Saturday, February 18, 2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN Alzheimer


SATUAN ACARA PENYULUHAN

POKOK BAHASAN             : Alzheimer
SUB POKOK BAHASAN    : 1.    Pengertian Alzheimer
2.    Gejala Alzheimer
3.    Penyebab Alzheimer
4.    Faktor Resiko Alzheimer
5.    Pencegahan Dan Pengobatan Alzheimer
SASARAN                            : Masyarakat Gulai Bancah
TEMPAT                               : Puskesmas Gulai Bancah
HARI/TANGGAL                : Sabtu/ 29 November 2014
WAKTU                                : 1 x 30 menit
=================================================================

A.    TUJUAN  UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 1 x 30 menit, diharapka klien dan keluarga dapat memahami tentang Alzheimer.

B.     TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan / pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit, diharapkan klien yang mengalami Alzheimer mampu:
1.    Menjelaskan pengertian Alzheimer
2.    Menyebutkan gejala Alzheimer
3.    Menyebutkan penyebab Alzheimer
4.    Menyebutkan ciri-ciri Alzheimer
5.    memahami cara pencegahan serta pengobatan

C.    MATERI
Terlampir

A.    METODE
1.      Ceramah
2.      Diskusi dan tanya jawab

B.     MEKANISME KEGIATAN

  1. Pembukaan
  2. Penyampaian materi
  3. Diskusi
  4. Penutup

C.    MEDIA DAN ALAT
1.      Leaflet
2.      Laptop
3.      Infokus
4.      Kursi

D.    PENGORGANISASIAN DAN FUNGSINYA
a.       Moderator            : Fachriza Anggi
ü  Membuka dan menutup acara
ü  Menerapkan tata tertib
ü  Mengatur kelancaran penyuluhan
ü  Memimpin penyuluhan
ü  Menyimpulkan hasil penyuluhan
b.      Penyaji : Fera Ostina Tiffani
ü  Menyampaikan materi penyuluhan
ü  Bersama moderator membentuk kerja sama
c.       Observer : Fathan Insani Rais
ü  Mengamati proses kegiatan dan melaporkan hasil kegiatan penyuluhan
d.      Fasilitator : Resti Gusnita
  Nesa Fawitri
  Dola Monica
  Handika Putri
  Ali Nursyah Fido
  Rudi Marjono
  Aulil Khairi
ü  Memotivasi audience mengemukakan pendapat
ü  Menjadi contoh bagi peserta dalam penyuluhan
E.     KEGIATAN PENYULUHAN
No.
Tahap
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Sasaran
Waktu
1.
Pembukaan
·     Mengucapkan salam
·     Memperkenalkan diri
·     Menjelaskan tujuan dan waktu penyuluhan
Menjawab salam dan mendengarkan
5 menit
2.
Inti
·     Menjelaskan pengertian Alzheimer,
·     Menyebutkan gejala Alzheimer, Menyebutkan penyebab Alzheimer,
·     Menyebutkan ciri-ciri Alzeimer, Menjelaskan cara agar tidak Alzheimer
Mendengarakan dan bertanya jika ada yang kurang jelas
25 menit
3.
Penutup
·   Mengevaluasi
·   Menarik kesimpulan
Menjawab pertanyaan dari penyuluh
5 menit


F.     SETING TEMPAT

 




           

KETERANGAN :
                            : PENYAJI                                     : OBSERVER       
                            : MODERATOR                            : AUDIENCE
                            : FASILITATOR



G.    PENILAIAN DAN EVALUASI
1.     Kognitif : klien dan keluarga klien mampu menyebutkan pengertian Alzheimer, Menyebutkan gejala Alzheimer, Menyebutkan penyebab Alzheimer, Menyebutkan ciri-ciri Alzheimer, Menjelaskan cara agar tidak Alzheimer
2.     Afektif   : klien dan keluarga mampu menerima dan menunjukkan sikap menerima  penjelasan dari penyuluh.




























MATERI

1.      DEFENISI ALZHEIMER
Alzheimer  merupakan penyakit kronik, progresif, dan merupakan gangguan degeneratif otak dan diketahui mempengaruhi memori, kognitif dan kemampuan untuk merawat diri. (Suddart, & Brunner, 2002).
Demensia tipe alzheimer (DAT) adalah proses degeneratif yang terjadi pertama-tama pada sel yang terletak pada dasar dari otak depan yang mengirim informasi ke korteks serebral dan hipokampus. (Doenges, 2000)
Penyakit alzheimer merupakan degeneratif progresif dimana patologi primernya adalah pembentukan plak neuritis disekeliling neuron dan turunnya kadar asetilkolin di otak. (Engram, 1999)
Alzheimer adalah penyakit yang merusak dan menimbulkan kelumpuhan, yang terutama menyerang orang berusia 65 tahun keatas (patofiologi : konsep klinis proses- proses penyakit, juga merupakan penyakit dengan gangguan degeneratif yang mengenai sel-sel otak dan menyebabkan gangguan fungsi intelektual, penyakit ini timbul pada pria dan wanita dan menurut dokumen terjadi pada orang tertentu pada usia 40 tahun. (Perawatan Medikal Bedah : jilid 1 hal 1003).

2.      GEJALA ALZHEIMER

1.      Kehilangan daya ingat/memori
Pada orang tua normal, dia tidak ingat nama tetangganya, tetapi dia tahu orang itu adalah tetangganya. Pada penderita Alzheimer, dia bukan saja lupa nama tetangganya tetapi juga lupa bahwa orang itu adalah tetangganya.
2.      Kesulitan melakukan aktivitas rutin yang biasa
Seperti tidak tahu bagaimana cara membuka baju atau tidak tahu urutan-urutan menyiapkan makanan.
3.      Kesulitan berbahasa.
Umumnya pada usia lanjut didapat kesulitan untuk menemukan kata yang tepat, tetapi penderita Alzheimer lupa akan kata-kata yang sederhana atau menggantikan suatu kata dengan kata yang tidak biasa.


4.      Disorientasi waktu dan tempat.
Kita terkadang lupa kemana kita akan pergi atau hari apa saat ini, tetapi penderita Alzheimer dapat tersesat pada tempat yang sudah familiar untuknya, lupa di mana dia saat ini, tidak tahu bagaimana cara dia sampai di tempat ini, termasuk juga apakah saat ini malam atau siang.
5.      Penurunan dalam memutuskan sesuatu atau fungsi eksekutif
Misalnya tidak dapat memutuskan menggunakan baju hangat untuk cuaca dingin atau sebaliknya.
6.      Salah menempatkan barang.
Seseorang secara temporer dapat salah menempatkan dompet atau kunci. Penderita Alzheimer dapat meletakkan sesuatu pada tempat yang tidak biasa, misal jam tangan pada kotak gula.
7.      Perubahan tingkah laku.
Seseorang dapat menjadi sedih atau senang dari waktu ke waktu. Penderita Alzheimer dapat berubah mood atau emosi secara tidak biasa tanpa alasan yang dapat diterima.
8.      Perubahan perilaku
Penderita Alzheimer akan terlihat berbeda dari biasanya, ia akan menjadi mudah curiga, mudah tersinggung, depresi, apatis atau mudah mengamuk, terutama saat problem memori menyebabkan dia kesulitan melakukan sesuatu.
9.      Kehilangan inisiatif
Duduk di depan TV berjam-jam, tidur lebih lama dari biasanya atau tidak menunjukan minat pada hobi yang selama ini ditekuninya.(Yulfran, 2009)
10.    Halusinasi
Efek kerusakan sel-sel otak selain menimbulkan ingatan seseorang juga dapat menimbulkan halusinasi pada penderita. halusinasi ini ada banyak ragam dan bentuknya, untuk penderita Alzheimer ringan biasanya muncul pada saat tidur (mimpi), namun bagi penderita dengan tingkat lanjut halusinasi ini muncul pada saat penderita dalam keadaan sadar (tidak tertidur), salah satu conoh halusinasi yang sering terjadi adalah penampakan makhluk-makhluk manakutkan/ munculnya objek-objek yang seharusnya tidak ada.



3.      PENYEBAB
·         Faktor Genetik
Salah satu faktor yang menyebabkan penyakit alzheimer yaitu faktor genetik. Apabila dalam riwayat keluarga mengalami penyakit ini, maka ada kemungkinan akan menurun pada anggota keluarga yang lainnya.
·         Faktor Usia
Faktor usia juga merupakan salah satu penyebab penyakit alzheimer, karena seseorang yang sudah berusia lanjut diatas 65 tahun akan lebih beresiko mengalami penyakit ini.
·         Jenis Kelamin
Penyakit alzheimer dan parkinson juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Biasanya pada wanita lebih beresiko mengalami penyakit ini dibanding dengan pria.

4.      CARA PENCEGAHAN
1. Konsumsi makanan mengandung antioksidan


Makanan dengan antioksidan dapat mencegah penyakit pikun dan mencegah tentunya mencegah Alzheimer. Banyak sekali sayur dan buah-buahan yang kaya antioksidan. Selain itu teh jgua mengandung banyak antioksidan. Selengkapnya lihat makanan yang mengandung antioksidan.






2.    Kurangi makanan berlemak


Bukan hanya obesitas, lemak juga dapat memicu perubahan fungsi otak ke arah lebih baik atau lebih buruk. Alzheimer juga bisa dipicu dari makanan berlemak. Sebaiknya kurangi konsumsi lemak jenuh karena dapat membuat sel-sel otak yang menjadi tidak efisien. Selain itu kurangi konsumsi makanan yang digoreng seperti gorengan, nasi goreng, dll.
                                                                                                                            
3. Olahraga


Rajin olahraga ternyata merangsang produksi kolestrol baik. Para peneliti mengklaim kolesterol baik ini dapat berfungsi sebagai anti-inflamasi untuk mencegah kerusakan pada sistem otak.

4. Rangsanglah pertumbuhan otak


Otak mulai menyusut saat usia mencapai 30-40 tahun. Namun peneliti berpendapat seseorang dapat meningkatkan ukuran otak dengan rajin belajar. Cobalah mempelajari berbagai hal baru, perluas pertemanan sebagai stimulasi, baca buku, browsing di internet atau membeli permainan yang merangsang otak.

5. Kurangi makanan manis


Makanan manis tidak hanya menimbulkan masalah berat badan. Banyak makan manis juga dapat merintis kerusakan otak. Suzanne de La Monte, MD, MPH, seorang neuropathologist dari Brown University bersama tim melakukan penelitian. Ia menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menyebabkan resistensi insulin yang memperburuk kondisi otak.

6. Masak makanan sendiri di rumah


Dengan memasak makanan sendiri, kita dapat memastikan sendiri bahan-bahan yang digunakan adalah yang terbaik dan lebih sehat daripada beli makanan di luar.


7. Jaga kebersihan gigi


Gigi dan gusi yang tidak bersih dapat meracuni otak dan cenderung membuat memori semakin rendah. Oleh karena itu rajin menyikat gigi dan flossing dapat membantu menjaga gigi dan mempertajam memori.

8. Kenali tanda-tanda awal Alzheimer


Tanda-tanda awal alzheimer dapat berupa kesalahan kecil seperti salah menilai jarak ketika berjalan, bingung saat membaca peta, rasa penciuman mulai hilang, mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali serta lupa menyimpan barang di tempat yang aneh. Jika hal ini sudah ada pada diri anda, segera konsultasikan ke dokter ahli.










REFERENSI

Christopher, M . 2007. Pikun dan Pelupa. Jakarta : Dian Rakyat

Copel, L. 2007. Kesehatan Jiwa dan Psikiatri. Jakarta ; EGC

Darmojo, B. 1999. Geriatri. Jakarta: FKUI

Kusuma, W. 1997. Kedaruratan Psikiatri dalam Praktek. Jakarta : Profesional Book’s

Nurviandari, K. 2007. Mengenal Demensia pada Lanjut Usia. www.komnaslansia.co.id
( 27 Juni 2008)

Subaidah, M. 2008. Demensia. www.mitrakeluarga.com ( 27 Juni 2008)

Yatim, F. 2003. Pikun ( Demensia) , Penyakit Alzheimer, dan Sejenisnya. Jakarta:Pustaka Populer Obor
http://www.e-psikologi.com/ gangguan psikologi dan perilaku pada dimensia, 2002


No comments:

Post a Comment