Saturday, February 18, 2017

LAPORAN AKHIR PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN KOMUNITAS DI PUSKESMAS MANDIANGIN

LAPORAN AKHIR
PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN KOMUNITAS
DI PUSKESMAS MANDIANGIN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Puskesmas merupakan organisasi struktural dan sebagai unit pelaksana teknik dinas, aspek fungsional bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang merupakan unit pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat tingkat 1 yang dibina oleh DKK, bertanggungjawab untuk melaksanakan identifikasi kondisi masalah kesehatan masyarakat dan lingkungan serta fasilitas pelayanan kesehatan meliputi cakupan, mutu pelayanan, identifikasi mutu sumber daya manusia dan provider, serta menetapkan kegiatan untuk menyelesaikan masalah.
            Perencanaan meliputi kegiatan program dan kegiatan rutin puskesmas yang berdasarkan visi dan misi puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan primer dimana visi dan misi digunakan sebagai acuan dalam melakukan kegiatan pokok puskesmas. Selain itu, kebijakan sistem puskesmas perlu ditinjau setiap akan melakukan perencanaan program, kebijakan tersebut meliputi kebijakan mandiri dari puskesmas serta adanya fungsi dan upaya puskesmas yang berlandaskan pada UUD 1945 pasal 28, UU No.22 tahun 1999 dan UU No.25 tahun 1999, PP No.25 tahun 2000 serta PP No.48 tahun 2000 dimana tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk mewujudkan puskesmas yang kuat dari segi kemitraan, unit kesehatan mandiri, akuntabilitas dan teknologi tepat guna.
            Budgeting dalam perencanaan manajemen keungan dikelola sendiri oleh puskesmas sesuai tata cara pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan, adapun sumber biaya didapatkan dari pemerintah daerah, retribusi puskesmas, swasta atau lemabaga sosial masyarakat dan pemerintah adapun pembiayaan tersebut ditujukan untuk jenis pembiayaan layanan kesehatan yang mempunyai ciri-ciri barang atau jasa publik serta penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi, P2M dan pelayanan kesehatan yang mempunyai ciri- ciri barang atau jasa swasta seperti pengobatan individu.

B.     Tujuan Penulisan
a.       Tujuan Umum
Secara umum, tugas ini dibuat untuk mempelajari lebih dalam tentang konsep puskesmas dan gambaran pelaksanaan program puskesmas.


b.      Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penulisan ini adalah untuk mengetahui :
1.      Konsep puskesmas
2.      Konsep PHC
3.      Upaya pokok puskesmas
4.      Gambaran puskesmas, serta
5.      Pelaksanaan program puskesmas di Puskesmas Mandiangin

C.    Ruang Lingkup
Masalah yang dibahas dalam tugas ini yaitu Konsep Puskesmas Serta Gambaran Pelaksanaan Program Puskesmas Di Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi.

D.    Manfaat Penulisan
a.       Diharapkan tugas ini dapat memberikan suatu bayangan bagi pengembangan program puskesmas Mandiangin kedepannya.
b.      Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
c.       Bagi kemajuan dunia kesehatan agar visi Indonesia sehat 2014 dapat terwujud.
d.      Untuk memenuhi tugas akhir Praktek Klinik Keperawatan Komunitas di Puskesmas Mandiangin.













BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A.    KONSEP PHC ( Primary Health Care )
a.      Pengertian
Pelayanan kesehatan primer / PHC adalah strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk. PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau, pelayanan kesehatan yang diberikan adalah yang esensial dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya diri sendiri disertai partisipasi masyarakat dalam menentukan sesuatu tentang kesehatan (WHO, 1977).
PHC adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat, melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri dan menentukan nasib sendiri ( Alter Etar. 2000 : 276 ).
PHC adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan  biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri dan menentukan nasib sendiri ( Tuckert Ett All.1998 : 102 )

b.      Tinjauan Sejarah
Gerakan PHC dimulai resmi pada tahun 1977, ketika sidang kesehatan WHO ke-30 pada Konferensi Internasional 1978 di Alma Alta ( Uni Soviet ) tanggal 12 September 1978, ditentukan bahwa tujuan agar menemukan titik temu dengan PHC. Resolusi dikenal dengan Health For All by the Year 2000 ( HFA 2000 ) atau sehat untuk semua ditahun 2000  adalah merupakan target resmi dari bangsa – bangsa yang tergabung dalam WHO.
Pada tahun 1981 setelah diidentifikasi tujuan kesehatan untuk semua dan strategi PHC untuk merealisasikan tujuan, WHO membuat indikator global untuk pemantauan dan evaluasi yang dicapai tentang sehat untuk semua pada tahun 1986. Indikator tersebut adalah :
1.      Perkembangan sosial dan ekonomi.
2.      Penyediaan pelayanan kesehatan status kesehatan.
3.      Kesehatan sebagai objek atau bagian dari perkembangan sosial ekonomi.

c.       Konsep Pelayanan Kesehatan Primer
Konsep pelayanan primer merupakan pelayanan kesehatan esensial yang dibuat dan bisa terjangkau secara universal oleh individu dan keluarga di dalam masyarakat. Fokus dari pelayanan kesehatan primer luas jangkauannya dan merangkum berbagai aspek masyarakat dan kebutuhan kesehatan. PHC merupakan pola penyajian pelayanan kesehatan dimana konsumen pelayanan kesehatan menjadi mitra dengan profesi dan ikut serta mencapai tujuan umum kesehatan yang lebih baik.

d.      Tujuan PHC
1.      Tujuan Umum
Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan.
2.      Tujuan Khusus
a)      Pelayanan Harus Mencapai Keseluruhan Penduduk Yang Dilayani
b)      Pelayanan Harus Dapat Diterima Oleh Penduduk Yang Dialami
c)      Pelayanan Harus Berdasarkan Kebutuhan Medis Dari Populasi Yang Dilayani
d)     Pelayanan Harus Secara Maksimum Menggunakan Tenaga Dan Sumber – Sumber Daya Lain Dalam Memenuhi Kebutuhan Masyarakat.

e.       Ruang Lingkup PHC
1.      Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya.
2.      Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizi.
3.      Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar.
4.      Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana
5.      Imunisasi terhadap penyakit – penyakit infeksi utama.
6.      Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempat.
7.      Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa.
8.      Penyediaan obat – obat esensial.

f.       Ciri Ciri PHC
1.      Pelayanan yg utama dan intim dengan masyarakat
2.      Pelayanan yg menyeluruh
3.      Pelayanan yg terorganisasi
4.      Pelayanan yg mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
5.      Pelayanan yg berkesinambungan
6.      Pelayanan yang progresif
7.      Pelayanan yg berorientasi kepada keluarga
8.      Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja

g.      Tanggung Jawab Perawat Dalam PHC
1.      Mendorong partisipasi aktif dalam pengembangan dan implementasi pelayanan       kesehatan dan program pendidikan kesehatan
2.      Kerja sama dengan masyarakat , keluarga dan individu
3.      Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat
4.      Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat
5.      Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat

B.     KONSEP PUSKESMAS
1.      Defenisi
Menurut DepKes RI (2004), Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kesehatan.
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. UPT tugasnya adalah menyelenggarakan sebagian tugas teknis Dinas Kesehatan. Pembangunan Kesehatan maksudnya adalah penyelenggara upaya kesehatan.
Pertanggung jawaban secara keseluruhan ada di Dinkes dan sebagian ada di Puskesmas Wilayah kerja dapat berdasarkan kecamatan, penduduk, atau daerah terpencil.
-          Unit Pelaksana Teknis
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota ( UPTD ), Puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia.
-          Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan adalah penyelenggara upaya kesehatan oleh Bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
-          Pertanggungjawaban Penyelenggaraan
Penanggungjawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di wilayah kabupaten/kota adalah dinas kesehatan kabupaten/kota, sedangkan puskesmas bertanggungjawab hanya untuk sebagian upaya pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan kemampuannya.
-          Wilayah Kerja
Secara Nasional standar wilayah kerja Puskesmas adalah suatu kecamatan, tetapi apabila disatu kecematan terdapat lebih dari satu puskesmas , maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan/rw).Masing-masing puskesmas tersebut secara operasional pertanggung jawab langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

2.      Visi Dan Misi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan yang di selenggarakan oleh Puskesmas adalah          tercapainya Kecematan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat.
Indikator Kecematan Sehat :

a.       Lingkungan sehat
b.      Perilaku sehat
c.       Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
d.      Derajat kesehatan penduduk Kecematan

Misi tersebut adalah:
a.       Menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan diwilayah kerjanya.
Puskesmas akan selalu menggerakan pembangunan sektor lain yang di     selenggarakan diwilayah kerjanya,agar memperhatikan aspek kesehatan yaitu pembangunan yang tidak menimbulkan dampak negative terhadap kesehatan,setidak-tidaknya terhadap lingkungan dan perilaku-perilaku masyarakat.
b.      Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya.
Puskesmas akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya makin berdaya dibidang kesehatannya,melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan menuju kemandirian untuk hidup sehat
c.       Memelihara dan meningkatkan mutu,pemerataan dan keterjangkauan pelayanan     kesehatan yang diselenggarakan puskesmas.
Pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar dan memuaskan masyarakat,mengupayakan pemerataan pelayanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dana sehingga dapat dijangkau oleh seleruh anggota masyarakat,
d.      Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan ,keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.
Puskesmas  akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan,mencegah dan menyembuhkan penyakit,serta memulihkan kesehatan perorangan,keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya,tanpa diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang sesuai.Upaya pemeliharaan dan peningkatan yang dilakukan puskesmas mencakup pula aspek lingkungan yang bersangkutan.

3.      Tujuan
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya  dalam rangka mewujudkan indonesia sehat 2020.
 
4.      Fungsi puskesmas
a.      Pusat penggerak pembangunan berwasan kesehatan
Puskesmas selalu berupaya mengerakkan dan memantau penyelenggaran        pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya,sehinnga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan.Di samping itu aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggara setiap pembangunan di wiliyah kerjanya.
Khusus untuk pembangunan kesehatan,upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengebaikan penyembuhan dan pemulihan kesehatan.
b.      Pusat pemberdayaan masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka   masyarakat,keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran,kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat,berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaan,serta ikut menetap,menyelenggarakan dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya social budaya masyarakat setempat.
c.       Pusat strata pelayanan kesehatan strata pertama
Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan      tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi.
1)      Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan,tanpa memngabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu di tambahkan dengan rawat inap.
2)      Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan mayarakat adalah pelayanan yang bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyumbuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi kesehatan,pemberatasan penyakit,penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga,keluarga berencana,kesehatan jiwa masyarakat serta sebagai program kesehatan masyarakat lainnya.

5.      Kedudukan
Sistem Kesehatan Nasional à Sebagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama       yang bertanggung jawab menyelenggarakan UKP dan UKM di wilayah kerjanya.
a.      Sistem Kesehatan Kabupaten / Kota à Sebagai UPT Dinas Kesehatan yang    bertanggung jawab menyelenggarakan sebagai tugas pembangunan kesehatan kabupaten atau kota di wilayah kerjanya
b.      Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama à Sebagai mitra dan sebagai pembina upaya kesehatan berbasis dan bersumber daya masyarakat seperti posyandu, polindes, pos O`bat Desa dan pos UKK.

6.      Struktur Organisasi Puskesmas
     a.Kepala Puskesmas
     b.Unit Tata Usaha
·         Data dan Informasi
·         Perencanaan dan penilaian
·         Keungan,Umum dan Kepegawaian
    c.Unit Pelaksanaan Teknis Fungsional Puskesmas :
·         UKM / UKBM
·         UKP
    d.Jaringan pelayanan Puskesmas :
·         Unit Puskesmas Pembantu
·         Unit Puskesmas Keliling
·         Unit Bidan di Desa/Komunitas

  Badan Penyantun Puskesmas (BPP)
   -Pengertian :
     Suatu organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh masyarakat peduli kesehatan yang berperan sebagai mitra kerja Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya pembangunan kesehatan di wiliyah kerja Puskesmas.
  -Fungsi :
·         Melayani pemunahan kebutuhan penyelenggaran pembangunan kesehatan oleh Puskesmas ( to serve)
·         Memperjuangkan kepentingan kesehatan dan kebehasilan pembungunan kesehatan oleh puskesmas ( to advocate)
·         Melaksanakan tinjauan kritis dan memberikan masukan tentang kinerja Puskesmas (to watch)

C.    UPAYA POKOK PUSKESMAS
1.Upaya Pokok Puskesmas , ada dua : UKM DAN UKP
·         Upaya kesehatan Wajib à upaya berdasarkan komitnen nasional,regional dan global serta punya daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta wajib diselenggarakan puskesmas di wilayah indonesia.
·         Upaya Kesehatan Pengembangan à upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas.

-          Upaya Kesehatan Wajib :
·         Upaya Promosi Kesehatan
·         Upaya Kesehatan Lingkungan
·         Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
·         Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
·         Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
·         Upaya Pengobatan

-          Upaya Kesehatan Pengembangan.
·         Upaya Kesehatan Sekolah
·         Upaya Kesehatan Olah Raga
·         Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
·         Upaya Kesehatan Kerja
·         Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
·         Upaya Kesehatan Jiwa
·         Upaya Kesehatan Mata
·         Upaya Kesehatan Usia Lanjut
·         Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional (TOGA)

2.Azas Penyelenggaraan.
 -  Azas Pertanggungjawaban Wilayah    bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya.
     -AzasPemberdayaanMasyarakat Puskesmas wajib memberdayakan   perorangan, keluarga dan masyarakat, agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas.

-          Azas Keterpaduan
·         Azas keterpaduan lintas program          MTBS, UKS, PUSLING, POSYANDU
·         Azas Keterpaduan Lintas Sektor           UKS, GSI, UKK
-          Azas Rujukan
·         Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan          kasus, spesimen, ilmu pengetahuan
·         Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat          sarana dan logistik, tenaga, operasional.
3.      Manajemen Puskesmas
-          P1 : Perencanaan
·         Rencana Usulan Kegiatan
·         Rencana Pelaksanaan Kegiatan
-          P2: Pelaksanaan dan Pengendalian
·         Pengorganisasian.
·         Penyelenggaraan
·         Pemantauan
·          
-          P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban
·         Pengawasan internal dan eksternal
·         Pertanggungjawaban
4.      Tata Kerja :
-          Kantor Camat          koordinasi.
-          Dinkes          UPT          bertanggung jawab ke Dinkes
-          Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama         sebagai mitara
-          Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat          sebagai pembina
-          Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan         kerjasama
-          Lintas sektor          koordinasi
-          Masyarakat          perlu dukungan /partisipasi          BPP (Badan Penyantun Puskesmas)





















BAB III
GAMBARAN  UMUM PUSKESMAS

A.    Gambaran Puskesmas.
1.      Keadaan Geografis.
Wilayah kerja puskesmas Mandiangin mencakup 2 kelurahan dalam kecamatan Mandiangin Koto Selayan, yakni Kelurahan Campago Ipuah dan Kelurahan Guguk Bulek, yang terdiri dari 10 RW dan 48 RT dengan luas wilayah 3,11 Km2 dengan batas-batasnya :
·         Sebelah Utara dengan Kecamatan Tilatang Kamang Kab. Agam
·         Sebelah Selatan dengan Kecamatan Guguk Panjang
·         Sebelah Barat dengan wilayah kerja Puskesmas Gulai Bancah
·         Sebelah Timur dengan wilayah kerja Puskesmas Nilam Sari
Daerah ini terletak ± 900 meter di atas permukaan laut, beriklim sejuk dengan temperatur 16,1 - 21,1 C, dengan kelembaban udara antara 82 – 90,8 %.

Tabel 1
Luas wilayah kerja Puskesmas Mandiangin tahun 2014
No
Kelurahan
Luas wilayah
1.
Campago Ipuah
± 1, 72 km
2.
Campago Guguk Bulek
± 1, 39 km
  Sumber : masing-masing kelurahan. 2014

2.      Keadaan Demografi
a)      Keadaan Penduduk
Jumlah penduduk diwilayah kerja Puskesmas Mandiangin adalah 16.762 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 3.294 KK, secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut :





Tabel 2
Distribusi Jumlah Penduduk Sasaran Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Tahun 2014
No
Kelurahan
Jumlah Penduduk
Jumlah KK
Bayi
Balita
PUS
Bumil
Murid SD
Lansia
1
Campago Ipuh
9.769
1.928
100
608
756
53
420
625
2
Guguk Bulek
6.695
1.366
111
385
1537
130
1.268
447

Jumlah
16.762
3.294
211
993
2.293
183
1.688
1.072
  Sumber : Pendataan Masing-masing Poskeskel Tahun 2014

b)      Ketenagaan
Adapun jumlah tenaga di Puskesmas Mandiangin keadaan Desember 2014 adalah sebanyak 27 orang, dengan rincian sebagai berikut :

Tabel  3
Distribusi Jumlah Tenaga Di Puskesmas Mandiangin tahun 2014
No
Jenis Tenaga
Jumlah
Keterangan
1
Dokter Umum
1 orang

2
Dokter Gigi
1 orang

3
S1 Kesehatan Masyarakat
2 orang
-          1 org Ka. UPTD Puskesmas
4
Sarjana Sosial
1 orang
-          Ka. Sub. Bag.Tata Usaha
5
Perawat
5 orang
-          4 orang D3, 1 orang SPK
-          1 orang perawat D3 di Pustu G. Bulek
6
Perawat Gigi
2 orang
-          1 orang staff TU, 1 org fungsional perawat gigi
7
Bidan
7 orang
-          6 orang D3, 1 org D1
-          2 orang Bidan PTT Poskeskel
-          1 orang bidan D3 di Pustu G. Bulek
8
Nutrisionis
1 orang
-          Tamat D3
9
Sanitarian
2 orang
-          1 orang D3
-          1 orang D1
10
Pranata Laboratorium
1 orang
-          Tamat D3
11
Asisten Apoteker
2 orang
-          1 orang D3
-          1 orang SAA
12
Perekam Medis
1 orang
-          Tamat D3
13
Supir
1 orang


Jumlah
27 Orang

  Sumber : Data Kepegawaian Puskesmas Mandiangin Tahun 2014

c)      Pendanaan
Ditinjau dari aspek pendanaan, kegiatan operasional Puskesmas Mandiangin tahun 2014 ditunjang oleh dana yang bersumber dari dana APBD, BPJS, dan BOK. Rincian dana yang terserap untuk kegiatan program dan operasional Puskesmas selama tahun 2014 adalah sebagai berikut :
·      APBD                                       : Rp. 75.825.928,-
·      BPJS                                         : Rp. 232.631.130,-
·      BOK                                         : Rp. 64.000.000,-

d)     Keadaan Sosial Ekonomi
Adapun distribusi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4
Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2014
No
Kelurahan
Tingkat Pendidikan
SD
( Orang )
SMP
( Orang )
SLTA
( Orang )
PT
( Orang )
1
Guguk Bulek
962
1036
2466
1215
2
Campago Ipuh
1259
2542
3486
1896

Jumlah
2221
3578
5952
3111
Sumber : Pendataan Masing-masing Poskeskel Tahun 2014
Sedangkan distribusi penduduk berdasarkan tingkat penghasilan disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 5
Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Penghasilan Tahun 2014
No
Kelurahan
Tingkat Penghasilan
< Rp 1 Juta
( KK )
Rp 1 Juta – Rp 2 Juta
( KK )
> Rp 2 Juta
( KK )
1
Guguk Bulek
242
441
683
2
Campago Ipuh
308
656
964
Sumber : Masing – masing Poskeskel Tahun 2014

Distribusi jumlah penduduk berdasarkan jenis dan status pekerjaan, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6
Distribus Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan Pada Tahun 2014
No
Kelurahan
Jenis Pekerjaan
PNS
( Orang )
Peg. Swasta
( Orang )
Petani
( Orang )
Nelayan
( Orang )
Wiraswasta
( Orang )
Pensiunan
( Orang )
1
Guguk Bulek
417
403
75
18
992
199
2
Campago Ipuh
886
321
141
-
1036
236

Jumlah
1.303
724
216
18
2.028
435
Sumber : Pendataan Masing- Masing Poskeskel Tahun 2014

e)      Sarana dan Prasarana
1.      Fasilitas Kesehatan
Sarana pelayanan kesehatan diwilayah Puskesmas Mandiangin Tahun 2014 terdiri dari 1 buah Puskesmas induk, 1 buah Puskesmas Pembantu, 2 buah Poskeskel dan 14 Posyandu dengan 70 orang Kader kesehatan ( 5 orang kader perposyandu ). Adapun ratio Posyandu dengan jumlah bayi dan balita adalah 1 : 85, hal ini menunjukkan bahwa masih mungkin dilakukan pembentukan posyandu baru, mengingat idealnya 1 Posyandu mencakup 30 – 75 orang bayi, balita. Selain itu terdpat sarana pelayanan kesehatan lain seperti bidan praktek swasta sebanyak 10 ( 6 di G. Bulek, 4 di C. Ipuh ), praktek dokter umum 1 ( di C. Ipuh ), praktek dokter gigi 3 ( 2 di C. Ipuh, 1 di G. Bulek ) dan praktek nurse 1 ( di G. Bulek ).

f)      Sarana Pendidikan
Sarana pendidikan yang ada di wilayah Puskesmas Mandiangin berjumlah 23 buah dari TK sampai Perguruan tinggi dengan rincian sebagai berikut :
a.       PAUD                                     : 6 Buah
b.      TK                                           : 5 Buah
c.       SD/MI                                     : 7 Sekolah
d.      SLTP                                       : 2 Sekolah
e.       Perguruan Tinggi                     : 1 Institusi
f.       Sekolah/Yayasan Autis           : 1 Sekolah
g.      Pondok Pesantren                   : 1 Buah

g)     Sarana Peribadatan
Sarana peribadatan yang terdapat diwilayah kerja Puskesmas Mandiangin terdiri dari 7 masjid dan 6 mushala.

3.      Wujud Peran Serta Masyarakat
Ø  Sumber Daya Manusia
Setiap insan dapat berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan. Peran serta masyarakat dapat bermanfaat baik untuk skla kecil seperti diri dan keluarganya,untuk kelompok masyarakat bila ia seorang pemimpin.Wujud insan yang menunjukkan peran serta masyarakat di bidang kesehatan antara lain:
ü Pemimpin masyarakat yang berwawasan kesehatan. Pada dasarnya semua pemimpin di setiap jenis organisasi dan jenjang administrasi yang bersangkutan mempunyai wawasan kesehatan masyarakat.
ü Tokoh masyarakat yang berwawasan kesehatan, baik tokoh agama, politik cendikiawan, seniman, ninik mamak, budayawan, dll.
ü Kader  kesehatan yang sekarang banyak sekali ragamnya misalnya kader Posyandu,kader Lansia,kader Kesehatan  Lingkungan, kader Kesehatan gigi,kader KB, dokter kecil, Saka Bhakti Husanda, Santri Husada, Trauma Husada, dll
Ø Institusi /Lembaga/Organisasi Kemasyarakatan.
Bentuk lain peran serta masyarakat adalah semua jenis institusi, organisasi, lembaga atau kelompok kegiatan masyarakat yang mempunyai aktifitas di bidang kesehatan. Beberapa contoh antara lain :
ü Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat ( UKBM) yaitu segala bentuk kegiatan kesehatan yang bersifat dari, oleh dan untuk masyarakat seperti :
·      Polindes ( Pondok Persalinan Desa )
·      Pos UKK ( Upaya Kesehatan Kerja )
·      Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren )
·      P2M- PKMD/ sering disebut dengan desa percontohon kesehatan lingkungan ( DPKL)
·      SBH (Saka Bhakti Husada )
·      TOGA ( Tanaman Obat Keluarga )
·      BKB ( Bina Keluarga Balita )
·      Posyandu Lansia
ü Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mempunyai kegiatan di bidang kesehatan. Aktifitas mereka sangatlah beragam sesuai dengan permintaannya.
ü Organisasi swasta yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan seperti :
·      Rumah sakit
·      Rumah bersalin
·      Balai kesehatan ibu dan anak
·      Balai pengobatan
·      Dokter praktek
·      Klinik 24 jam, dll


Ø Dana
Partisipasi masyarakat dan pembiayaan kesehatan, seperti dana sehat, asuransi kesehatan, jaminan pemeliharaan kesehatan ( JPK) dan berbagai bentuk asuransi di bidang kesehatan lainnya. Dimana secara umum jenis-jenis partisipasi pembiayaan kesehatan dari masyarakat adalah sebagai berikut :
ü Berbagai bentuk dana sehat :
·      Dana sehat  PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa)
·      Dana sehat pola UKS
·      Dana sehat pola pondok pesantren
·      Dana sehat pola KUD , terutama KUD yang tergolong sudah mandiri
·      Dana sehat dikembangkan oleh LSM
·      Dana sehat organisasi/kelompok lainnya (tukang becak, sopir, dll)
ü Asuransi kesehatan oleh PT Asuransi Kesehatan Indonesia, dengan sasaran para pegawai negeri, pensiunan, pekerja pabrik, dan karyawan swasta.
ü Jaminan sosial tenaga kerja ( termasuk pemiliharaan kesehatan khususnya bagi pekerja karyawan swasta )
ü Asuransi kesehatan swasta seperti asuransi kesehatan yang dikelola oleh Jamsostek, dll
Ø Wujud Lainnya
Selain ketiga bentuk peran serta masyarakat tersebut diatas, masi terdapat bentuk peran serta masyarakat lainnya, antara lain :
ü Jasa tenaga : GJB ( Gerakan Jum’at Bersih ), PSN yang dilakukan oleh masyarakat
ü Jasa pelayanan : para bidan yang memberikan pelayan gratis kepada ibu hamil beresiko tinggi dalam program penanggulangan wanita rawan kesehatan.
ü Subsidi silang: partisipasi dunia usaha /sektor swasta dalam program penanggulangan wanita rawan kesehatan. Perusahaan swasta tersebut menyisihkan sejumlah anggran, untuk di sumbangkan sebagai biaya pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan ibu hamil resiko tinggi, yang rendah tingkat sosial ekonominya.


B.     Pelaksanaan Program Puskesmas.
Semua bentuk kegiatan tersebut bergerak dalanm bidang kesehatan dengan tingkat strata kemandiriannya beragam, yakni :
·      Pratama
·      Madya
·      Purnama
·      Mandiri
Berbagai analis, rumusan masalah, tingkat strata, oembahasan masalah dari program kegiatan ini dapat kita lihat di bawah ini :
1)        Balai pengobatan umum
Pada ruangan ini, terdapat dokter umum yang bekerja sama dengan perawat atau bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara umum. Selain itu di ruangan ini juga melayani masyarakat surat rujukan.
2)        Poli gigi dan mulut
Pada ruangan gigi dan mulut di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin, terdapat seorang dokter gigi dan satu orang assistennya yang mempunyai pendidikan DIII Keperawatan Gigi. Di poli gigi ini diberikan pelayanan khusus untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan gigi dan mulut.
3)        Poli KB –KIA
Pada ruangan ini pelayanan yang diberikan khusus kepada ibu hami, ibu nifas, ibu menyusui, pasangan usia subur,  anak, balita dan bayi. Pelayanan diberikan oleh 4 orang bidan. Dipoli ini juga diberikan pelayanan Keluarga Berencana.
4)        Klinik Sanitasi
Di poli ini diberikan pelayanan konsultasi tentang masalah lingkungan yang dapat menyebabkan masyarakat tersebut sakit. Ada beberapa penyakit yang perlu mendapatkan konsultasi dengan Kesehatan lingkungan selain mendapatkan pengobatan umum, yang diantaranya adalah diare, penyakit kulit, atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan.
5)        Poli gizi – Imunisasi
Pada wilayah kerja Puskesmas Mandiangin ruangan poli gizi digabungkan dengan ruangan imunisasi. Pada ruangan ini terdapat bidan yang mempunyai pendidikan DIII Kebidanan yang akan memberikan pelayanan gizi dan imunisasi. Di poli ini diberikan pelayanan konsultasi tentang masalah gizi yang dapat menyebabkan masyarakat tersebut sakit. Untuk imunisasi diberikan juga pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan imunisasi seperti pasangan yang ingin menikah, ibu hamil, bayi dan anak-nak. Untuk imunisasi bayi dan balita dilakukan setiap hari kamisnya.

Tabel 7
Cakupan Imunisasi Bayi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Tahun 2014
No
Jenis Antigen
Cakupan oer Desember 2014 %

1.
BCG
98.7
2.
Polio 1
99.1
3.
DPT 1
98.2
4.
Polio 4
88.9
5.
DPT 3
88.7
6.
Campak
88
Sumber : Puskesmas Mandiangin
Adapun cakupan imunisasi ibu hamil tahun 2014, yaitu :
-          TT 1           : 49,2 %
-          TT 2           : 30.5 %
-          TT Ulang   : 20.4 %
Selain itu,hasil BIAS ( Bulan Imunisasi Anak Sekolah ) yang dilaksanakan selama tahun 2014 adalah sebagai berikut :
-          Campak     : 87.2 %
-          DT             : 85.6 %
-          TT              : 85.7 %
Rendahnya cakupan BIAS disebabkan oleh :
1.      Adanya murid yang sedang sakit atau sedang dalam pengobatan saat dilkukannya BIAS
2.      Anak takut untuk di imunisasi
3.      Tidak di izinkan oleh tuanya untuk di imunisasi karena biasanya dibawah iminisasi ke bidan praktek atau dokter spesialis.
6)        Labor / Analis Kesehatan
Pada wilayah kerja Puskesmas Mandiangin terdapat labor analis kesehatan sederhana,dimana masyarakat bisa melakukan tes kehamilan, cek gula darah, cek HB, cek golongan darah, cek urine, tes sputum/ dahak, dll
7)        UKS ( Usaha Kesehatan Sekolah )
Pada wilayah kerja Puskesmas Mandiangin program UKS dilakukan setiap tahun ajaran baru, akan tetapi setiap minggunya petugas kesehatan ada yang datang kesekolah-sekolah melakukan penyuluhan. Selain itu juga ada pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas.
8)        Posyandu
Puskesmas Mandiangin memiliki 14 posyandu. Posyandu merupakan jenis UKBM  yang paling dikenal oleh masyarakat dewasa ini. Posyandu meliputi 5 program poko/ prioritas  (kesehatan ibu dan anak, KB, perbaikan gizi, imunisasi , dan penanggulangan diare ). Kegiatan posyandu dilakukan 1 bulan sekali dengan menggunakan sistem 5 meja, 4 meja dikelola oleh kader dan 1 meja terakhir merupakan meja pelayanan kesehatan seperti imunisasi yang dilakukan oleh petugas puskesmas. Untuk meningkatkan kwalitas posyandu ini telah di kembangkan telah kemandirian posyandu yang intinya mengelompokkan posyandu kedalam 4 starata yaitu:
·      Posyandu Pratama
·      Posyandu Madya
·      Posyandu Purnama
·      Posyandu Mandiri
Puskesmas Mandiangin memiliki 14 buah posyandu yang tersebar di 2 wilayah kelurahan, yaitu :
·      Kelurahan Campago Ipuah                 : 8 posyandu
·      Kelurahan Guguk Bulek                     : 6 posyandu







Tabel 8
Tingkat Perkembangan Posyandu
Di wilayah kerja puskesmas Mandiangin tahun 2014
No
Kelurahan
Jumlah
Strata
Pratama
%
Madya
%
Purnama
%
Mandiri
%
1
C. Ipuh
8
0
0
0
0
8
100
0
0
2
G. Bulek
6
0
0
0
0
6
100
0
0

Jumlah
14
0
0
0
0
14
100
0
0
Sumber : Data Program Promkes dan UKBM tahun 2014

9)        Pos UKK
Upaya kesehatan kerja menjadi penting pada era globalisasi dan industruialisasi saat ini. Pertumbuhan industri yang pesat membuat tenaga kerja formal semakin banyak yang biasanya diiringi oleh maraknya tenaga kerja informal. Salah satu wujud kegiatan UKK adalah dibentuknya Pos UKK informal dan pelaksanaan K3 di sektor formal. Puskesmas Mandiangin memiliki 1 buah Pos UKK yang bergerak di bidang usaha percetakan batu bata tepatnya terletak di daerah Talao Kelurahan  G. Bulek, jumlah pekerjanya beragam kira-kira 3-10 orang.
10)    TOGA
Tanaman obat keluarga yang disingkat dengan TOGA adalah sebidang tanah atau ladang yang di manfaatkan untuk menanam tanaman yang berkhsiat sebagai obat. Fungsi utama dari TOGA adalah menghasilkan tanaman yang dipergunakan untuk :
ü Menjaga dan meningkatkan kesehatan
ü Mengobati gejala ( keluhan) dari beberapa penyakit yang ringan
ü Memperbaiki gizi masyarakat
ü Upaya pelestarian alam dan memperindah pemandangan
ü Menambah penghasilan keluarga





Tabel 9
Jumlah dan tingkat perkembangan TOGA
Di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin tahun 2014

No
Kelurahan

Jumlh

Strata



Pratama
%
Madya
%
Purnama
%
Mandiri
%
1.
C.Ipuah
9
0
0
9
100
0
0
0
0
2
G.Bulek
3
0
0
3
100
0
0
0
0


11)     Posyandu dengan UKGMD
Untuk kegiatan ini pada tahun 2014 Puskesmas Mandiangin sudah bisa memulai dengan 3 posyandu yaitu: Posyandu Beringin, Posyandu Dahlia dan Posyandu Nusa Indah untuk kegiatan UKGMD dari 14 posyandu, melalui 3 PAUD yaitu : PAUD Surya KIDs, PAUD Quratul Aini dan PAUD Azzahra melalui Poskeskel dan Pustu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Hal ini karenakan keterbatasan dari pembagian jadwal antara pelayanan di dalam gedung dan diluar gedung karena Puskesmas Mandiangin hanya memiliki 1 orang perawat gigi, tetapi ini sudah merupakan kemajuan di bandingkan tahun 2010 yang 5 posyandu dengan kegiatan UKGMDnya.
12)    Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan)
Poskeskel adalah upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang di bentuk di kelurahan dalam rangka mendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di kelurahan tersebut
Pelayanan Poskeskel meliputi upaya promotif, preventif, dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan melibatkan kader dan tenaga sukarela lainnya. Kegiatan Poskeskel yang utama yaitu :
ü Pengamatan dan kewaspadaan dini (serveilen penyakit, surveilen gizi, surveilen prilaku beresiko, dan surveilen lingkungan serta masalah kesehatan lainnya)
ü Penanganan kegawat daruratan kesehatan
ü Kesiap siagaan terhadap bencana
ü Pelayanan kesehatan dasar
Pada sampai akhir tahun 2014 di Puskesmas Mandiangin mempunyai 2 Poskeskel yaitu : Poskeskel Campago Ipuah, Poskeskel Guguak Bulek. Pada masing-masing Poskeskel di jalankan 1 orang bidan dan dibantu oleh 2 orang kader. Yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang ada walaupun masi terbatas.
13)    P2M PKM
Untuk kegiatan ini masyarakat, kader dan petugas kesehatan dan juga sektor yang terkait seperti lurah kecamatan telah bekerjasama dalam hal penanggulangan masalah DBD, Campak, filarasis, Chikungnya, Penjaringan suspek TB. Pada kegiatan PJB yang dilakukan 1x dalam 3 bulan ( 4x setahun ) sedangkan pada kegiatan pengobatan masal Filarasis di capai hasil mendekati 100 % dengan angka kasus 0, seperti yang dijelaskan tabel dibawah ini :

Daftar 4
Jumlah dan hasil pencapaian pengobatan Filarasis
Di wilayah kerja puskesmas Mandiangin tahun 2014
Campgo Ipuah
Guguak Bulek
93 %
99 %

Dari tabel diatas dilihat,bahwasanya sudah hampir 100% warga telah berhasil melakukan kerjsama dengan petugas kesehatan dalam hal merubah prilaku kesehatan dari kurang baik menjadi lebih baik dan dapat dilihat juga dengan tidak adanya kasus filarasis.

14)    Saka Bhakti Husada
SBH ( Saka Bhakti Husada) merupakan bentuk partisipasi generasi muda khususnya pramuka dalam bidang kesehatan. Pada tahun 2014 di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Saka Bhakti Husadanya dapat aktif kembali.




C .Pembahasan
1)      Posyandu
Diharapkan pada tahun kedepanya starata mandiri pada posyandu yang ada diwilayah Puskesmas Mandiangin meningkat.
  Untuk menggalakkan lagi atau menggerakkan masyarakat tentang arti   pentingnya posyandu bagi tumbuh kembang anak balita, maka perlu diadakannya kegiatan –kegiatan inovatif lainnya yang dapat menarik minat masyarakat untuk membawa anaknua ke posyandu lagi dan perlu diadakannya juga pelatihan teknis untuk kader posyandu, serta penambahan sarana dan prasarana di posyandu. Selain itu, untuk meningkatkan mutu  dan penambah kegiatan di posyandu, maka diharapkan petugas pembina posyandu dapat menambah suatu program tamabahan dan untuk menghilangkan kejenuhan kader dan petugas di harapakan perlu refresing/ penyegar agar kegiatan posyandu dapat lebih baik.
2)      Pos UKK
Diwilayah kerja Puskesmas Mandiangin hanya 1 buh pos UKK yaitu di Kelurahan Guguak Bulek. Pembinaan pos UKK di lakukan pada usaha batu bata, kegiatan yang dilakukan yaitu : memberikan pembinaan kepada pekerja pondok batu bta bagaimana cara kerja yang baik ( posisi tubuh, pola makan, dan lain-lain), dan juga memberiakn penyuluhan kesehatan serta memberikan pelayanan pengobatan.
              Untuk pembentukan pos UKK perlu diadakanya pendataan terbaru dari segi jinis usaha, pembinaan dan pelatihan khusus terhadap kader UKK  yang terpilih. Diperlukannya penambahan obatan-obatan dan fasilitas kesehatan guna peningkatan kwalitas kegiatan di pos UKK. Guna peningkaatan starata pos UKK maka perlu diadakannya pembenahan dan pelatihan khusus pada kader dan petugas Puskesmas tentang UKK. Selain itu, untuk mendukung rencana ini diharapkan adanya forum komunikasi dengan pemimpin perusahaan, petugas puskesmas, masyarakat dan lintas sektor terkait.
3)      TOGA
Diwilayah kerja Puskesmas Mandiangin masi banyak masyarakat yang tidak memanfaatkan lahan pekararangannya untuk TOGA ( Tanaman Obat Keluarga ) karena masyarakat berpendapat lebih baik pergi berobat ke pelayanan kesehatan ( dokter, bidan rumah sakit, dll) di bandingkan membiasakan diri untuk minum obat tradiosional atau masyarakat lebih baik berobat di bandingkan mencegah, untuk itu bperlu diberikan pembinaan pada masyarakat aggar masyarakat dapat menanam obat keluarga selain itu dapat juga menaiikkan starata TOGA dari purnama menjadi mandiri.
              Diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki dan memanfaatkan TOGA untuk kebutuhan pengobatannya. Melakukan perlombaan agar masyarakat termotivasi untuk menanam dan memanfaatkan TOGA. Tetap mempertahankan TOGA yang telah ada berusaha untuk melakukan pembinaan dan pembentukan TOGA baru oleh masyrakat dan petugas Puskesmas. Melakukan kerjasama dengan lintas sektor terkait guna penambahan tanaman / bibit yang baru atau langka untuk menjaga kelestariannya ( Dinas Pertanaman, Dinas perkebunan, dll ). Untuk peningktan rencana mka perlu diadakannya forum komunikasasi pada tingkat wilyah kerja puskesmas.
4)      Posyandu dengan UKGMD
Dari 14 posyandu yang ada diwilayah kerja puskesmas Mandiangin, maka ada 3 posyandu yang berhasil di bina dengan UKGMD pada tahun 2014 ini, dengan 3 buah PAUD dan dari Poskeskel dan pustu yang ada. Hal ini sudah mengelami kemajuan dari pada tahun 2013 yang lalu, dan diharapkan pada tahun kedepan lebih banyak lagi posyandu dan sarana pelayanan umum yang dibina dengan UKGMDnya.
              Untuk peningkatan minat masyarakat perlu diadakannya kegiatan yang inovatif tentang kesehatan gigi dan mulut seperti : menggosok gigi masal. Untuk pembentukan posyandu dengan UKGMD yang baru maka perlu kalaborasi petugas kesehatan gigi dan mulut dengan petugas lainnya dibidang kesehatan gigi. Jika dana mencukupi perlu rasanya diadakannya sarana transportasi guna pelayanan kesehatan keliling yang dianggap penting untuk solusi tepat untuk menarik minat masyarakat untuk tercapainya kegiatan UKGMD. Untuk peningkatan starata purnama di perlukan pembinaan khusus terhadap kader dan petugas kesehatan lainnya mengenai UKGMD.
5)      Poskeskel
Dari 2 Poskeskel yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin, yaitu : Poskeskel Campago Ipuah, dan poskeskel Guguak Bulek. Dari 2 poskeskel ini 1 poskeskel sudah di relokasi yaitu Poskeskel Guguk Bulek yang rencananya akan dijadikan sebagi Poskeskel Percontohan Teladan di Bukittinggi karena mempunyai kelebihan dibandingkan dari poskeskel-poskeskel yang lainnya baik dari segi sarana dan prasarana maupun dari segi kegiatan dan prestasi yang didapatkannya.
              Untuk peningkatan mutu dan pelayanan yang berkwalitas maka perlu diadakannya pelatihan teknis kesehatan kepada bidan/ petugas Poskeskel. Perlu diadakannya kerjasama lintas sektor terkait demi kelancaran pelayanan dan kegiatan kesehatan lainnya di Poskeskel.
6)      P2M PKM
Diharapkan kegiatan atau program ini dapat ditingkatkan. Setelah dilakukan kerja sama lintas sektor dengan kelurahan, kader, dan kecamatan salah satunaya kegiatannya yaitu pemeriksaan jentik berkala, kader, pelacakan kasus, pengobatan masal filariasis, penjaringan suspec TB, penjaringan kasus jiwa, dll.
              Diharapkan masyarakat melakukan kegiatan P2M PKM secara mandiri seperti melakukan jum’at bersih, melakukan 3M plus, atau banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri guna pencegahan dan pemberantasan penyakit menular lainnya. Selain itu, perlu diadakannya sosialisasi mengenai progaram khusus kepada  lintas sektor tarkait guna peningkatan dan mempertahankan kerjasama masyarakat dan petugas puskesmas seperti : DBD < filariasis, TB, dan penyakit menular lainnya. Perlu diadakannya penyuluhan, pemutaran flm kesehatan, pemasangan poster, stiker dan pembagian leflet guana pencapaian kegiatan tersebut.
7)      Saka Bhakti Husada (SBH)
Pada sampai akhir tahun 2014 ini kegiatan SBH ( Saka Bhakti Husada) sudah tidak ada satupun yang masih aktif, jadi diperlukan kerjasama lintas sektor untuk mengatifkan/ menghidupkan kembali kegiatan Saka Bhakti Husada ini lagi, guna menunjukkan adanya partisipasi generasi muda khususnya pramuka dalam bidang kesehatan.
              Perlu diadakanya kerjasama lintas sektor guna mengaftifkan kembali kegiatan Saka Bhakti Husada (SBH). Perlu diadakanya pelatihan khusus kepada petugas puskesmas dan kader ( pelajar/ generasi muda) guna pembentukan dan pengatifan kemnbali kegiatann SBH. Demi kelancaran kegiatan perlu diadakannya forum komunikasi dengan lintas terkait termasuk dinas kesehatan, dinas pendidikan dan dinas terkait lainnya.





BAB IV
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari awal sampai akhir tahun 2014 ini Puskesmas Mandiangin telah melakukan program kegiatannya dengan baik, namun ada beberapa kegiatan yang mengalami ketidak berahasilan atau tetap dalam pencapaiannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan dari segi ilmu pengetahuan, pengelaman, ketersediaan tenaga khusus,kurangnya sarana dan prasarana dan kurang terlaksananya kerjasama antar lintas program dan sektor terkait, sehingga hal ini dapat dijadikan pengelaman dan acuan perencanaan dan untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya di tahun 2016

B.     SARAN
·         Perlunya petugas kesehatan untuk melekukan dan meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor terkait guna kesinabungan, pencapaian dan peningkatan kegiatan progaram puskesmas yang lebih baik
·         Diharapkan petugas Puskesmas Mandiangin dapat membina daerah binaanya terutama dalam membina kegiatan pokok puskesmas
·         Petugas Dinas Kesehatan dapat memberikan bimbingan atau pembinaan khusus tentang pelaksanaan progaram dan kegiatan yang memuat tentang indikator,sasaran, target, yang dapat dipakai untuk acuan tingkat keberhasilan program dan kegiatan.
·         Diharapkan kepada seluruh petugas puskesmas agar lebih meningkatkan kerjasama sehinnga pelayanan kesehatan yang paripurna dapat tercapai dengan baik.









DAFTAR PUSTAKA

Depertemen Kesehatan Republik Indonesia .2006.Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Jakarta : Depkes RI.

Lyer dkk.1996. Nursing process and Nursing Diagnosis. Philadelphia : W.B. Saunders Co.
Nursalam.2001. Process dan Dokumentasi Keperawatan : Konsep dan praktik. Jakarta :

Laporan tahunan Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi


No comments:

Post a Comment