dikonsumsi juga perlu memenuhi syarat, seperti : susunya harus
seimbang, porsinya cukup dan teratur, tidak terlalu asin, pedas dan berlemak,
serta tidak mengandung alkohol, nikotin dan bahan pengawet dan pewarna.
- Protein
Ibu memerlukan tambahan 20 gr protein diatas kebutuhan
normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16% dari tambahan 500 kal yang
dianjurkan . Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel yang
rusak atau mati. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani dan protein
nabati. Protein hewani antara lain telur, daging, ikan, udang, kerang, susu,
dan keju. Sementara itu, protein nabati banyak terkandung dalam tahu, tempe,
kacang-kacangan dan lain-lain.
- Cairan
Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan
cairan. Ibu menyusui dianjurkan minum 2-3 liter per hari dalam bentuk air
putih, susu dan jus buah (anjurkan ibu minum tiap kali menyusui). Mineral, air
dan vitamin digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan
mengatur kelancaran metabolisme didalam tubuh. Sumber zat pengatur tubuh
tersebut bisa diperoleh dari semua jenis sayur dan buah-buahan segar.
-
Vitamin dan mineral
Kegunaan vitamin dan mineral adalah
untuk melancarkan metabolisme tubuh. Beberapa vitamin dan mineral yang ada pada
air susu ibu perlu mendapat perhatian khusus karena jumlahnya kurang mencukupi,
tidak mampu memenuhi kebutuhan bayi sewaktu bayi bertumbuh dan berkembang.
ü Zatbesi
Zat besi dapat mencegah anemia dan meningkatkan daya
tahan tubuh. Sumber zat besi antara lain hati, telur, sumsum tulang dan sayuran
hijau. Kebutuhan zat besi sebanyak 28 mg per hari. Pil zat besi (Fe) harus diminum,
untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin.
ü Iodium
Iodium dapat meningkatkan pertumbuhan fisik dan
mental. Sumber iodium yaitu garam beriodium. Kebutuhan iodium sebanyak 200 mg
per hari.
ü Vitamin C
dan A
Vitamin C digunakan untuk membantu meningkatkan daya
tahan tubuh, produksi ASI. Sumber vitamin C antara lain buah-buahan atau
sayuran berwarna hijau kuning. Kebutuhan vitamin C sebanyak 85 mg per hari.
Vitamin A sebanyak 850 mg per hari
Minum
kapsul vitamin A (200.000 unit) sebanyak 2 kali yaitu pada 1 jam setelah
melahirkan dan 24 jam setelahnya agar dapat memberikan vitamin A kepada bayinya
melalui ASI.
Tabel perbandingan angka
kecukupan energi dan zat gizi wanita dewasa dan tambahannya untuk ibu hamil dan
menyusui :
|
No.
|
Zat Gizi
|
Wanita Dewas
|
Ibu Hamil
|
Ibu Menyusui
|
|
|
0-6 bulan
|
7-12 bulan
|
||||
|
1.
|
Energi (kkal)
|
2200
|
285
|
700
|
500
|
|
2.
|
Protein (g)
|
48
|
12
|
16
|
12
|
|
3.
|
Vitamin A (RE)
|
500
|
200
|
350
|
300
|
|
4.
|
Vitamin D (mg)
|
5
|
5
|
5
|
5
|
|
5.
|
Vitamin E (mg)
|
8
|
2
|
4
|
2
|
|
6.
|
Vitamin K (mg)
|
6,5
|
6,5
|
6,5
|
6,5
|
|
7.
|
Tiamin (mg)
|
1,0
|
0,2
|
0,3
|
0,3
|
|
8.
|
Riboflavin (mg)
|
1,2
|
0,2
|
0,4
|
0,3
|
|
9.
|
Niasin (mg)
|
9
|
0,1
|
3
|
3
|
|
10.
|
Asam Folat (mg)
|
150
|
150
|
50
|
40
|
|
11.
|
Piidoksin (mg)
|
1,6
|
0,6
|
0,5
|
0,5
|
|
12.
|
Vitamin B12 (mg)
|
1,0
|
0,3
|
0,3
|
0,3
|
|
13.
|
Vitamin C (mg)
|
60
|
10
|
25
|
10
|
|
14.
|
Kalsium (mg)
|
500
|
400
|
400
|
400
|
|
15.
|
Fosfor (mg)
|
450
|
200
|
300
|
200
|
|
16.
|
Besi (mg)
|
26
|
20
|
2
|
2
|
|
17.
|
Seng (mg)
|
15
|
5
|
10
|
10
|
|
18.
|
Yodium (mg)
|
150
|
25
|
50
|
50
|
|
19.
|
Selenium (mg)
|
55
|
15
|
25
|
20
|
3. Manfaat Gizi pada Ibu Nifas
-
Untukmempercepatkesembuhanibuterutamakesembuhanalatreproduksi
-
Untukmemenuhinutrisiibu, agar dapatmencukupikebutuhanASI bayinya
4. Dampak jika Gizi Ibu Nifas Tidak Terpenuhi
-
Menghambatpemulihantubuhpascapersalinan
-
Kelelahandangangguankesehatan
-
BerkurangnyaproduksiASI.
-
5. Contoh Susunan Menu ibu Nifas
Makan pagi : Nasi 1
piring + ikan goreng 1 potong ukuran kotak korek api + sayur 1 mangkuk kecil +
susu 1 gelas
Makan siang : nasi 1 piring
+ ikan panggang 1 potong ukuran kotak korek api + tempe 1 potong ukuran kotak
korek api + sayur 1 mangkuk kecil + jeruk 1 buah
Makan malam : nasi 1 piring + ayam
goreng 1 potong ukuran sedang + tahu goreng 1 potong ukuran kotak korek
api + sayur 1 mangkuk kecil + pepaya 1 potong.
URAIAN MATERI
GIZI BAGI BAYI
A.
Manfaat
gizi bagi bayi
Padda
umumnya bayi dilahirkan setelah di kandung selama lebih kurang 40 minggu,
dengan berat badan sekirat 3 kg dan panjang badan 50cm. pada minggu pertama
berat badan akan turun,, kemudian naik kembali sesuai berat lahir semula, dan
naik terus menerus sesuai bertambahnya umur.
Factor
utama yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi normal adalah masukan makanan yang
kualitas maupun kuantitasnya baik.manfaat masukan makanan atau gizi yang
berkualitas maupun kuantitasnya baik, selain untuk tumbuh kembang bayi adalah
untuk menjaga kesehatan bayi atau mencegah timbulnya berbagai penyakit.
B.
Pemberian
makanan tambahan pada bayi
Bayi
baru lahir sampai 4 bulan sebaiknya di berikan ASi saja, karena ASI merupakan
makanan yang paling baik, tetapi ada kalanya produksi ASI tidak cukup untuk
menyokong pertumbuhan bayi, bahkan kadang- kadang ibu tidak dapat mengeluarkan
ASI sama sekali, atau kesehatan ibu yang tidak memungkinkan untuk menyusui
bayinya.
Maka
sebaiknya pemberian ASI harus ditambah atau di ganti dengan susu formula, bagi
bayi yang cukup mendapatkan ASI, dengan bertanbahnya umur perlu mendapatkan
makanan tambahan sebagai pengganti ASI secara bertahap. Mulai umur 4- 5 bulan,
bayi dapat di berikani makanan lunak, umur 6 -7 bulan, 2kali susu dan 3 kali
makanan lunak I tambah 1- 2 kali buah- buahan.
C.
Kebetuhan
gizi pada bayi
Angka
kecukupan gizi rata- rata yang di anjurkan widya karya Nasional pangan dan gizi
IV ( LIPI 1988) , bagi bayi umur 0- 6 bulan dengan berat badan 5,5 kg dan
panjang badan 60 cm yaitu energy 560
kkal dan protein 12 gram. Untuk bayi 7- 12 bulan dengan berat badan 8,5 kg dan
panjang badan 71 cm yaitu energy 800 kkal dan protein 15 gram. Pada bayi baru
lahir sampai umur 3 – 4 bulan sebaiknya
di berikan ASi atau susu formula adaptasi yang banyak di pasarkan.
Di
anjurkan untuk memberi 100- 110 kkal energy tiap kilogram berat badan bayi tiap
harinya, susu bayi mengandung lebih kurang 67 kkal tiap 100cc, maka kebutuhan
bayi adalah 150-160cc susu tiap kg berat badannya. Jumlah susu yang hendak
diberikan kepada bayi dapat dibagi dalam 5-6 botol dan diberikan setiap 3 atau
4 jam.
D.
Cara
pemberian makanan pada bayi
Makanan
padat harus diberikan secara bertahap mulai umur 4-5 bulan sampai 6-7 bulan.
Setiap bulan 1 porsi makanan padat menggantikan 1 botol sus formula bayi atau
pemberian ASI, hingga pada umur 7 bulan bayi sudah mendapat 3 x makanan padat
dan 2x ASI atau susu formula lanjutan dengan tambahan buah atau sari buah. Jika
anak mendapat nasi tim tidak perlu disaring atau blender tetapi yang diberikan
harus dalam keadaan lembek.
E.
Dampak
kelebihan dan kekurangan gizi pada bayi
Makanan
yang ideal harus mengandung cukup bahan bakar(energy) dan semua zat gizi
esensial dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan sehari-hari. Pemberian makanan
yang mengandung energy berlebihan akan menimbulkan obesitas, sedangkan zat gizi
esensial yang diberikan berlebihan untuk jangka waktu lama akan menimbulkan
penimbunan zat gizi tersebut dan dapat merupakan racun bagi tubuh, seperti
hipervitaminosis A, hipervtaminosis D, dan hiperkalemia. Sebaliknya pemberian
energy yang kurang dari kebutuhan, dalam jangka waktu lama akan menghambat
pertumbuhan dan akan mengurangi cadangan energy dalam tubuh, sehingga terjadi
keadaan gizi kurang maupun buruk(marasmus). Kekurangan zat gizi esensial dapat
menimbulkan gejala defisiensi sesuai zat gizi yang kurang, seperti xeroftalmia
pada kekurangan vitamin A, rakitis pada kekurangan Vitamin D.
No comments:
Post a Comment