Saturday, February 18, 2017

MENCUCI TANGAN

MENCUCI TANGAN

  • Pengertian
         Mencuci tangan adalah prosedur awal dan penutup yang dilakukan oleh perawat dalam memberika asuhan keperawatan pada klien.

  • Tujuan
Ø  Mencegah terjadinya infeksi silang
Ø  Menghilangkan / mengurangi mikroorganisme pathogen yang ada pada kulit
  • Persiapan Alat
1.      Air mengalir
2.      Handuk
3.      Sabun
4.      Sikat
5.      Larutan desinfektan (savlon,dll)

  • Cara Kerja
1)      Lepaskan semua aksesori ditangan
2)      Basahi jari tangan,leangan bawah sehingga siku dengan air ,kemudin  lakukan penyabunan dan disikat bila perlu
3)      Setelah disabun bilas dengan air bersih yang mengalir
4)      Keringkan dengan handuk/lap kering yang bersih

MENCUCI TANGAN STERIL

  • Cara keja
1.      Lepaskan semua aksesori ditangan
2.      Basahi jari tangan,lengan hingga siku dengan air
3.      Alirkan sabun 2-5 ml ketangan dan gosokkan tanga serta lengan sampai 5 cm diatas siku
4.      Sikat ujung jari,jari tangan ,lengan ,dan siku tangan lebih kurang 10 kali gosokan hingga siku
5.      Bilas dengan air bersih mengslir
6.      Setelah selesai tangan dibilas, tangan diarahkan keatas
7.      Gunakan sarung tangan steril.

MENGGUNAKAN SARUNG TANGAN (HANDSKOEN)

v  Tujuan
           Mencegah terjadinya penukaran kuman

v  Persiapan Alat
Ø  Sarrung tangan steril untuk tindakan steril
Ø  Sarung tangan tidak steril untuk tindakan tidak steril
Ø  Bedak untuk ditaburkan ketangan



TINDAKAN PEMELIHARAAN PERSONAL HYGINE

TINDAKAN PEMELIHARAAN PERSONAL HYGINE

Personal Hygine
Ø  Berasal dari bahasa Yunani
·         Personal: Perorangan
·         Hygine : Sehat

Ø  Personal hygine adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehataan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikologis

Fisiologi Kulit
·         Sistem integumen terdiri atas kulit. Lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya seperti kelenjar dan kuku.
·         Kulit terdiri atas dua lapisan, yaitu epidermis yg terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel- sel epitel.
·         Sel- sel epitel ini mudah sekali mengalami regenerasi
·         Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darahx
·         Lapisan ke dua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot, saraf folikel rambut dan kelenjar.
·         Pada kulit terdapat dua kelenjar sabacea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Kedua kelenjar serumen yang terdapat dalam telinga yang berfungsi seagai pelumas dan berwarna cokelat.

Fungsi Kulit
·         Proteksi tubuh
·         Pengaturan temperatur tubuh
·         Pengeluaran pembuangan air
·         Sensasi dan stimulasi lingkungan
·         Membantu keseimbangan cairan dan elektrolit
·         Memproduksi dan mengabsorbsi vitamin D

TUJUAN Personal Hygine
·         Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
·         Memelihara kebersihan diri seseorang
·         Memperbaiki personal hygine yang kurang
·         Mencegah penyakit
·         Menciptakan keindahan
·         Meningkatkan rasa percaya diri

PRINSIP MELAKUKAN PERAWATAN PERSONAL HYGINE
  • Lakukan komunikasi terapeutik selama perawatan personal hygine
  • Selama perawatan hygine, perawat dapat melakukan tindakan keperawatan lain
o   Mis: latihan gerak

MACAM- MACAM PERSONAL HYGINE
  • Perawatan kulit kepala dan rambut
  • Perawatan mata
  • Perawatan hidung
  • Perawatan telinga
  • Perawatan kuku, kaki dan tangan
  • Perawatan genitalia
  • Perawatan kulit seluruh tubuh
  • Perawatan tubuh secara keseluruhan

JENIS- JENIS PERSONAL HYGINE
ü  Perawatan  kulit
              kulit merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yg dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman atau trauma. Yang mana perawatan kulit spt mandi bermanfaat untuk:
·         Menghilangkan Atau Membersihkan BB, Keringat, Sel Yg Mati
·         Meransang Sirkulasi Darah
·         Membuat Rasa Nyaman
ü  Perawatan kuku, tangan dan kaki
·         Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku
·         Perawatan memotong kuku jari tangan dan kaki untuk mencegah masuknya MO ke dalam kuku yg panjang
·         Sering kali klien tidak menyadari masalah pd kuku tangan dan kaki sampai terjadi nyeri atau rasa tidak nyaman
ü  c. Perawatan rambut
·         Rambut bagian dari tubuh yang berfungsi sebagai proteksi serta pengatur suhu
·         Melalui rambut perubahan status kesehatan diri dapat diidentifikasi
·         Rambut bermanfaat mencegah infeksi pada kepala
·         Untuk menjaga kebersiha rambut dapat dilakukan perawatan dengan cara mencuci rambut minimal 2x seminggu
ü  d. Kebersihan mulut dan gigi
·         Untuk yang masih punya gigi
                   - menyikat gigi secara teratur sekurang-         kurangnya 2x sehari, pagi hari dan                malam sebelum tidur
                   - bagi gigi yang bermaslah segera bawa         kefasilitas kesehatan
·         Bagi yang memiliki gigi palsu
              - gigi dibersihkan dengan sikat gigi                  perlahan- lahan dibawah air mengalir
              - Bila perlu dapat digunakan pasta gigi
·         Bagi yang tidak punya gigi
              - Setiap habis makan juga harus menyikat      gusi dan lidah untuk membersihakan sisa     makanan
ü  Kebersihan lingkungan pasien
·         Pemenuhan kebersihan lingkungan pasien (tempat tidur)
·         Melalui kebersihan tempat tidur diharapkan pat dapat tidur dengan nyaman tanpa ada gangguan selama tidur sehingga membantu proses penyembuhan



Jenis personal higine berdasarkan waktu pelaksanaan
ü  Perawatan dini hari
·         Perawatan yang dilakukan pada waktu bangun tidur, untuk melakukan tindakan untuk tes terjadwal
              Ex: pengambilan bahan pemeriksaan (urine        atau feces)

ü   Perawatan pagi hari
·         personal hygine yang dilakukan setelah melakukan sarapan atau makan pagi
              Ex: pemenuhan kebutuhan eliminasi (BAB/ BAK), mandi atau cuci rambut
ü  Perawatan siang hari
·         personal hygine yang dilakukan setelah tindakan keperawatan atau pemeriksaan dan setelah makan siang
Ex: mencuci muka, tangan membersihkan mulut, merapikan tempat tidur dan pemeliharaan kebersihan lingkungan
ü  Perawatan menjelang tidur
·         Personal hygine yang dilakuan saat menjelang tidur agar pasien merasa nyaman dan rileks
 ex: Cuci muka, tangan, kebersihan mulut

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSONAL HYGINE
ü  Body Image
o   Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri.
o   Mis: karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihanya
ü  Praktik Sosial
o   Pada anak- anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygine
ü  Status sosial ekonomi
ü  Personal hygine memerlukan bahan dan biaya spt: pembelian alat mandi
ü  Pengetahuan
ü  pengetahuan personal hygine sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan.
ü  Budaya
ü  Disebagian masyarakat jika individu sakit tertentu, maka tidak boleh dimandikan
ü  Kebiasaan seseorang
ü  Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya spt: sabun, sampo
ü  Kondisi Fisik
ü  Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya

DAMPAK YANG SERING TIMBUL PADA MASALAH PERSONAL HYGINE
ü  Dampak Fisik
              Banyak ganguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah
  • Gangguan integritas kulit
  • Gangguan membran mukosa mulut
  • Infeksi pada mata dan telinga
  • Gangguan fisik pada kuku




LAPORAN PENDAHULUAN KDM 1

LAPORAN PENDAHULUAN


KDM 1


PENGATURAN POSISI
Pengaturan posisi yang dapat dilakukan pada pasien ketika mendapatkan perawatan, dengan tujuan untuk kenyamanan pasien, pemudahan perawatan dan pemberian obat, menghindari terjadinya pressure area akibat tekanan yang menetap pada bagian tubuh tertentu.
Pengaturan posisi antara lain adalah :

·         Posisi Fowler
           Posisi setengah duduk atau duduk, bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Untuk fowler (45°-90°) dan semifowler(15°-45°). Dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan, memfasilitasi fungsi pernapasan, dan untuk pasien pasca bedah.
Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Dudukkan pasien
c. Berikan sandaran pada tempat tidur pasien atau atur tempat tidur, untuk
posisi untukf o wl er ( 900) danSemi f owl er ( 30 ± 450 ).
d. Anjurkan pasien untuk tetap berbaring setengah duduk.

·         Posisi Sim
Posisi miring ke kanan atau ke kiri. Dilakukan untuk memberi kenyamanan dan untuk mempermudah tindakan pemeriksaan rectum atau pemberian huknah atau obat-obatan lain melalui anus.



Cara Pelaksanaan :
a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring. Kemudian apabila dimiringkan kekiri dengan posisi badan setengah telungkup, maka lutut kaki kiri diluruskan serta paha kanan ditekuk diarahkan ke dada. Tangan kiri di belakang punggung dan tangan kanan didepan kepala.
c. Bila pasien miring kekanan, posisi bdan setengah telungkup dan kaki kanan lurus, sedangkan lutut dan paha kiri ditekuk dan diarahkan ke dada. Tangan kanan dibelakang punggung dan tangan kiri didepan kepala.

·         Posisi Trendelenburg
Posisi pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak, dan pada pasien shock dan pada pasien yang dipasang skintraksi pada kakinya.
Cara Pelaksanaan :
a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang. Letakkan bantal di antara kepala
dan ujung tempat tidur pasien, serta berikan bantal dibawah lipatan lutut

c. Pada bagian kaki tempat tidur, berikan balok penopang atau atur tempat tidur
secara khusus dengan meninggikan bagian kaki pasien.

·         Posisi Dorsal Recumbent
Posisi berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) diatas tempat tidur. Dilakukan untuk merawat dan memeriksa genetalia serta proses persalinan.

Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, pakaian bawah di buka
c. Tekuk lutut, renggangkan paha, telapak kaki menghadap ke tempat tidur dan
renggangkan kedua kaki.
d. Pasang selimut

·         Posisi Litotomi
Posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Dilakukan untuk memeriksa genetalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.
Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, angkat kedua paha dan tarik
kearah perut.
c. Tungkai bawah membentuk sudut 900 terhadap paha.
d. Letakkan bagian lutut/kaki pada tempat tidur khusus untuk posisi litotomi
e. Pasang selimut

·         Posisi Genu Pektoral
Posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian atas tempat tidur. Dilakukan untuk memeriksa daerah rectum dan sigmoid dan untuk membantu merubah letak kepala janin pada bayi yang sungsang.
Cara Pelaksanaan :

a. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Anjurkan pasien untuk berada dalam posisi menungging dengan kedua kaki
ditetuk dan dada menempel pada kasur tempat tidur
c. Pasang selimut pada pasien

TRANSPORTASI KLIEN
1.     MEMINDAHKAN KLIEN DARI BRANKAR KE KURSI RODA
A. Definisi : Memindahkan klien dari brankar ke kursi roda untuk menjalani prosedur             atau tindakan tertentu
B. Tujuan :
·         Menjalani prosedur perawatan tertentu
·         Dipindahkan ke tempat atau ruangan tertentu
C. Persiapan Alat :
·         Sarung tangan
·         Kursi roda
D. Prosedur pelaksanaan :
·         Atur peralatan dengan tepat
·         Siapkan dan kaji klien :
    1. bantu klien pada posisi duduk di tepi brankar
    2. kaji klien apakah mengalami hipotensi postural sebelum memindahkanny dari brankar
·         Berikan instruksi yang jelas pada klien :
a.       bergerak ke depan dan duduk di tepi brankar
b.      condongkan tubuh kedepan mulai dari pinggul
c.       letakkan kaki yang kuat di bawah tepi brankar, sedangkan kaki yang lemah berada di depannya
d.      letakkan tangan klien diatas permukaan brankar atau diatas kedua bahu perawat, sehingga klien dapat mendorong tubuhnya sambil berdiri
·         Siapkan posisi perawat dengan tepat
a.       Berdiri tepat didepan klien. Condongkan tubuh ke depan, fleksikan pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Lebarkan kaki anda, dengan satu kaki didepan dan yang lainnya dibelakang.
b.       Lingkari punggung klien dengan kedua tangan perawat
c.       Tegakkan otot gluteal, abdominal, kaki, dan lengan anda
·         Bantu klien untuk berdiri, kemudian bergerak bersama-sama menuju kursi roda:
a.       bantu klien pada posisi tegak untuk beberapa saat
b.      bersama-sama memutar atau mengambil beberapa langkah menuju ke kursi roda
·         Bantu klien untuk duduk:
a.       meminta klien untuk :
1.      membelakangi kursi roda
2.      meletakkan bagian kaki yang kuat dibelakang kaki yang lebih lemah
3.      menjaga kaki yang lainnya tetap berada didepan
4.      meletakkan kedua tangan diatas lengan kursi roda atau tetap pada bahu perawat
b.      berdiri tepat didepan klien. Letakkan satu kaki didepan dan kaki yang lainnya dibelakang
c.       tegakkan otot glutel, abdominal, dan lengan
·         Pastikan keselamatan klien
a.       Minta klien untuk menggeser duduknya sampai pada posisi yang paling aman dan nyaman
b.      Turunkan tatakan kaki dan letakkan kedua kaki klien diatasnya















MEMINDAHKAN PASIEN OLEH DUA ATAU TIGA PERAWAT
  1. Definisi : pemindahan pasien yang dilakukan oleh dua sampai tiga orang perawat
  2. Tujuan : memindahkan pasien dari ruangan ke ruangan lain untuk tujuan tertentu
  3. Alat dan Bahan :
    • Brankar
    • Bantal
  4. Prosedur kerja
·         Cuci tangan
·         Lakukan persiapan
·         Dua atau tiga perawat berdampingan menghadap tempat tidur pasien
·         Seyiap orang bertanggung jawab untuk salah satu dari area tubuh pasien
·         Masing-masing pasien membentuk pijakan dasar yg luas
·         Lengan pengangkat diletakkan di bawah kepala dan bahu
·         Pengangkat menggulingkan pasien ke arah dada
·         Pada hitungan ke tiga pasien diangkat dan di gendong ke dada perawat
·         Pada hitungan ke tiga yang ke dua, perawat melangkah kebelakang
·         Perawat dg perlahan menurunkan pasien
·         Perawat mengkaji kesejajaran tubuh pasien
·         Posisikan pasien pada posisi yg dipilih
·         Observasi pasien
·         Cuci tangan
·         Catat prosedur






















ORAL HIGIENE
Perawatan Mulut

A. Definisi: membersihkan rongga mulut,lidah, dan gigi dari semua kotoran/sisa makanan dengan menggunakan kain kasa/kapas yang di basahi dengan air bersih.
B. Tujuan:
·         Meningkan daya tahan tubuh.
·         Mencegah timbulnya penyakit infeksi
·         Menghindari bau mulut.
·         Memberikan perasaan senang dan segar kepada klien.
·         Merupakan suatu usaha pengobatan.
·         Melaksanakan kebersihan perorangan.
C.    Persiapan Alat :
·         Handuk dan perlak.
·         Gelas kumur berisi air masak/NaCl 1%/air garam
·         Kom kecil berisi boraks gliserin/gentian violet secukupnya.
·         Bak steril tertutup berisi kapas lidi, kasa, pinset klem, sudip lidah.
·         Sarung tangan bersih.
·         Bengkok 2 buah
·         Perlak kecil dan alasnya.
D.    Prosedur Pelaksanaan
·         Bawa alat ke dekat klien.
·         Jelaskan kepada klien tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan.
·         Cuci tangan.
·         Pasang alas/handuk dibawah dagu dan pipi klien.
·         Pakai sarung tangan.
·         Jepit deppers dengan ujung pinset klem dan basahi dengan air masak/NaCl/air garam.
·         Buka mulut klien dengan sulip lidah yang sudah dibungkus kasa.
·         Bersihkan rongga mulut
·         Kain kasa yang sudah kotor di buang kedalam bengkok.
·         Ulangi tindakan sampai bersih.
·         Olesi bibir dengan boraks gliserin.
·         Angkat bengkok yang berisi kain kasa, lidi kapas,pinset,klem yang kotor.
·         Angkat perlak atau alas.
·         Lepaskan sarung tangan dan masuk kan ke dalam bengkok.
·         Rapikan klien dan bersihkan alat dan simpan.
·         Cuci tangan
·         Dokumentasikan tindakan.

Perawatan gigi

Menyikat gigi
A.Definisi : membersihkan gigi dari kotoran / sisa makanan dengan menggunakan sikat gigi.
B.Tujuan:
·      Supaya mulut dan gigi tetap sehat,bersih, dan tidak berbau.
·      Mencegah terjadi nya infeksi
·      Memberikan perasaan segar pada klien.
·      Melaksanakan kebersihan perseorangan
·      Meningkatkan daya tahan tubuh.


C.Persiapan alat:

·      Pengalas/perlak kecil
·      Handuk/alas
·      Sikat gigi dan pasta gigi
·      Gelas berisi air
·      Bengkok 2 buah/mangkok tempat air kumur.
·      Tisu.
·      Alat pengisap.
·      Sarung tangan bersih.

D.Prosedur pelaksanaan:
·      Bawa alat kedekat klienan pipi klien.
·      Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.
·      Cuci tangan lalu pakai sarung tangan.
·      Pasang pengalas di bawah dagu dagu dan pipi.
·      Letakan bengkok di bawah dagu klien
·      Berikan air untuk kumur-kumur kepada klien.
·      Berikan sikat gigi yang sudah di bubuhi pasta gigi.
·      Berikan kesempatan kepada klien untuk menyikat gigi sampai bersih, lalu sarankan untuk kumur kumur dengan air bersih,tampung air dalam bengkok.
·      Masukkan sikat gigi kedalam gelas yang telah kosong.
·      Letakka bengkok dan gelas di atas baki.
·      Keringkan bibir dan sekitarnya menggunakan tisu/handuk.
·      Angkat handuk, lepaskan sarung tangan lalu masukkan ke dalam bengkok kosong.
·      Rapikan kembali posisi dan sikap klien dengan nyaman.
·      Bereskan peralatan sikat gigi, bersihkan dan kembalikan ketempat nya.
·      Cuci tangan
·      Dokumentasikan tindakan.

Asuhan keperawatan
  1. Pengkajian
    1. Riwayat keperawatan
Identifikasi kebiasaan oral care
Identifikasi masalah mulut dan factor penyebabnya


b.      Pemeriksaan fisik
                                                              i.      Periksa:
1.      bibir: warna, kelembapan, adanya luka, edema.
2.      mukosa bucca: warna , kelembaban, lesi, nodul, pendarahan
3.      gusi: warna, pendarahan, edema, eksudat, gigi tanggal
4.      Lidah: warna, simetris, gerakan, tekstur, lesi
5.      oropharing:gerakan uvula, tonsil.
ii.      Catat: adanya gigi plasu, dan bau mulut
iii.    Keadekuatan menelan dan mengunyah
iv.    Masalah-masalah mulut:
1.      dental caries
2.      penyakit periodontal
3.      pyoorhea
4.      halitosis
5.      ginggivitis
6.      karang gigi
7.      stomatitis
8.      glowsitis
9.      cheilosis
10.  mukosa mulut kering
11.   keganasan mulut
v.      Perubahan perkembangan,
Perubahan fisiologi berdampak pada kondisi dan penampilan struktur rongga mulut
vi.    Pilihan dan kebiasaan individu
Kaji kebiasaan individu untuk mengidentifikasi ksalahan teknik, efisiensi, dan tingkat pengetahuan pelayanan
vii.  Faktor resiko terjadinya masalah mulut
Paralisis, sakit serius, keterbatasan, fisik extremitas atas, tidak sadar, bingung, depres, diabetik tidak dapat makan lewat mulut terapi radiasi, kemoterapi, pembedahan mulut, trauma mulut. ETT.

2.      Diagnosa
Gangguan membran mukosa berhubungan dengan trauma mulut, inteks cairan yang terbatas, tidak efektifnya peralatan mulut, trauma karena efek kemoterapi atau radiasi.
Gangguan rasa nyaman: Nyeri berhubungan dengan ginggivitis, hilangnya gigi
Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhungan denga ginggivitis
Defisit peralatan kebersihan mulut berhubungan dengan gangguan tingkat kesadaran, kelemahan extremitas atas
Gangguan gambaran diri berhubungan dengan halitosis, tanggalnya gigi
Kurang pengetahuan tentang perawatan kebersiahn mulut berhubungan dengan keslaahn pahaman tentang perawatan mulut
Resiko tingi infeksi berhubungan dengan trauma mukosa mulut

3.      Perencanaan
Tujuan pada klien yang membutuhkan oral care diantaranya:
·         Mukosa mulut akan utuh dan hidrasi baik
·         Klien akan dapat mandiri melakukan perawatan kebersihan dir yang benar
·          Klien akan merasa nyaman
·          Klien akan memahanmi perawatn kebersihan mulut yang benar

4.      Implementasi
a.                   Routine daily mouth care :
·         Menyikat gigi
·         Menggunakan benang gigi
·          Menggunakan mounth wash
·         Penggunaan flouride
b.      Special mounth care:
·         Klien yang tidak sadar
·         Klien yang berisiko stomatistis
·         Klien yang diabetes
·         Klien dengan infeksi oral
c.       Denture care

5        Evaluasi
Keuntungan dari oral care mungkin tidak terlihat dalam beberapa hari
Memberikan secara kontinue sering dibutuhkan untuk membuang plak yang tebal dan membersihkan lidah dan memepertahankan kondisi mukosa normal