SATUAN ACARA
PENYULUHAN
POKOK
BAHASAN :
Alzheimer
SUB POKOK
BAHASAN : 1. Pengertian Alzheimer
2. Gejala Alzheimer
3. Penyebab Alzheimer
4. Faktor Resiko Alzheimer
5. Pencegahan Dan Pengobatan
Alzheimer
SASARAN
: Masyarakat
Gulai Bancah
TEMPAT
: Puskesmas Gulai Bancah
HARI/TANGGAL :
Sabtu/ 29 November 2014
WAKTU :
1 x 30 menit
=================================================================
A. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 1 x 30 menit, diharapka klien
dan keluarga dapat memahami tentang Alzheimer.
B. TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan / pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit,
diharapkan klien yang mengalami Alzheimer mampu:
1.
Menjelaskan pengertian Alzheimer
2.
Menyebutkan gejala Alzheimer
3.
Menyebutkan penyebab Alzheimer
4.
Menyebutkan ciri-ciri Alzheimer
5. memahami cara pencegahan serta pengobatan
C.
MATERI
Terlampir
A.
METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
dan tanya jawab
B. MEKANISME KEGIATAN
- Pembukaan
- Penyampaian
materi
- Diskusi
- Penutup
C.
MEDIA
DAN ALAT
1. Leaflet
2. Laptop
3. Infokus
4. Kursi
D. PENGORGANISASIAN
DAN FUNGSINYA
a. Moderator
: Fachriza Anggi
ü Membuka dan menutup acara
ü Menerapkan tata tertib
ü Mengatur kelancaran penyuluhan
ü Memimpin penyuluhan
ü Menyimpulkan hasil penyuluhan
b.
Penyaji
: Fera Ostina Tiffani
ü Menyampaikan materi penyuluhan
ü Bersama moderator membentuk kerja sama
c. Observer : Fathan Insani Rais
ü Mengamati proses kegiatan dan melaporkan hasil
kegiatan penyuluhan
d.
Fasilitator : Resti Gusnita
Nesa Fawitri
Dola Monica
Handika Putri
Ali Nursyah Fido
Rudi Marjono
Aulil Khairi
ü Memotivasi audience mengemukakan pendapat
ü Menjadi contoh bagi peserta dalam penyuluhan
E.
KEGIATAN PENYULUHAN
|
No.
|
Tahap
|
Kegiatan
Penyuluh
|
Kegiatan
Sasaran
|
Waktu
|
|
1.
|
Pembukaan
|
· Mengucapkan
salam
· Memperkenalkan
diri
· Menjelaskan
tujuan dan waktu penyuluhan
|
Menjawab
salam dan mendengarkan
|
5 menit
|
|
2.
|
Inti
|
· Menjelaskan
pengertian Alzheimer,
· Menyebutkan
gejala Alzheimer, Menyebutkan penyebab Alzheimer,
·
Menyebutkan ciri-ciri Alzeimer, Menjelaskan cara
agar tidak Alzheimer
|
Mendengarakan
dan bertanya jika ada yang kurang jelas
|
25 menit
|
|
3.
|
Penutup
|
·
Mengevaluasi
·
Menarik kesimpulan
|
Menjawab
pertanyaan dari penyuluh
|
5 menit
|
F.
SETING TEMPAT
: MODERATOR : AUDIENCE
G. PENILAIAN DAN EVALUASI
1. Kognitif : klien dan keluarga klien mampu menyebutkan
pengertian Alzheimer, Menyebutkan gejala Alzheimer, Menyebutkan penyebab
Alzheimer, Menyebutkan ciri-ciri Alzheimer, Menjelaskan cara agar tidak
Alzheimer
2. Afektif : klien dan keluarga mampu
menerima dan menunjukkan sikap menerima penjelasan
dari penyuluh.
MATERI
1. DEFENISI ALZHEIMER
Alzheimer merupakan penyakit kronik, progresif, dan merupakan
gangguan degeneratif otak dan diketahui mempengaruhi memori, kognitif dan
kemampuan untuk merawat diri. (Suddart, & Brunner, 2002).
Demensia tipe alzheimer (DAT) adalah proses degeneratif yang terjadi
pertama-tama pada sel yang terletak pada dasar dari otak depan yang mengirim
informasi ke korteks serebral dan hipokampus. (Doenges, 2000)
Penyakit alzheimer merupakan degeneratif progresif dimana patologi
primernya adalah pembentukan plak neuritis disekeliling neuron dan turunnya
kadar asetilkolin di otak. (Engram, 1999)
Alzheimer adalah penyakit yang merusak dan menimbulkan kelumpuhan, yang
terutama menyerang orang berusia 65 tahun keatas (patofiologi : konsep klinis
proses- proses penyakit, juga merupakan penyakit dengan gangguan degeneratif
yang mengenai sel-sel otak dan menyebabkan gangguan fungsi intelektual,
penyakit ini timbul pada pria dan wanita dan menurut dokumen terjadi pada orang
tertentu pada usia 40 tahun. (Perawatan Medikal Bedah : jilid 1 hal 1003).
2.
GEJALA ALZHEIMER
1. Kehilangan
daya ingat/memori
Pada orang
tua normal, dia tidak ingat nama tetangganya, tetapi dia tahu orang itu adalah
tetangganya. Pada penderita Alzheimer, dia bukan saja lupa nama tetangganya
tetapi juga lupa bahwa orang itu adalah tetangganya.
2. Kesulitan melakukan aktivitas rutin yang biasa
Seperti
tidak tahu bagaimana cara membuka baju atau tidak tahu urutan-urutan menyiapkan
makanan.
3. Kesulitan berbahasa.
Umumnya pada
usia lanjut didapat kesulitan untuk menemukan kata yang tepat, tetapi penderita
Alzheimer lupa akan kata-kata yang sederhana atau menggantikan suatu kata
dengan kata yang tidak biasa.
4. Disorientasi waktu dan tempat.
Kita terkadang
lupa kemana kita akan pergi atau hari apa saat ini, tetapi penderita Alzheimer
dapat tersesat pada tempat yang sudah familiar untuknya, lupa di mana dia saat
ini, tidak tahu bagaimana cara dia sampai di tempat ini, termasuk juga apakah
saat ini malam atau siang.
5. Penurunan dalam memutuskan sesuatu atau fungsi eksekutif
Misalnya
tidak dapat memutuskan menggunakan baju hangat untuk cuaca dingin atau
sebaliknya.
6.
Salah
menempatkan barang.
Seseorang
secara temporer dapat salah menempatkan dompet atau kunci. Penderita Alzheimer
dapat meletakkan sesuatu pada tempat yang tidak biasa, misal jam tangan pada
kotak gula.
7. Perubahan tingkah laku.
Seseorang
dapat menjadi sedih atau senang dari waktu ke waktu. Penderita Alzheimer dapat
berubah mood atau emosi secara tidak biasa tanpa alasan yang dapat diterima.
8. Perubahan perilaku
Penderita
Alzheimer akan terlihat berbeda dari biasanya, ia akan menjadi mudah curiga,
mudah tersinggung, depresi, apatis atau mudah mengamuk, terutama saat problem
memori menyebabkan dia kesulitan melakukan sesuatu.
9. Kehilangan inisiatif
Duduk di
depan TV berjam-jam, tidur lebih lama dari biasanya atau tidak menunjukan minat
pada hobi yang selama ini ditekuninya.(Yulfran, 2009)
10. Halusinasi
Efek
kerusakan sel-sel otak selain menimbulkan ingatan seseorang juga dapat
menimbulkan halusinasi pada penderita. halusinasi ini ada banyak ragam dan
bentuknya, untuk penderita Alzheimer ringan biasanya muncul pada saat tidur
(mimpi), namun bagi penderita dengan tingkat lanjut halusinasi ini muncul pada
saat penderita dalam keadaan sadar (tidak tertidur), salah satu conoh
halusinasi yang sering terjadi adalah penampakan makhluk-makhluk manakutkan/
munculnya objek-objek yang seharusnya tidak ada.
3.
PENYEBAB
·
Faktor Genetik
Salah satu faktor yang
menyebabkan penyakit alzheimer yaitu faktor genetik. Apabila dalam riwayat
keluarga mengalami penyakit ini, maka ada kemungkinan akan menurun pada anggota
keluarga yang lainnya.
·
Faktor Usia
Faktor usia juga
merupakan salah satu penyebab penyakit alzheimer, karena seseorang yang sudah
berusia lanjut diatas 65 tahun akan lebih beresiko mengalami penyakit ini.
·
Jenis Kelamin
Penyakit alzheimer dan parkinson juga dipengaruhi
oleh jenis kelamin. Biasanya pada wanita lebih beresiko mengalami penyakit ini
dibanding dengan pria.
4.
CARA
PENCEGAHAN
1.
Konsumsi makanan mengandung antioksidan
Makanan
dengan antioksidan dapat mencegah penyakit pikun dan mencegah tentunya mencegah
Alzheimer. Banyak sekali sayur dan buah-buahan yang kaya antioksidan. Selain
itu teh jgua mengandung banyak antioksidan. Selengkapnya lihat makanan yang mengandung antioksidan.
2.
Kurangi makanan berlemak
Bukan hanya obesitas, lemak juga dapat memicu perubahan fungsi otak ke arah lebih baik atau lebih buruk. Alzheimer juga bisa dipicu dari makanan berlemak. Sebaiknya kurangi konsumsi lemak jenuh karena dapat membuat sel-sel otak yang menjadi tidak efisien. Selain itu kurangi konsumsi makanan yang digoreng seperti gorengan, nasi goreng, dll.
3. Olahraga
Rajin olahraga ternyata merangsang produksi kolestrol baik. Para peneliti mengklaim kolesterol baik ini dapat berfungsi sebagai anti-inflamasi untuk mencegah kerusakan pada sistem otak.
4. Rangsanglah pertumbuhan otak
Otak mulai menyusut saat usia mencapai 30-40 tahun. Namun peneliti berpendapat seseorang dapat meningkatkan ukuran otak dengan rajin belajar. Cobalah mempelajari berbagai hal baru, perluas pertemanan sebagai stimulasi, baca buku, browsing di internet atau membeli permainan yang merangsang otak.
5. Kurangi makanan manis
Makanan manis tidak hanya menimbulkan masalah berat badan. Banyak makan manis juga dapat merintis kerusakan otak. Suzanne de La Monte, MD, MPH, seorang neuropathologist dari Brown University bersama tim melakukan penelitian. Ia menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menyebabkan resistensi insulin yang memperburuk kondisi otak.
6. Masak makanan sendiri di rumah
Dengan memasak makanan sendiri, kita dapat memastikan sendiri bahan-bahan yang digunakan adalah yang terbaik dan lebih sehat daripada beli makanan di luar.
7. Jaga kebersihan gigi
Gigi dan gusi yang tidak bersih dapat meracuni otak dan cenderung membuat memori semakin rendah. Oleh karena itu rajin menyikat gigi dan flossing dapat membantu menjaga gigi dan mempertajam memori.
8. Kenali tanda-tanda awal Alzheimer
Tanda-tanda awal alzheimer dapat berupa kesalahan kecil seperti salah menilai jarak ketika berjalan, bingung saat membaca peta, rasa penciuman mulai hilang, mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali serta lupa menyimpan barang di tempat yang aneh. Jika hal ini sudah ada pada diri anda, segera konsultasikan ke dokter ahli.
REFERENSI
Christopher,
M . 2007. Pikun dan Pelupa.
Jakarta : Dian Rakyat
Copel, L.
2007. Kesehatan Jiwa dan Psikiatri. Jakarta ; EGC
Darmojo, B.
1999. Geriatri. Jakarta: FKUI
Kusuma, W.
1997. Kedaruratan Psikiatri dalam Praktek. Jakarta : Profesional Book’s
( 27 Juni
2008)
Yatim, F.
2003. Pikun ( Demensia) , Penyakit Alzheimer, dan Sejenisnya.
Jakarta:Pustaka Populer Obor
http://www.e-psikologi.com/ gangguan psikologi dan perilaku pada
dimensia, 2002
No comments:
Post a Comment